
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Tuan Dell yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi dan hendak beristirahat, ia mengerutkan keningnya melihat ke arah ponselnya yang berbunyi di tengah malam.
Apalagi, dia tidak mendapati istrinya di tempat itu sehingga pria itu dengan cepat pergi mengambil ponselnya lalu memeriksa bahwa ternyata yang menelponnya adalah istrinya sendiri.
"Kau ke mana di tengah malam begini?" Tanya tuan Dell pada istrinya ketika dia telah mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Sekarang juga, perintahkan pada semua orang untuk menutup akses keluar dari pulau ini, bahkan akses masuk pun segera tutup semuanya!!! Menantu mu ada di IGD!!" Bentak perempuan dari seberang telepon membuat Tuan Dell sangat terkejut dan panik.
"A,, apa?!!" Ucap tuan Dell dalam rasa cemasnya.
"Sudahlah, jangan banyak berbicara lagi! Cepat lakukan itu!!" Perintah perempuan dari sebarang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
Setelah panggilan telepon diakhiri, maka Tuan Del dengan cepat memerintahkan asistennya untuk mengurus semuanya sebelum dia pergi ke lantai 3 untuk melihat keadaan menantunya.
Begitu tiba di lantai 3, Tuan Del langsung melihat istrinya dan Danang sedang duduk dalam raut wajah yang begitu cemas di depan ruang perawatan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada menantuku?!!" Bentak Tuan Del pada dua orang yang ada di sana.
Mendengar bentakan suaminya, maka Nyonya Dell yang sedari tadi berada dalam kecemasannya kini menjadi semakin kesal sehingga dia mengangkat wajahnya menatap suaminya dengan tatapan tak sukanya.
"Bisakah kau diam?!! Dokter akan terganggu dengan suaramu yang begitu keras!!" Kesal Nyonya Dell Yang tidak mau jika kinerja dokter sampai terganggu, apalagi, para dokter sedang menangani menantunya.
Melihat kemarahan istrinya, maka Tuan Del akhirnya menghela nafas sebelum dia duduk di salah satu kursi kosong yang ada di sana Lalu berusaha bersikap tenang menatap putranya.
"Katakan padaku apa yang terjadi padanya? Bagaimana bisa orang yang tadi sangat sehat dan ceria kini tiba-tiba saja masuk di ruangan itu?!" Tanya tuan besar Dell.
"Aku tidak tahu, tapi dia minum alkohol dengan kadar yang sangat tinggi," ucap Danang sambil memijat keningnya, dia bisa mengetahui kadar alkohol yang diminum oleh istrinya karena dia juga bisa merasakan tubuhnya terasa begitu gerah dan panas karena meminum bekas minum istrinya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya Tuan," jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Cepat cari tahu bagaimana bisa menantuku meminum alkohol dengan kadar yang begitu tinggi!!" Perintah Tuan Del pada orang di seberang telepon sebelum dia menutup panggilan telepon tersebut Lalu berdiri menuju ke arah pintu tempat menantunya sedang dirawat.
__ADS_1
Dia menatap ke arah pintu itu selama beberapa saat dengan kening berkerut, "kalau ini sesuatu yang disengaja, Aku tidak akan melepaskan orang itu!!" Ucap Tuan Del yang merasa begitu marah jika ada seseorang yang berani menyentuh anggota keluarga mereka.
Sementara danang yang duduk di tempatnya, ia berada dalam rasa frustasinya mengingat kembali darah yang keluar dari tubuh istrinya.
'Jangan-jangan istriku sedang hamil? Tidak, itu tidak mungkin, mungkin saja datang bulannya lebih cepat dari biasanya,' ucap Danang dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.
Tetapi ketika dia kembali mengingat bahwa terakhir kali datang bulan istrinya adalah ketika mereka masih bersama-sama di negara xx, maka pria itu menjadi semakin cemas.
Nyonya Del yang ada di samping Danang juga memikirkan hal yang sama, dia tidak bisa menebak dengan benar apa yang terjadi pada menantunya sehingga perempuan itu tak tahan dengan rasa penasarannya lalu dia memutuskan menatap putranya.
"Kau bilang Venus seperti itu karena minum alkohol, lalu Kenapa ada banyak darah di selimutnya?" Tanya Nyonya Dell Langsung membuat tuan Dell kini menatap ke arah istrinya karena terkejut mendengar kata darah.
"Apa?! Darah?!" Tanya Tuan Dell dengan raut wajahnya yang semakin memburuk.
Danang yang duduk di kursinya, pria itu tidak mengangkat wajahnya menatap kedua orang tuanya, Tetapi dia hanya terdiam sambil memegangi kepalanya, "dokter menanyakan padaku, Apakah dia sedang hamil atau itu darah dari datang bulannya," ucap Danang yang merasakan matanya menjadi sangat panas dan beberapa detik kemudian dia tidak tahan untuk mengeluarkan air matanya sehingga pria itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menangis dalam diam.
Nyonya Dell melihat itu langsung mengulurkan tangannya lalu dia mengusap-usap punggung Putranya, "tenangkan dirimu, semuanya pasti baik-baik saja. Mungkin saja dia sedang datang bulan," ucap Nyonya Del.
"Tapi bagaimana kalau dia,,," Tuan Dell minggertakkan giginya, dan dia tidak bisa melanjutkan ucapannya karena dia tidak mau ada sesuatu yang begitu serius yang terjadi pada Venus.
__ADS_1