Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
180


__ADS_3

Saat ini, Venus sudah dipindahkan ke ruang rawat unit, dan semua orang berkumpul di sana dengan Danang yang duduk sambil memegang tangan istrinya.


Tatapan Danang melekat pada wajah perempuan yang terbaring di atas ranjang, terlihat wajahnya sangat pucat dan tampak sangat menyedihkan.


Tak jauh dari situ, Amora terus menyeka air matanya karena dia terus menangis sepanjang waktu memikirkan tentang keponakannya yang telah menghilang dan melihat kakak iparnya yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur.


Di samping Amora, April duduk sambil menepuk-nepuk bahu perempuan itu, "sudahi tangismu, nanti kalau kakak ipar bangun, dia akan terkejut melihatmu seperti ini!!" Tegas April Yang mana mereka semua sudah sepakat untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu tentang keguguran yang dialami oleh Venus, mereka akan merahasiakan itu sampai emosi perempuan itu stabil barulah akan diberitahukan secara perlahan-lahan.


Tetapi Amora yang mendengarkan ucapan kakaknya, perempuan itu malah semakin tidak bisa menahan isakannya, "Bagaimana bisa kau dengan enteng berkata seperti itu? Lihat dia, Dia sangat menyedihkan, aku tidak bisa membayangkan kalau aku yang ada di posisinya, hiks,, hiks,,.. Kenapa di dunia ini ada perempuan yang sangat buruk seperti Amanda sehingga dia membunuh seorang bayi kecil yang belum lahir ke dunia dan membuat kakak iparku harus menderita menahan kesakitan di atas tempat tidur? Hiks,, hiks,, hiks,," Amora terus terisak hingga membuat April menghela nafas Karena dia sudah lelah membujuk perempuan itu agar tidak lagi menangis, Tapi semua bujukannya hanya seperti angin lalu yang tidak dihiraukan oleh Amora.


Gibran yang ada di sana pun kini berbalik menatap Amora sambil berkata, "Kalau kau mau menangis terus seperti itu, maka sebaiknya kau kembali saja ke kamarmu, jangan di sini seperti sedang menangisi pemakaman!!"


"Husss!!!" Nyonya Dell melototi putranya, "jangan bicara sembarangan!!!" Tegas Nyonya Dell akhirnya membuat Gibran terdiam di tempatnya.


Sementara Amora, dia yang mendengar dirinya diusir oleh kakaknya karena terus-terusan menangis, dia berusaha menahan isakannya sampai akhirnya Venus mengerjapkan matanya.


"Sayang!!!" Ucap Danang langsung berdiri menatap istrinya dengan tatapan penuh perhatian.


"Sayang,,," jawab Venus dengan suara yang begitu lemah.


"Jangan khawatir, semua orang ada di sini menjagamu," ucap April dengan badan sangat dicondongkan ke arah Venus hingga membuat Danang jadi kesal.


Dia mengulurkan tangannya mendorong April ke belakang, "jangan terlalu dekat, dia sesak!" Kesal Danang.


"Ah,, maaf," ucap April.


Sementara Nyonya Dell yang melihat menantunya, perempuan itu dengan cepat berkata "Dokter akan segera datang kemari untuk kembali memeriksa mu, jadi jangan khawatir lagi, tapi kalau kau membutuhkan sesuatu, katakan pada kami, kami pasti akan memenuhinya untukmu!"


Venus tersenyum mendengarkan ucapan Ibu mertuanya, "aku baik-baik saja, sekarang hanya merasa lemah saja. Tapi agak sakit juga di bagian perutku," kata venus langsung membuat Danang melihat ke arah perut istrinya dan Dia merasa bahwa rasa sakit itu berasal dari rasa sakit yang ditimbulkan karena keguguran yang dialami oleh istrinya.

__ADS_1


"Kalian semua minggir lah, aku harus mengompresnya," perintah Danang sambil menyentuh tirai hingga semua orang segera keluar dari sana supaya Venus juga tidak merasa pengap.


Setelah Semua orang pergi, maka Danang pun dengan cepat mengambil air hangat dan handuk kecil lalu meletakkannya di perut istrinya untuk mengompres perempuan itu.


Beberapa saat kemudian, seorang dokter datang melakukan pemeriksaan.


Dokter perempuan itu memeriksa dengan sangat teliti sampai akhirnya berkata, "dia sudah baik-baik saja, hanya perlu menunggu proses penyembuhan saja."


"Terima kasih Dokter," kata venus merasa lega.


Danang juga menatap dokter yang bertugas, "Lalu bagaimana dengan rasa sakit di perutnya? Tidak Bisakah kau memberikan obat atau apapun itu untuk menghilangkan rasa sakitnya?"


"Ah, masalah itu, saya sudah menyuntikkan anti nyeri ke infusnya, jadi tuan muda tidak perlu khawatir," ucap sang dokter sebelum dia pergi dari sana bersamaan dengan April yang kini kembali masuk ke dalam tirai.


"Pelayan sudah datang membawa bubur, Apakah kakak ipar mau makan bubur?" Tanya April langsung membuat Venus mengangguk dengan pelan, Sebab Dia memang merasa lapar.


