
Bimo merasa sangat legah, tetapi pria itu langsung ditarik dari rasa bahagianya ketika Haruka berkata, "Jangan katakan kau akan menjadi CEO, Aku tidak membutuhkan pria sepertimu lagi, pria miskin yang tidak memiliki pekerjaan, buat apa ku pelihara?!"
🌺🌺🌺
Ucapan istrinya langsung membuat wajah Bimo berubah, dan pria itu dengan cepat mendekati Haruka dan menahan perempuan itu sambil mencekik lehernya.
Tatapan Bimo juga sangat marah hingga membuat Haruka ketakutan dengan sikap pria itu, "kau,, Apa yang kau lakukan?!" Tanya Haruka sambil berusaha meronta agar pria yang bersama-sama dengannya melepaskannya.
"Apa yang kulakukan?! Justru akulah yang harus bertanya, apa yang baru saja kau katakan?!" Teriak Bimo dengan suara yang keras hingga membuat sang supir yang mengemudikan mobil kini neraca saja mas dengan dua orang yang ada di belakangnya.
Sama sopir mengambil ponselnya untuk bersiap-siap menelpon polisi ketika dari kaca spion ia melihat Bimo sudah melepaskan Haruka meski pria itu masih menatap Haruka dengan tatapan tajamnya.
"Ku beritahu padamu, kalau kau berani sedetik saja tidak menurut padaku, maka aku akan membuatmu kehilangan segala yang kau miliki! Termasuk kehilangan nyawamu!!" Tegas Bimo.
__ADS_1
Haruka yang mendengarkan ucapan Bimo hanya bisa gemetar di tempatnya, dia terkejut bahwa ternyata pria itu bukanlah pria yang mudah untuk dihadapi, bisa-bisanya pria itu mencekiknya hanya gara-gara satu kalimat yang ia lontarkan pada pria itu.
Meski begitu, Haruka tidak bisa berbuat apa-apa dia hanya diam di tempatnya sampai mobil mereka akhirnya tiba di apartemen Bimo.
Saat itu, Haruka merasa enggan untuk turun dari mobil, Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika Bimo dengan cepat menariknya dari mobil lalu membawanya memasuki lift.
Saat berdiri dalam lift, Haruka merasakan kakinya gemetar, dia takut kalau pria itu akan membunuhnya.
Oleh sebab itu, ketika lift berhenti di lantai 2 Lalu ada seorang perempuan yang masuk sambil membawa banyak barang di tangan nya, Haruka langsung berkata, "sepertinya anda butuh bantuan. Bagaimana kalau saya membantu anda?"
Haruka yang mendengarkan itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya, sementara perempuan yang ada di dalam lift langsung berkata, "kalian suami istri yang begitu perhatian, tapi Tenang saja, di lantai 5 sudah ada putraku yang menungguku untuk membantuku membawa barang-barang ini."
"Syukurlah kalau begitu, anda memiliki Putra yang sangat berbakti," kata Bimo dengan nada suara yang begitu Rama membuat perempuan di depannya kembali lagi memuji Bima.
__ADS_1
Haruka tidak mengatakan apapun menanggapi pujian dari perempuan itu, tetapi dia Hanya berdiam di tempatnya sambil mengabaikan Bimo dan Sang Perempuan yang terus berbincang sampai perempuan itu keluar dari lift lalu lift terus berjalan hingga tiba di apartemen mereka.
Begitu memasuki apartemen, Bimo langsung menarik Haruka ke tempat tidur lalu melemparkan perempuan itu ke sana dan ikut menindih tubuh Haruka.
"Kau mulai berani padaku ya," kata Bimo dengan cepat mengulurkan tangannya lalu dengan satu tarikan yang keras, Bimo merobek pakaian Haruka.
Srekkk...!
Srekkk...!
"Ah tidak!! Apa yang kau lakukan?!! Cepat lepaskan aku!!" Teriak Haruka berusaha merontah, tetapi Bimo sama sekali tidak mengindahkan ucapan perempuan itu dia terus merobek pas satu persatu pakaian Haruka hingga Haruka akhirnya menjadi polos.
"Aku akan memberimu pelajaran karena kau sudah menghinaku sebagai pria miskin dan tidak pantas untuk berada di sisimu!!!" Kata Bimo dengan cepat menahan kedua tangan Haruka di atas kepalanya lalu dia pun mencium perempuan itu sambil menyentuh seluruh tubuh Haruka.
__ADS_1
Awalnya Haruka menolak, tetapi lama-kelamaan ia malah terbuai dan dia menikmati permainan Bimo hingga membuat Bimo tersenyum senang.
Dia pun melanjutkan permainan mereka ke permainan utama dengan menggoyangkan tubuh mereka sampai Haruka menjerit-jerit keenakan.