Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
175


__ADS_3

Pelayan yang pergi menghampiri Venus kini telah tiba di hadapan kedua perempuan itu, lalu dia kemudian berkata, "Apakah Nona berdua membutuhkan minuman?"


April langsung mengganggu kan kepalanya sehingga dia mengambil satu gelas yang ada di sana yang merupakan gelas paling dekat dengannya.


Gelas itu berisi kadar alkohol yang sedang saja, sementara Venus juga mengambil salah satu gelas yang paling dekat dengannya yaitu gelas yang memiliki kadar alkohol paling tinggi.


"Silakan nikmati minuman kalian," kata Sang pelayan sebelum dia pergi meninggalkan dua perempuan itu untuk melayani para tamu-tamu yang lain.


Sementara Venus dan April, keduanya saling bersulang satu sama lain sebelum mereka menikmati minuman yang diberikan pada mereka.


Keduanya meminum sampai tersisa setengah gelas saja dan terus melanjutkan aktivitas mereka menari bersama.


Tak jauh dari mereka, Amanda terus memperhatikan kedua perempuan itu, 'ayolah, alkoholnya bereaksi cepat! Aku ingin melihat dia kejang-kejang dan kepanasan hingga melepaskan pakaiannya di tempat ini!!' ucap Amanda dalam hati dengan rasa tak sabarnya menatap kejadian itu.


Tetapi harapan perempuan itu harus putus ketika tiba-tiba saja Venus dihampiri oleh Danang yang langsung merangkul Venus dan mengambil minuman dari tangan istrinya lalu menghabiskan minuman tersebut.


"Lho, sayang?" Venus terkejut.


Danang tidak mengatakan apapun, ia hanya memberikan gelas kosongnya pada April sambil berkata, "sudah sangat larut malam, kau harus beristirahat karena besok kita mau jalan-jalan berdua."


"Aduh, kau ini!!! Biarkan saja kami di sini 5 menit lagi, lagi pula jalan-jalannya bisa ditunda kapan-kapan saja!" Gerutu April pada kakaknya, namun dia langsung terdiam ketika dia diberikan tatapan tajam dari Danang.


Maka Danang pun dengan cepat merangkul istrinya meninggalkan tempat itu.


Tetapi ketika keduanya baru akan memasuki kamar, tiba-tiba Venus merasakan tubuhnya sangat panas dan jantungnya berdegup amat kencang.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Tanya Danang pada istrinya ketika ia memperhatikan raut wajah istrinya tampak tidak baik.


"Uh,," Venus langsung berpegangan pada tubuh suaminya, tetapi pegangan itu sangat lemah sehingga membuat danau sangat cemas lalu dengan cepat menggendong istrinya ke dalam kamar dan membaringkan perempuan itu di tempat tidur.


Setelah itu, Danang langsung mengambil telepon yang terletak di dalam kamarnya lalu menekan tombol 5 sebagai tombol untuk saluran petugas medis.


"Datang ke kamarku sekarang juga!!!" Perintah Danang pada orang di seberang telepon sebelum dia menutup panggilan telepon tersebut lalu kembali fokus pada istrinya yang tampak sangat menderita.


Terlihat perempuan itu kesulitan bernafas, dan keringat membasahi seluruh keningnya sehingga tangannya Venus bergerak-gerak melepaskan pakaiannya karena terasa panas.


"Ah,, ah,, hah,,," Venus berusaha untuk berbicara pada suaminya, Tetapi dia tidak bisa mengatakannya hingga hanya bisa meneteskan air matanya sambil berpegangan lemas pada lengan suaminya.


Sementara Danang, pria itu melihat ke arah pintu dan menunggu datangnya petugas medis.


Venus menggerak-gerakkan tubuhnya, ua meliuk-liuk, Tetapi dia tidak bisa berbicara apapun bahwa saat ini dia merasakan perutnya begitu sakit.


