
Clek!
Setelah seharian bekerja, akhirnya Danang merasa begitu lega kala ia telah kembali ke rumah dan kini membuka pintu kamarnya.
Didapatinya seorang perempuan tertidur lelap di atas tempat tidur dengan tubuh Perempuan itu tak menggunakan selimut.
Maka, Danang tersenyum menghampiri Venus lalu menyelimuti perempuan itu dengan lembut.
"Mm!" Gerutu Venus menyebabkan selimut Karena ia merasa begitu gerah.
Hal itu membuat Danang menunggu beberapa saat sebelum dia kembali menyelimuti Venus, tetapi sama seperti sebelumnya, perempuan itu tetap menyibakkan selimut lalu berguling ke sisi ranjang yang lain.
Hal itu membuat Danang mengerutkan keningnya melihat sikap istrinya hingga dia berpindah ke sisi ranjang yang lain dan menarik selimut untuk menyelimuti Venus.
"Ng!" Venus menggerutu sambil membuka matanya dan ketika dia melihat suaminya, maka perempuan itu langsung membuka matanya lebar-lebar.
"Sayang?" Ucap Venus dengan suara yang serak khas baru baru bangun tidur.
__ADS_1
Danang pun tidak bisa menahan diri untuk mengulurkan tangannya lalu dia mencubit pipi Venus dengan gemas.
"Kenapa kau tidak memakai selimut?" Tanya Danang.
"Ahh,, aku kegerahan," ucap Venus sambil duduk di ranjang hingga membuat Danang memperhatikan leher Venus yang memang dipenuhi ole h keringat.
Hal itu membuat Danang mengulurkan tangannya memegang dahi Venus, "Kenapa kau bisa berkeringat, sementara sekarang cuaca agak dingin? Juga AC di kamar ini menyalah," ucap Danang langsung membuat Venus menghela nafas.
"Aku baru saja bermimpi buruk," kata venus sambil turun dari tempat tidur lalu perempuan itu pun berjalan ke arah kamar mandi.
"Aku akan mandi dulu," kata venus yang merasa tidak percaya diri untuk terus berada di dekat suaminya karena tubuhnya sedang dipenuhi keringat.
Danang yang melihat kepergian istrinya pun segera melepaskan jasnya dan juga celana panjangnya lalu menyusul perempuan itu ke kamar mandi.
Venus yang saat itu melepaskan pakaiannya di kamar mandi sangat terkejut melihat kedatangan suaminya.
"Kita mandi bersama," kata Danang langsung menyalakan keran air pada bak berendam sebelum membantu Venus melepaskan satu persatu pakaiannya.
__ADS_1
Setelah keduanya menjadi polos, barulah keduanya masuk ke bak berendam dengan Danang yang langsung memeluk Venus dari belakang.
"Kenapa kau bermimpi buruk? Apakah kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Danang.
"Hm,, entahlah, aku hanya bermimpi buruk bahwa karirku mungkin tidak akan berjalan dengan lancar. Padahal, beberapa hari terakhir ini semuanya berjalan dengan sangat baik," kata venus sambil memejamkan matanya menikmati pelukan yang diberikan oleh suaminya.
Danang pun menciumi pipi perempuan itu sambil berkata, "jangan khawatir, ada aku disini, akan kupastikan istriku berhasil untuk mencapai apapun yang kau inginkan."
"Ya, terima kasih," kata venus kini merasa begitu tenang dan mimpi buruknya sudah menghilang dari ingatannya.
Kedua orang itu terdiam menikmati air hangat yang merendam tubuh mereka sampai Venus teringat akan sesuatu.
"Aku mau membicarakan masalah perusahaan orang tuaku dengan mu, aku pikir aku tidak terlalu pandai dalam bisnis, jadi akan sulit bagiku mengambil keputusan jika tidak tahu apa-apa," ucap Venus.
"Ah,,, perusahaan keluargamu, saat ini ibu tirimu lah yang menjadi CEO di sana. Ibu tirimu juga tidak memiliki pengalaman apapun dalam bidang bisnis seperti itu, sehingga dia sebenarnya hanya menjabat sebagai CEO tetapi segala sesuatu yang diputuskan dalam perusahaan dan yang menjadi CEO yang sebenarnya di perusahaan itu ialah adik dari ibumu. Pria bernama gempi menjadi orang yang mengendalikan perusahaan keluargamu selama satu tahun lebih," ucap Danang langsung membuat Venus berbalik menatap suaminya.
"Jadi maksudmu sebenarnya perempuan itu juga tidak tahu apa-apa dalam bisnis, tetapi selama ini ia disetir oleh adiknya sendiri?" Tanya Venus.
__ADS_1
"Ya, itulah sebabnya saat Ini perusahaan keluargamu tidak berkembang dengan baik, karena sebenarnya ada banyak keuntungan yang mengalir keluar dari perusahaan Itu, aku sudah menyelidikinya dan menemukan beberapa hal yang buruk di sana," ucap Danang mengejutkan Venus karena tidak menyangka bahwa ternyata perusahaan keluarganya berada dalam kondisi yang tidak baik.
Selama ini dia tidak terlalu memperdulikannya karena Venus memang tidak tertarik dengan bisnis perusahaan, tapi sekarang, dia merasa bahwa dia juga harus memikirkan tentang perusahaan.