
"Kita mau kemana?" Tanya Venus pada suaminya ketika hari sudah menjelang malam dan mereka berdua keluar dari kamar lalu memasuki lift.
"Kau akan tahu nanti," jawab Danang sambil tersenyum menekan lantai paling tinggi di gedung tempat mereka berada.
Hal itu membuat venus semakin penasaran, tapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya diam menunggu sampai mereka tiba di lantai paling tinggi di mana di tengah-tengah lantai tersebut ada sebuah rumah kaca yang sangat indah.
"Wah,,, rumah kacanya besar sekali, dan,, semua bunga yang ditata di sana adalah bunga anggrek?" Ucap Venus Memperhatikan rumah kaca yang ada di hadapan mereka.
"Ya, hari ini kita akan makan malam bersama-sama di sini, katanya itu sudah selesai memasak," ucap Danang sambil merangkul istrinya menuju ke rumah kaca.
"Ibu memasak makan malam lagi untuk kita?" Ucap Venus yang tak menyangka bahwa ternyata ibu mertuanya sangat rajin memasak.
Sebab Venus sudah 1 bulan berada di Pulau keluarga dell, tetapi hampir setiap hari yang memasak makanan untuk mereka adalah ibu mertuanya.
__ADS_1
"Sebenarnya dia tidak terlalu suka memasak, tetapi karena menantunya ada di sini, jadi dia berubah rajin memasak di dapur," ucap Danang mengejutkan Venus, karena dia tak menyangka bahwa ternyata ibu tertuanya jadi rajin memasak karena dia.
Oleh sebab itu, Venus menatap suaminya sambil berkata, "tapi Ibu kan bisa menyuruh para pelayan untuk memasak, kenapa harus dia yang memasak? Bagaimana kalau ibu kelelahan?"
"Nggak perlu khawatir, dia senang melakukannya," ucap Danang sambil berjalan terus menuju rumah kaca hingga mereka tiba di sana dan melihat semua orang sudah menunggu mereka di sebuah meja makan yang terletak di tengah-tengah rumah kaca.
"Kak venus cepatlah! Hari ini Ibu memasak makanan yang sangat enak!!" Tegas Amora sambil berlari menghampiri Venus dan menarik perempuan itu supaya lebih cepat berjalan.
Maka, Venus tersenyum mengikuti Amora hingga mereka akhirnya bersama-sama duduk mengelilingi meja makan bundar yang ada di sana.
"Mereka berdua sudah kembali bekerja, tadi sore mau berpamit padamu tapi kau sedang tidur jadi mereka tidak mau mengganggumu," ucap Nyonya Dell langsung membuat Venus mengganggukan kepalanya.
Dia ingin bertanya Mengapa mertuanya juga tidak kembali bekerja, Tetapi dia menahan diri karena cemas hal itu mungkin akan menyinggung pria yang ada di depannya dan berniat menanyakannya saja pada suaminya nanti sehingga semua orang pun makan bersama-sama.
__ADS_1
"Kak Venus, cobalah steik ini, steik ini direndam oleh ibuku selama satu minggu menggunakan anggur sebelum dipanggang hari ini." Kata amora meletakkan steik di piring kakak iparnya.
Venus dengan cepat mencoba masakan tersebut dan wajah perempuan itu terlihat sangat terkejut, "ini,, ini steik baik yang pernah ku makan Bagaimana bisa rasanya seperti ini?" Ucap Venus yang merasa bahwa Steik tersebut sangat enak dengan rasa-rasa manis dari anggur.
"Benar 'kan?!! Rasanya memang sangat enak, apalagi itu dibuat menggunakan bahan-bahan rahasia keluarga kita jadi rasanya semakin enak!" Tegas Amora merasa senang melihat kakak ipar yang menyukai makanan buatan ibunya.
"Ya, enak sekali, Terima kasih karena Ibu sudah membuat makanan yang begitu enak," ucap Venus kepada Ibu mertuanya sebelum dia lanjut makan.
"Sama-sama sayang," ucap Nyonya Dell turut merasa senang melihat menantunya tampak begitu senang dengan masakannya.
Maka mereka bersama-sama melanjutkan makan malam mereka sampai akhirnya mereka selesai makan malam lalu berbincang-bincang beberapa saat sebelum Danang berpamit membawa istrinya pergi ke sebuah tempat yang ingin Ia tunjukkan pada Venus.
@@bocoran bab selanjutnya ada di YouTube ya,, dengan #novelToraja
__ADS_1
mampir juga di karya Baru author yang berjudul kebangkitan menantu terhina