Meski begitu, dokter yang ada di sana tetap melakukan pemeriksaan secara akurat, namun salah seorang dokter terkejut ketika ia menyingkap selimut Venus dan melihat ada darah yang membanjiri kasur.


"Ini!! Apa dia sedang hamil atau hanya sekedar mens biasa?" Tanya Dokter pada Danang langsung membuat Danang terkesiap menatap darah itu, dia terdiam beberapa detik sebelum dia tersadar lalu menatap dokter dengan serius.


"Ini bukan jadwal datang bulannya," ucap Danang dengan meraut wajah yang begitu pucat karena tak menyangka bahwa istrinya akan mengalami hal separa itu.


"Cepat bawa dia ke IGD!!" Perintah salah seorang dokter senior di sana langsung membuat Danang dengan cepat mengangkat istrinya lalu melarikan perempuan itu keluar dari kamar.


Begitu masuk ke lift, salah seorang dokter yang sempat membawa selimut langsung menutupi tubuh Venus dengan selimut.

__ADS_1


Sementara lift turun ke lantai 3 di mana unit kesehatan berada, saat itu juga beberapa kali pintu lift terbuka karena hendak digunakan oleh orang lain, tetapi sang dokter dengan cepat menutup kembali pintunya dan memberi kode pada orang-orang bahwa saat ini mereka dalam keadaan darurat dan tidak bisa menunggu lebih lama.


Tidak ada juga orang yang berani untuk membantah saat karena mereka melihat Danang yang merupakan anak pertama keluarga Del kini berada dalam lift dalam keadaan panik sambil menggendong seseorang yang dibungkus dengan selimut.


Tetapi ketika mereka tiba di lantai 4, saat itu Nyonya Del hendak turun ke lobi untuk pergi ke taman menghampiri putrinya ketika dia terkejut melihat putranya berada dalam lift sambil menggendong seseorang.


Maka tanpa bisa dicegah, perempuan itu langsung masuk ke dalam lift sambil menatap putranya, "Apa yang terjadi?!" Tanya Nyonya Del sambil menyingkap selimut yang menutupi kepala Venus, dan dia sangat terkejut ketika melihat wajah Venus tampak sangat pucat dan penuh keringat.


Ting!


Lift akhirnya berhenti, lalu mereka semua segera keluar dari lift dengan Danang yang langsung membawa Venus mengikuti dokter yang berlari cepat di depannya.


Begitu tiba di ruangan khusus, Venus langsung dibaringkan di tempat tidur lalu dokter yang bersama dengan Danang serta beberapa dokter yang lain yang ada di ruangan itu menunggu kedatangan mereka, kini langsung menangani Venus dengan meletakkan alat-alat bantu pada tubuh Venus.


Nyonya Del yang ada di sana yang melihat situasi darurat dan apalagi selimut yang dipenuhi darah, ia langsung menatap putranya dengan tatapan marah, "Apa yang kau lakukan pada istrimu?!!" Teriak Nyonya Dell.


Melihat ibunya yang terlalu panik, maka Danang pun Hanya bisa menarik ibunya keluar dari dalam ruangan itu supaya dokter bisa bekerja dengan tenang.


Begitu tiba di luar ruangan dan pintu ruangan ditutup, Danang kemudian berkata, "dia tiba-tiba saja mengalami kejang, Sepertinya dia minum alkohol dengan kabar yang sangat tinggi, sekarang juga Ibu perintahkan pihak bandara agar tidak membiarkan satupun orang keluar dari tempat ini!"


"A,, apa?!" Nyonya Del sangat terkejut, karena ucapan putranya seperti mengatakan padanya bahwa seseorang berusaha melukai menantunya.


Meski Nyonya Dell Sangat terkejut, Ia tetap meraih kesadarannya lalu perempuan itu dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi suaminya.


Sementara Danang yang ada di sana, dia duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang begitu cemas.

__ADS_1


__ADS_2