Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
83.


__ADS_3

Otor minta maaf buat 4 bab yg salah update ya.. tapi semuanya sudah diperbaiki ya. silahkan baca terdahulu sebelum lanjut baca bab ini.


🙏🙏🙏


Saat ini, Bimo bersama dengan istrinya telah tiba di hotel xx.


"Sial!!" Haruka menggerutu sambil turun dari atas mobil lalu berjalan cepat memasuki hotel, karena saat ini dia sudah ada di ujung tanduk untuk mengeluarkan bab-nya.


Bimo pun bersikap sama, ia buru-buru berjalan memasuki lobby hotel dan hendak pergi ke toilet di lantai 1 ketika tiba-tiba saja saat mereka berdua sampai di lobby hotel, seseorang menyambut mereka dengan membawakan bunga.


"Selamat datang!"


"Selamat datang!"


Satu per satu orang memberikan satu tangkai bunga mawar pada kedua orang yang baru saja memasuki lobby hotel hingga membuat Haruka dan Bimo sangat terkejut.


Haruka berdiri dengan keringat membasahi punggungnya, dan perempuan itu merasa ingin cepat-cepat pergi ke toilet, Tetapi dia tidak bisa meninggalkannya karena saat itu ia melihat ada salah seorang wartawan internasional yang sedang meliput mereka.


'Sial!! Dari kemarin mereka tidak melakukan penyambutan, tapi kenapa sekarang tiba-tiba saja mereka melakukan hal seperti ini? Bahkan sengaja mengundang wartawan kemari?' gerutu Haruka dalam hati sambil mengatur erat-erat giginya menerima satu persatu tangkai bunga mawar yang diberikan oleh para petugas hotel yang ada di sana.


Tak berbeda dengan Haruka, Bimo juga merasakan hal yang sama, tapi dia tidak bisa melakukan sesuatu karena dia tidak mau reputasinya tercemar di depan wartawan internasional, apalagi mereka jelas tahu bahwa wartawan internasional tidak pernah menahan diri untuk memberitakan sesuatu.


Tak jauh dari sana, Indri dan Venus duduk di salah satu sofa sambil memandangi kejadian tersebut bahkan Indri sudah mengeluarkan ponselnya merekam kejadian tersebut dan tidak sabar menunggu keduanya mempermalukan diri mereka sendiri.


Pada akhirnya, Indri merasa sangat puas ketika Bimo yang sudah tidak tahan lagi akhirnya menerobos pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Maaf! Aku buru-buru ke toilet!" Kata Bimo sambil berjalan pergi meninggalkan Haruka dan membiarkan perempuan itu tinggal sendiri.


Tetapi, baru tiga langkah berjalan, salah satu petugas hotel malah mencegahnya sambil bertanya, katanya, "Tuan Kenapa buru-buru pergi? Kami sudah menyiapkan tempat foto yang khusus untuk kalian berdua, karena kami ingin mengabadikan kedatangan kalian di hotel ini."


Setelah berbicara, pria yang menahan Bimo langsung membawa Bimo ke arah tempat foto yang memang disiapkan oleh mereka untuk kedua orang itu sesuai dengan perintah Venus.


Maka, mau tidak mau Bimo dan Haruka hanya bisa menurut, dan sang wartawan yang ada di sana serta beberapa fotografer lainnya langsung menjepret mereka berdua.


Cekrek!


Cekrek!


Saat itu, wajah Haruka sangat tegang dan tangannya memegang erat sekumpulan bunga yang telah Ia pegang karena saat ini dia benar-benar sudah tidak tahan dengan sakit perutnya.


Haruka berusaha tersenyum, tetapi sayang sekali senyumnya sangat kaku hingga membuat sang wartawan kembali menurunkan kameranya menatap Haruka dengan bingung namun ia tidak akan berkomentar lagi dan hanya memotret.


Cekrek!!


Prrettt...!!!


Semua orang terkejut saat mendengar bunyi aneh yang berasal dari dua orang yang ada di depan mereka, entah yang mana yang baru saja kentut, tetapi kemudian tidak ada satupun dari mereka yang bertanya karena saat ini mereka malah fokus menutupi hidung dan mulut mereka mencium bau menjijikan.


Wajah Haruka menjadi sangat pucat, itu adalah dirinya dan saat ini dia merasa begitu malu serta ketakutan bahwa rumor kali ini akan cepat beredar di berita internasional.


Sementara Bimo, dia langsung pergi dari sana menjauhi Haruka sambil menutup mulutnya, "kau baru saja kentut? Pergilah ke toilet cepat!!" Perintah Bimo sambil pria itu menyerahkan bunganya pada seorang pelayan lalu meninggalkan Haruka untuk berlari ke toilet.

__ADS_1


Tetapi saat itu, seorang pria yang membawa minuman untuk Venus dan Indri tidak melihat kedatangan Bimo yang sangat buru-buru sehingga mereka pun bertabrakan.


Buk!


Prankkk!!!


Bimo terjatuh, dan gelas yang dibawa oleh pelayan juga terjatuh sehingga membuat tempat tersebut berantakan.


Bimo dengan cepat berkata, "Maaf."


Preettt...!!!


Pria itu tanpa sengaja tidak menahan diri sampai akhirnya ia mengeluarkan sesuatu yang membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Huek!!!


Sang pelayan yang paling dekat dengan Bimo langsung menahan mualnya lalu berlari meninggalkan tempat tersebut.


Semua orang juga merasa jijik, apalagi saat ini Haruka kembali mengeluarkan suara yang membuat mereka semakin tak tahan untuk mendekati kedua orang itu.


Melihat situasi yang kacau di lobby hotel, maka Haruka maupun Bimo segera meninggalkan tempat tersebut bersamaan dengan cairan yang merembes di kaki Haruka hingga membuat semua orang tak mampu berkata-kata dengan kejadian itu.


"Heheh.." Indri yang duduk di samping Venus langsung menutup mulutnya dan berusaha menahan tawanya agar tidak keluar terlalu keras.


"Untungnya kita duduk di sini, kalau tidak, akan sangat menjijikkan melihat mereka dari dekat!!" Kata Indri yang merasa sangat puas dengan kejadian itu karena dia menyimpan ponselnya bersamaan dengan Venus yang telah berdiri hingga keduanya pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan puas.

__ADS_1


__ADS_2