
Bab 183. Istri hot tuan danang
"Anak? Apa kau mau sekarang kita berkonsultasi untuk memiliki anak?" Tanya balik Venus.
"Aku sama sekali tidak masalah kapan kita punya anak, aku hanya ingin mengetahui pendapatmu terlebih dahulu," ucap Danang.
"Ah,,, Aku juga ingin memiliki anak, tetapi untuk saat ini sepertinya tidak, karena aku memiliki banyak pekerjaan. Bagaimana kalau kita memikirkannya tahun depan saja?" Ucap Venus yang merasa bahwa mereka akan kesulitan kalau saat ini dia hamil.
Dia baru memulai karirnya beberapa bulan, jadi akan berpengaruh buruk kalau dia sudah hiatus karena kehamilannya..
Danang merasa lebih lega mendengarkan ucapan istrinya karena itu menandakan bahwa perempuan tersebut tidak akan terlalu sedih karena keguguran yang ia alami.
"Tentu saja aku setuju, tapi aku ingin memberitahumu satu hal, ini tentang kecelakaan mu bulan lalu. Jadi,, sebenarnya saat itu kau juga mengalami keguguran." Ucap Danang langsung membuat Venus melototkan matanya.
"Apa?! Maksudmu aku hamil dan keguguran?" Tanya Venus dengan rasa tak percayanya.
__ADS_1
Melihat reaksi istrinya, maka Danang pun akhirnya mengulurkan dua tangannya memeluk istrinya dengan erat sambil berkata, "ya,, maafkan aku, aku tidak memberitahumu lebih awal karena aku cemas akan mempengaruhi proses penyembuhan mu. Tapi itu lagi kenyataannya, kau sedang hamil dan karena alkohol yang diberikan oleh Amanda padamu, kau mengalami keguguran hari itu juga dan masuk ke ruangan operasi."
Ucapan suaminya langsung membuat Venus gemetar dalam pelukan suaminya, bukan gemetar karena dinginnya tempat berbuka Di mana mereka berada, tetapi karena kabar yang baru saja ia terima dari suaminya.
"A,, apa??" Ucap Venus yang tak percaya bahwa ternyata dia telah memiliki seorang anak namun telah meninggal.
Meski saat ini dia memang belum menginginkan seorang anak, tetapi tetap saja, jika dia sudah terlanjur memilikinya tidak mungkin akan membiarkan anak tersebut menderita apalagi sampai meninggal.
"Sayang,, maafkan aku, maafkan aku yang gagal menjaganya. Tapi anak kita sudah tenang di tempat di mana dia berada sekarang, jadi kumohon padamu, jangan terlalu sedih dengan kepergiannya," kata Danang dijawab Isa kan Venus yang begitu keras.
Danang akhirnya mempererat pelukannya pada istrinya sebelum dia kemudian mengganti posisinya sambil duduk memeluk istrinya yang masih tampak kesulitan mengendalikan dirinya.
"Sayang,, perumahan tenanglah, kesehatanmu jauh lebih penting." Ucap Danang masih terus menenangkan istrinya, tetapi Venus masih terus menangis diperlukan suaminya.
"Hiks,, hiks,, hiks,, kita baru saja membicarakan tentang anak, dan sekarang aku mendengar kabar seperti itu,, bagaimana bisa aku yang adalah ibunya tidak tahu ketika dia disakiti oleh orang lain?" Ucap Venus masih terisak.
__ADS_1
"Maaf Sayang, maaf,, aku yang salah karena tidak bisa menjagamu dan menjaga calon anak kita dengan baik tapi sekarang kita tidak bisa mengembalikannya. Saat ini dia pasti sedang melihat kita dari tempat dia berada, dan dia pasti sedih jika dia melihat ibunya kesulitan seperti ini karena kepergiannya. Jadi tenangkan dirimu, jangan membuatnya semakin sedih lagi kalau melihatmu seperti ini," kata Danang berusaha meyakinkan istrinya agar perempuan itu tetap tenang, karena dia cemas keadaan istrinya akan kembali memburuk jika istrinya terus-menerus menangis.
Setelah mendengarkan ucapan suaminya, maka Venus menjadi lebih baik, perempuan itu berusaha menenangkan dirinya sambil memeluk erat suaminya, "dia melihat kita? Dia pasti sangat sedih, sekarang dia tidak bisa lagi dipeluk oleh orang tuanya hiks,, hiks,, hiks,," ucap Venus kembali lagi menangis meski saat ini tangisannya berusaha ditahan dengan sekuat tenaga.
Danang yang mendengarkan itu juga merasakan matanya menjadi sangat panas, Tetapi dia tahu bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan anak mereka sehingga dia kembali mengelus-ngelus punggung istrinya sambil berkata, "dia bertemu dengan kakek dan neneknya, jadi ada orang yang memeluknya. Mereka pasti bersama-sama saling menghibur, jadi tidak perlu khawatir apapun."
"Aku,, aku tahu,, tapi,,, bagaimana,,, hiks,, hiks,, perempuan itu, perempuan itu tidak bisa dimaafkan!! Dia membunuh anak kita, Bukankah dia juga harus membayarnya setimpal dengan perbuatannya?!!" Tegas Venus kini akhirnya menatap suaminya dengan tatapan penuh amarah sambil meneteskan air matanya.
"Tentu saja, apapun yang kau inginkan akan aku penuhi, perempuan itu masih ada di penjara bawah tanah, jadi katakan saja apa yang kau inginkan, perempuan itu akan menerima balasannya atas apa yang telah ia lakukan," ucap Danang.
"Aku mau pulang sekarang, Aku mau melihat perempuan itu, aku mau melihat perempuan yang telah berani menyentuh anak kita!!!" Kata venus dengan nada suara yang begitu marah sambil meneteskan air matanya.
Danang menganggukkan kepalanya, "tentu saja, kita akan pulang dan melihatnya, tapi sebelum itu, kau harus menenangkan diri, tenangkan dirimu dan jangan menangis lagi, karena kalau kita sampai tiba di sana Lalu perempuan itu melihatmu dalam keadaan sedih seperti ini dia akan semakin menertawakanmu. Ayah dan ibu juga akan sedih jika mereka melihatmu seperti ini," ucap dana membuat Venus mengganggukan kepalanya sambil membiarkan suaminya menghapus air matanya lalu perempuan itu mengatur nafasnya dengan baik.
"Ya,, tentu,," ucap Venus.
__ADS_1
🪵🪵🪵 Kelanjutan bab nya ada di aplikasi youtube ya... #noveltoraja 🪵🪵🪵