Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
38


__ADS_3

Venus mengambil satu persatu berkas di atas meja sampai ia mengerutkan keningnya kala ia melihat sebuah tawaran untuk menjadi model pada brand perusahaan yang dibawahi oleh Dede grup.


"Ini, bukankah brand LSM adalah bawahan dari Deretanio Dell Group?" Tanya Venus pada Indri yang saat itu sedang duduk di depan komputernya.


Maka Indri langsung mengangkat kepalanya melihat berkas yang diangkat oleh Venus hingga dia pun menganggukkan kepalanya, "ya, itu adalah bawahan Dede grup, tetapi agak sulit untuk menjadi brand ambassador LSM karena mereka adalah brand international yang sudah sangat terkenal. Yang ditawari di situ ialah menjadi model untuk salah satu produk kecilnya saja. Meski begitu, aku merasa kalau itu adalah hal yang bagus sehingga aku memasukkannya di situ," ucap Indri langsung membuat Venus tersenyum.


"Kalau begitu, aku akan mengambil ini," ucap Venus yang tentunya ingin semakin dekat dengan suaminya sehingga ia ingin mengambil pekerjaan dari LSM.


Meskipun hanya akan muncul di satu lembar majalah saja, tetapi itu sudah lebih dari cukup karena majalah LSM adalah majalah internasional yang memiliki brand sendiri untuk fashion, kecantikan, dan juga untuk perhiasan.


"Baiklah, aku akan mengaturnya untukmu," ucap Indri.

__ADS_1


"Terima kasih Kak Indri," ucap Venus membaca-baca berkas di tangannya, dan meski berkas itu amatlah tipis dan hanya sedikit penjelasan di sana, tetapi tetap saja hal itu membuat Venus menjadi sangat senang.


'Apakah suamiku mengetahui ini? Atau dia yang sengaja mengaturnya? Tapi itu tidak mungkin, tidak mungkin suamiku memiliki waktu untuk mengurus masalah ini,' ucap Venus dalam hati yang justru merasa lebih baik jika suaminya tidak mengambil bagian dalam masalah tersebut.


Karena dengan begitu, artinya dia bisa menggunakan kemampuannya sendiri untuk dilirik oleh LSM.


Oleh sebab itu, Venus merasa begitu bahagia dan dia pun lanjut melihat-lihat berkas yang ada di atas meja sebelum Dia memutuskan untuk memilih beberapa dan meletakkannya secara terpisah agar diurus oleh Indri.


Saat itu, jam makan siang sudah tiba sehingga Venus pun menatap indri, "waktunya jam makan siang, apa Kak Indri sudah ada jadwal untuk makan bersama seseorang?" Tanya Venus yang mau mengajak perempuan itu makan bersama.


"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi makan siang," ucap Venus sembari berdiri langsung dijawab anggukan Indri hingga Venus pun keluar meninggalkan agensi.

__ADS_1


Saat Venus hendak memasuki mobil pribadinya, Venus menghentikan langkahnya ketika Haruka bersama suaminya tiba-tiba saja muncul dengan Haruka yang langsung memanggil namanya.


"Hai Venus!" Seru Haruka langsung menarik Bimo untuk berjalan ke arah Venus.


Sementara Venus, dia berbalik ke arah sumber suara dan melihat dua orang penghianat menjijikan yang mendekat ke arahnya.


Venus pun tidak berkata apa-apa dan hanya menatap kedua orang itu sampai Haruka dan Bimo sudah berdiri dengan jarak 3 langkah dari hadapannya.


"Sepertinya kau mau pulang,,, tapi mobil siapa ini?" Ucap Haruka memperhatikan mobil yang akan ditumpangi oleh Venus.


Meski mobil tersebut terlihat biasa-biasa saja dari luar, tetapi bagian dalamnya didesain dengan sangat nyaman untuk Venus sehingga orang-orang yang melihatnya akan merasa bahwa mobil itu ialah mobil yang tidak perlu diperhatikan, tetapi sebenarnya biaya pekerjaan mobil tersebut amatlah mahal senilai dengan mobil kelas dunia.

__ADS_1


"Mobil siapa ini, itu bukanlah urusanmu. Tapi kalian menghampiriku pasti ada alasannya," ucap Venus yang merasa bahwa dia tidak perlu lama-lama dengan kedua orang di depannya, dia berharap kedua orang itu segera berbicara agar mereka cepat-cepat berpisah dan Venus bisa menghirup udara segar.


"Ah, ya,, Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu, karena acara comeback mu kali ini benar-benar sangat bagus. Kau mendapatkan jutaan followers di Instagram dan juga YouTube, dan bahkan kalau mendapat banyak sekali tawaran pekerjaan. Tapi aku khawatir hanya pekerjaan-pekerjaan kecil yang akan diizinkan agensi untuk kau kerjakan, sedangkan pekerjaan-pekerjaan besar akan dioper padaku," ucap Haruka dengan raut wajah penuh menghina hingga membuat Venus mengepal tangannya.


__ADS_2