
"Tapi aku khawatir hanya pekerjaan-pekerjaan kecil yang akan diizinkan agensi untuk kau kerjakan, sedangkan pekerjaan-pekerjaan besar akan dioper padaku," ucap Haruka dengan raut wajah penuh menghina hingga membuat Venus mengepal tangannya.
🧖🧖🧖
Meski begitu, Venus tetap menunjukkan wajah tenangnya di hadapan dua orang itu, Sebab Dia tidak mau lagi diinjak-injak oleh kedua orang itu, "ah ya, tidak masalah, memang bekas ku lebih cocok digunakan oleh orang-orang yang tidak mampu, jadi ambillah pekerjaan itu sepuas hatimu. Oh ya, masih ada satu hal yang perlu ku katakan padamu, Tolong segera keluar dari rumahku karena sebentar sore aku akan pergi mengambil rumah itu!! Masih ada beberapa jam untukmu beres-beres!" Ucap Venus dengan sebuah tatapan mengejek sebelum dia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.
Haruka yang hendak berbicara mengumpati perempuan itu langsung menahan diri saat Bimo menahannya dan membiarkan mobil yang ditumpangi Venus segera pergi meninggalkan mereka.
Maka Haruka hanya bisa mendengus kesal, "dasar sialan! berani-beraninya dia berpikir untuk mengusir kami dari rumah kami sendiri?" Kesal Haruka.
Bimo yang mendengarkan ucapan Haruka hanya bisa mengelus kepala Haruka dengan pelan, "jangan terlalu memikirkannya, sekarang kita sedang terburu-buru. Lagi pula, dia tidak akan bisa mendapatkan harta warisannya lagi karena umurnya sudah lewat dari 23 tahun, jadi tidak usah mencemaskannya." Ucap Bimo merangkul istrinya ke arah mobil milik mereka.
"Kau benar, dia hanya berbicara omong kosong saja!" Ucap Haruka.
Sementara Kadita yang duduk di dalam mobil, perempuan itu menyuruh sopir untuk mengantarnya ke sebuah restoran terdekat untuk makan siang.
Namun Di tengah perjalanan, Venus merasa heran ketika tiba-tiba saja ponselnya berdering dan memperlihatkan nama pemanggil adalah suaminya sendiri.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
__ADS_1
Meski merasa heran Kenapa di jam makan siang seperti itu suaminya menelponnya, tetapi Venus tetap mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo sayang," jawab Venus pada pria di seberang telepon.
"Apa kau sudah makan siang?" Tanya Danang.
"Aku masih dalam perjalanan untuk pergi ke sebuah restoran. Bagaimana denganmu?" Tanya balik Venus yang penasaran tentang apa yang sedang dilakukan oleh suaminya.
"Aku juga dalam perjalanan untuk pergi ke restoran, Bagaimana kalau kita bertemu di restoran xx?" Tanya Danang langsung membuat Venus merasa sangat senang.
"Tentu saja, kalau begitu aku akan pergi ke restoran xx," ucap Venus di iyakan oleh pria dari seberang telepon hingga Venus pun merasa begitu senang.
Saat turun dari mobil, Venus langsung melemparkan senyumnya ke arah seorang pria yang juga turun dari mobil. .
Venus berlari ke arah pria itu dan terkejut ketika Danang dengan cepat mengulurkan masker dan topi padanya dengan pria itu juga segera memakai masker dan topinya.
"Kau,," Venus memperhatikan suaminya, dan dia melihat suaminya tampak lucu di dalam penyamaran tersebut.
"Ada apa?" Tanya Danang.
__ADS_1
"Ini pertama kalinya aku melihatmu berpenampilan seperti ini, dan sekarang aku menyadari kalau bagaimanapun penampilan mu, kau tetap tampan di mataku!!" Ucap Venus.
"Jangan menggodaku atau kau akan menyesal," ucap Danang langsung merangkul istrinya memasuki restoran.
Mereka memasuki ruangan VIP di restoran tersebut barulah keduanya membuka masker dan topi mereka.
"Bagaimana pekerjaanmu pagi ini?" Tanya Danang saat mereka sudah duduk bersama.
"Ya,,, semuanya berjalan dengan lancar aku mendapat banyak tawaran pekerjaan, tapi aku yakin tidak semua tawaran pekerjaan itu dapat ku kerjakan. Namun, aku mendapat tawaran pekerjaan dari LSM untuk tampil membawakan salah satu koleksi musim panas mereka, Apakah kau ada hubungannya dengan tawaran pekerjaan itu?" Tanya Venus yang merasa penasaran bahwa suaminya mungkin melakukan sesuatu untuk membantunya.
Tetapi Danang malah mengerutkan keningnya, dan dia sama sekali tidak tahu menahu tentang hal itu Sebab Dia hanya membantu istrinya membuat banyak orang melihat akun sosial medianya, tidak pernah mengatakan sesuatu pada LSM.
"Tidak, Aku tidak pernah berbicara dengan mereka. Kau bilang kau mau mencapai segalanya dengan usahamu sendiri, jadi aku tidak berani membantumu kalau kau tidak memintanya," ucap Danang berbohong.
"Benarkah? Kalau begitu, mereka memang memilihku karena melihat potensiku," ucap Venus merasa sangat senang sebab selama ia menjadi model, Ini pertama kalinya ia akan bekerja sama dengan brand LSM yang sangat terkenal dan telah mendunia.
Meski itu hanya peran kecil saja, tetapi tetap saja setidaknya akan ada dua halaman pada majalah LSM yang akan dihiasi dengan wajahnya.
Itu saja sudah cukup membanggakan baginya.
__ADS_1