Maka Danang pun kembali menutup perut istrinya lalu mengambil makanan dan membantu perempuan itu untuk makan dengan seluruh keluarga Danang berada di sana memperhatikan Venus.


Pertanyaan Venus langsung membuat Amora kembali meneteskan air matanya, tapi dia dengan cepat menyeka air matanya sambil berkata, "aku hanya sedih melihat kakak ipar, kakak ipar terluka karena menghadiri acara ulang tahunku, jadi Aku merasa sangat bersalah pada kakak Ipar. Maafkan aku kakak ipar, seharusnya aku tidak menahan kakak ipar ketika kakak ipar akan pulang bersama kakak ku."


"Jangan khawatir, lagi pula sekarang aku sudah baik-baik saja, hanya perlu pemulihan sebentar lalu sakitnya jadi hilang." Ucap venusnya makin membuat Amora terisak karena dia tahu bahwa Venus berkata seperti itu karena perempuan itu belum tahu tentang keguguran yang ia alami.


"Hiks,, hiks,, hiks,, aku sangat berdosa, hiks,, hiks,, hiks,," isak Amora langsung membuat April memeluk perempuan itu lalu menatap ke arah Venus.


"Jangan perdulikan dia, aku akan membawanya untuk menenangkannya, sekarang Kak Venus makanlah lalu setelah itu istirahat supaya lebih cepat sembuh," ucap April dijawab anggukan Venus hingga April kemudian pergi membawa Amora dari tempat itu.


Gibran yang ada di sana juga ikut berdiri, "aku juga akan pergi sekarang, kalau kakak ipar membutuhkan sesuatu, langsung hubungi saja aku, nomor teleponku sudah kuletakkan di atas meja," ucap Gibran dijawab anggukan Venus.


Kedua mertua Venus juga berpamit untuk pergi, sehingga sekarang hanya tinggal ada Danang dan Venus.

__ADS_1


Makanan Venus juga telah habis hingga Danang membantu perempuan itu menyikat gigi sebelum Danang naik ke tempat tidur untuk istirahat bersama dengan istrinya.


Dua orang itu tidur terlelap sampai pada pagi hari, keduanya terbangun ketika dokter datang untuk melakukan pemeriksaan.


Maka, Danang langsung membiarkan istrinya diperiksa sebelum pria itu berkata, "bolehkah kami pindah ke kamar?"


"Tentu saja boleh, dengan catatan infusnya harus tetap dipasang, nanti bisa membawa alat penyangga infusnya ke kamar, dan juga saya akan memeriksanya lagi nanti sore," kata Sang dokter langsung membuat Danang mengangguk puas.


"Baiklah, tolong sediakan kursi roda," perintah Danang pada dokter tersebut langsung membuat sang dokter menganggukkan kepalanya sebelum dia pergi meninggalkan ruangan.


Maka keduanya menunggu selama beberapa saat sampai akhirnya kursi roda datang di bawah lalu Venus naik ke kursi roda itu bersamaan dengan April dan Amora yang datang menjenguk mereka.


"Kakak ipar, Bagaimana keadaanmu?" Tanya Amora yang wajahnya sudah tampak lebih segar karena kantong matanya yang bengkak ditutupi oleh bedak tebal.


"Aku baik-baik saja, sekarang sudah boleh kembali ke kamar," jawab Venus sambil melemparkan senyumnya pada 2 perempuan yang ada di sana.


"Baguslah, Ibu sedang membuat bubur untuk mu, nanti akan diantar setelah buburnya siap," kata April benar-benar membuat Venus merasa terharu, karena orang sepenting Nyonya Del meluangkan waktunya untuk membuat bubur hanya untuk dirinya yang sedang sakit.


"Sampaikan terima kasihku pada ibu," kata venus membuat April mengganggukan kepalanya lalu mereka pun pergi meninggalkan ruangan itu.


Setelah mereka tiba di kamar, Venus pun dipindahkan ke tempat tidur untuk istirahat, dengan Danang yang langsung mengambil handuk kecil dan juga air hangat lalu membersihkan tubuh Perempuan itu.


Sementara April dan Amora, mereka telah berpamit pada Venus Sebab mereka tidak bisa meninggalkan persiapan acara malam nanti begitu saja sehingga harus mengurus berbagai hal.


"Aku jadi merasa bersalah pada Amora, aku terluka di hari ulang tahunnya, seharusnya memang aku tidak meminum minuman alkohol," kata venus sambil menghela nafas.


"Tidak, ini bukan salahmu. Kau meminum minuman yang salah, dan semua itu direncanakan oleh Amanda hingga saat ini Amanda sudah ada di penjara bawah tanah," ucap Danang sangat mengejutkan Venus.


"Apa?! Jadi semua ini ulahnya?" Tanya Venus dengan rasa tak percayanya bahwa perempuan itu baru saja melukainya.

__ADS_1


"Ya, tapi dia sudah mendapatkan hukumannya," ucap Danang yang merasa bahwa sebenarnya hukuman yang diterima oleh Amanda belum setimpal dengan perbuatannya.


Tetapi dia masih menunggu sampai istrinya sembuh total barulah dia akan mengatakan yang sebenarnya agar istrinya sendiri yang memutuskan hukuman apa yang akan diberikan pada perempuan itu.


__ADS_2