Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
162


__ADS_3

Setelah kembali ke hotel, Venus memasuki kamar dan dia terkejut bahwa suaminya yang berkata akan bekerja di kamar menunggunya kembali dari salon, kini pria itu tidak ada lagi di kamar.


Oleh sebab itu, Venus langsung mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel suaminya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Sayang maaf, tiba-tiba terjadi sesuatu yang harus kurus dulu, aku belum tahu Apakah nanti aku bisa kembali ke hotel atau tidak, tetapi kalau aku tidak kembali, aku akan mengikuti seseorang untuk membawa kalian besok ke tempat acara berlangsung. Kita akan bertemu di sana nanti," kata dana dari seberang telepon dengan nada suara yang begitu terburu-buru.


"Ah, baiklah, Kalau begitu Kau harus hati-hati," ucap Venus yang tidak mau bertanya banyak hal lagi, karena dari nada suara suaminya saja dia sudah tahu bahwa apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini berada dalam keadaan genting sehingga Venus tidak mau memberatkan pria itu jika pikirannya harus terbagi-bagi.


"Terima kasih sayangku, kalau begitu ku tutup teleponnya sekarang, maaf," ucap Danang dari seberang telepon sebelum Venus mendengarkan nada panggilan telepon yang diputuskan secara sepihak.

__ADS_1


Tut tut tut...


Venus menurunkan ponselnya yang dari tadi menempel di dekat telinganya lalu perempuan itu pun melihat layar ponselnya bahwa ternyata ada beberapa pesan yang dikirim suaminya padanya yang berisi permintaan maafnya karena harus pergi terlebih dahulu.


'Harusnya tadi aku melihat ponselku supaya tidak perlu menghubunginya,' ucap Venus yang merasa bahwa teleponnya tadi Mungkin telah memberatkan suaminya.


Meski begitu, Venus tetap berpikir positif bahwa semuanya akan baik-baik saja sehingga Venus pun meletakkan ponselnya lalu perempuan itu mengambil ponsel hotel untuk memesan beberapa cemilan ke kamarnya.


Itu pertama kalinya Venus berada di negara J tanpa bersama-sama dengan suaminya melewati malam, sehingga malam hari itu tidak dilewati Venus dengan baik Sebab Dia memang memiliki sedikit trauma terhadap negara J.


"Ah,," Venus mengulurkan tangannya mengambil ponsel yang diletakkan di atas nakas lalu perempuan itu pun melihat bahwa tidak ada satupun pesan ataupun panggilan telepon yang masuk ke ponselnya.


"Aku harap semuanya baik-baik saja," kata venus meletakkan ponselnya sebelum dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket-lengket.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Venus kemudian turun ke restoran hotel untuk makan, dan dia bertemu dengan Indri di restoran hingga mereka duduk bersama-sama.


"Saat mereka sedang makan, Indri kemudian berkata, "Jam berapa kita berangkat ke pulaunya?"


"Aku juga belum tahu, tetapi kemarin suamiku bilang dia akan menyuruh seseorang untuk mengatur semuanya untuk kita, kau siap-siap saja, siapa tahu kita berangkat lebih awal," kata Venus.


Indri mengangguk pelan sambil memperhatikan wajah Venus, ia menatap Venus selama beberapa saat sebelum dia berkata, "kau agak pucat, Apakah kau sedang tidak enak badan?"


Pertanyaan itu langsung membuat Venus menyentuh wajahnya, "ya, aku sedikit memiliki trauma dengan negara J, dan malam kemarin adalah yang pertama aku menginap di sini tanpa suamiku, jadi aku merasa sedikit tidak enak." Ucap Venus.


"Ah, begitu, semoga malam nanti kau bisa bersama-sama dengan suamimu, atau kalau nanti tidak bisa kau bisa memanggilku supaya kita tidur bersama-sama," ucap Indri yang merasa khawatir pada perempuan di depannya.


"Terima kasih, Maaf selalu merepotkanmu," kata Venus yang merasa bahwa beberapa waktu terakhir ini dia memang terus merepotkan Indri untuk menemaninya dan berbagai hal yang menimpanya juga membuat perempuan itu kerepotan apalagi kasus tentang John.

__ADS_1


Indri menjadi pihak yang diserang oleh CEO agency mereka karena mencari tahu tentang segala sesuatunya, termasuk identitas suaminya yang memang belum ingin diungkapkan oleh Venus.


🔥Bocoran bab selanjutnya tersedia di YouTube dengan kata kunci #noveltoraja.


__ADS_2