
Cekrek cekrek cekrek....
Venus yang baru saja menyelesaikan pemotretannya pada sore hari langsung meninggalkan tempat pemotretan untuk kembali ke agensi karena dia memiliki barang yang tertinggal di agensi.
Tetapi ketika dia tiba di agensi, Venus mengeryit saat dia yang berdiri di depan lift menunggu lift tiba menjemputnya malah di berikan berikan pemandangan bagus.
Terlihat febriani keluar dari lift dengan wajah yang sangat pucat dan raut wajah tertekan.
'Ada apa dengannya?' ucap Venus dalam hati sambil melirik febriani sebelum dia melangkahkan kakinya memasuki lift.
Begitu tiba di dalam lift, Venus sempat melihat febriani yang keluar dari lift langsung membungkuk 90° pada seorang model yang tampak melihatnya dengan tetapan menghina.
Hal itu membuat Venus langsung mengerti apa yang tercela terjadi pada perempuan itu, tetapi Venus tidak terlalu memusingkan hal tersebut dan dia hanya naik ke lantai 8 di mana ruangan Indri berada.
Tetapi di lantai 3, kepala Humas baru saja memasuki lift hingga bergabung dengan Venus, dan kepala humas yang bersama-sama dengan asistennya kemudian berbincang-bincang dalam lift.
__ADS_1
"Perilisan pernyataan Haruka akan digelar besok pagi, jadi siapkan acaranya dengan matang, kita harus mengembalikan nama baik Haruka karena dia masih berpotensi untuk menjadi model yang memberikan sumbangsih terbaik untuk agensi ini," ucap kepala Humas pada asistennya.
"Baik Pak," jawab sang asisten bersamaan dengan lift yang kini berhenti di lantai 8 lalu Venus pun bersikap ramah pada dua orang yang ada dalam lift sebelum dia keluar meninggalkan dua orang itu.
Begitu keluar dari lift, Venus mengerut kan Keningnya memikirkan apa yang akan terjadi besok.
Lalu setelah beberapa langkah, Venus pun mengambil ponselnya lalu dia berbalik memasuki toilet yang terletak di lantai 8.
Untung saja saat itu toiletnya sedang kosong jadi Venus pun dengan lega bisa berteleponan secara leluasa.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Selamat sore, aku ingin menanyakan tentang informasi yang sudah Kau dapatkan, Apakah semuanya sudah siap?" Tanya Venus.
__ADS_1
"Sudah, kami sudah siap merilis pertanyaannya, wartawan internasional sudah kami hubungi untuk merilis pernyataan tersebut." Ucap pria dari seberang telepon membuat Venus tersenyum puas.
"Bagus, lakukan dengan bagus dan jangan sampai ketahuan bahwa kau yang mengurus semua ini, Aku ingin beritanya terlihat natural bahwa sang wartawan sendiri yang menyelidiki semuanya," perintah Venus pada orang di seberang telepon yang merupakan manajer hotel xx.
"Tentu saja Nyonya, pokoknya akan saya bereskan dengan rapi," ucap sang manajer hotel dari seberang telepon membuat Venus merasa puas sehingga dia pun mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Setelah selesai berteleponan, maka Venus keluar dari toilet Lalu dia pergi ke ruangan Indri dan melihat Indri sedang sibuk-sibuknya berteleponan dengan seseorang membahas masalah pekerjaan yang sudah disetujui oleh CEO.
Oleh sebab itu, Venus tidak mengatakan apapun dan dia hanya mengambil barangnya yang tertinggal di ruangan Indri sebelum duduk di sofa menunggu Indri selesai berteleponan.
"Baik mbak, kalau begitu besok kami akan datang untuk menandatangani surat kontraknya," ucap sang manajer pada orang di seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri lalu Indri berbalik menghampiri Venus yang duduk di sofa.
"Barusan yang menelpon adalah perwakilan dari jnk, besok pagi adalah penandatanganan kontrak untuk mu, menjadi salah satu model yang akan berpartisipasi dalam acara fashion show yang akan digelar oleh brand mereka." Ucap Indri membuat Venus menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Kirimkan saja jadwalnya padaku, supaya aku bisa bersiap-siap." Ucap Venus.
__ADS_1
"Baiklah," jawab Indri.
🌺🌺🌺 Bocoran bab berikutnya ada di youtube ya.. cukup ketik #noveltoraja di pencarian YouTube.