Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
89


__ADS_3

Setelah Danang berangkat bekerja, maka Venus kemudian ditemui oleh dokter lalu mereka berbincang-bincang selama beberapa saat sampai akhirnya bel pintu kamar Venus berbunyi.


Ding dong!


Ding dong!


"Tolong tunggu sebentar," kata venus dianguki oleh sang dokter lalu Venus pun segera pergi ke arah pintu dan melihat dari jalan pintu bahwa ternyata yang datang ialah Bimo dan Haruka sehingga perempuan itu tersenyum penuh kemenangan.


Venus kembali menghampiri sang dokter, lalu ia mengatakan bahwa perannya di tempat itu sudah selesai sehingga Venus pergi mengantar dokter tersebut untuk keluar dari kamarnya.


Begitu pintu kamar terbuka, Haruka beserta Bimo langsung menundukkan kepala mereka menatap dokter yang keluar dari kamar Venus sebelum mereka menatap ke arah Venus yang kini berdiri di hadapan mereka tanpa memberi izin mereka untuk masuk ke kamar.


"Kau sedang sakit?" Tanya Bimo memperhatikan perempuan di depannya.


"Ah, ya,, aku memanggil dokter untuk memeriksa ku," ucap Venus.


Mendengar ucapan Venus, maka Bimo merasa begitu senang, "Kalau kau sakit, tidak perlu memaksakan dirimu untuk pergi ke pemotretan LSM, masih ada Haruka yang bisa menggantikanmu untuk pergi ke pemotretan. Kalau kau sakit dan pergi ke sana, maka saat pemotretan berlangsung dan kau tumbang, maka itu akan semakin membuat keadaan menjadi sangat buruk.

__ADS_1


"Juga, para petinggi perusahaan baru saja menghubungiku dan menginginkan supaya kontrak dengan LSM benar-benar dijalankan sesuai isi kontraknya, karena ini adalah peluang bagi agensi kita dan akan membuka kesempatan bagi model-model lainnya untuk berkarir di luar negeri terutama bersama LSM!


"Apalagi kalau tidak ada perwakilan dari agensi kita yang pergi, maka agensi kita akan dituntut ganti rugi oleh LSM dan tahu sendiri bahwa jumlahnya tidak main-main!" Tegas Bimo langsung membuat Haruka menganggukan kepalanya.


"Apa yang dikatakan suamiku itu benar, kau sedang sakit jadi tidak perlu pergi, biarkan aku pergi menggantikanmu! Tapi karena Sekarang kami tidak bisa sembarang keluar dari hotel ini karena banyak wartawan di luar, maka karena ini adalah hotel mu, aturkanlah penyamaran bagi kami untuk keluar dari hotel ini dengan aman!" Tegas Haruka.


"Ah, aku masih bisa pergi ke LSM, Jadi kalian tidak perlu khawatir untuk menggantikanku, tapi kalau kalian mau pergi jalan-jalan keluar, aku bisa menyuruh pihak hotel untuk membantu kalian keluar, tunggulah sebentar aku akan menelpon mereka." Setelah berbicara, tanpa aba-aba fans langsung masuk ke kamarnya lalu menutup pintu kamarnya.


Melihat kesombongan Venus, maka Haruka berdecak kesal, "ck! Dasar! Memangnya apa yang bisa ia lakukan? Dia sudah diberikan obat sakit perut, Jadi sampai malam nanti dia akan terjebak di dalam kamar karena harus bolak-balik masuk toilet! Dan dia juga tidak akan bisa melaporkan masalah ini ke pihak berwajib karena tentunya dia adalah pemilik hotel ini, kalau ada berita keracunan di hotel ini maka orang-orang akan enggan untuk menginap di sini dan hotelnya bisa menjadi sepi," Ucap Haruka sambil menatap jijik pintu kamar yang ada di hadapan mereka.


Dia sangat percaya diri bahwa meski Venus berkata Dia akan tetap pergi ke LSM Tetapi dia yakin perempuan itu tidak akan berani keluar dari hotel saat obatnya sudah mulai bereaksi.


Keduanya bersiap-siap selama 10 menit, karena sejak subuh tadi Haruka memang sudah bangun untuk bersiap pergi ke rumah namun sekarang hanya perlu menyiapkan beberapa barangnya saja yang masih berserakan di dalam kamar sampai akhirnya seseorang mendatangi kamar mereka.


Saat Haruka membuka pintu kamar, dilihatnya petugas hotel berdiri di depannya dengan sangat sopan, "Nyonya Venus memerintahkan kami untuk mengantar kalian ke luar, silakan ikuti saya." Kata petugas hotel tersebut langsung membuat Haruka menganggukkan kepalanya lalu dia dan Bimo segera keluar dari kamar.


Saat melewati kamar Hana, Haruka menekan bel kamar perempuan tersebut hingga Hana juga keluar dari kamarnya lalu mereka pergi mengikuti petugas hotel yang menunjukkan jalan pada mereka.

__ADS_1


Saat mereka tiba di lantai lobi, Haruka mengerutkan keningnya kalau mereka melihat sebuah truk kontainer kecil di hadapan mereka.


"Jangan bilang kami disuruh masuk ke truk ini?" Tanya Haruka pada petugas hotel yang ada bersama-sama dengan mereka.


"Maaf, hanya ini yang bisa kami lakukan untuk mencegah para wartawan melihat kalian. Tapi nona Venus berkata kalau kalian tidak menyukainya maka kalian bisa mencari cara lain untuk keluar dari sini tanpa ketahuan oleh wartawan," kata petugasnya hotel yang ada di sana langsung membuat Haruka bersama dua orang yang bersamanya benar-benar merasa kesal pada Venus.


"Ini semua pasti disengaja oleh Venus, bisa-bisanya Ia memiliki ide terburuk yang pernah dimiliki oleh orang lain dengan menyuruh seorang model terkenal beserta CEO masuk ke dalam sebuah truk kontainer!!" Kesal Haruka yang enggan untuk menaiki truk kontainer tersebut.


Tetapi Bimo yang ada di sana segera naik ke atas truk lalu mengulurkan tangannya pada Haruka, "hanya 1 menit untuk keluar dari sini, Jadi tidak perlu memikirkannya!" Tegas Bimo.


Haruka masih tidak mau menurunkan harga dirinya harus masuk ke dalam sebuah truk kontainer, sehingga perempuan itu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak! Bagaimana bisa seorang model internasional seperti ku masuk ke dalam truk kontainer?!!"


Melihat istrinya yang tidak mau bekerja sama, maka Bimo akhirnya berkata, "Kalau begitu, tidak perlu pergi ke pemotretan LSM, karena kalau kita mau pergi menggunakan mobil lain, maka para wartawan akan menahan kita dan bukannya tiba di tempat pemotretan, kita malah akan masuk ke dalam berita!!!"


Setelah berbicara, Bimo menghendak turun dari truk kontainer ketika Haruka dengan cepat menahannya, "tunggu?!" Haruka menggertakan giginya, "Baiklah, Hanya Satu menit saja!!" Kata Haruka akhirnya menaiki truk kontainer itu disusul oleh Hana sebelum para petugas menutup pintu truk kontainer.


Sang petugas hotel yang ada di sana kemudian berkata, "kau tahu apa yang harus kau lakukan kan? Bawa mereka ke gedung A!"

__ADS_1


Setelah berbicara, petugas hotel menyerahkan uang pada pria yang ada di hadapannya.


"Baik!" Ucap sang pria yang merupakan sopir truk tersebut sebelum dia pergi ke kursi kemudian dan mulai menjalankan mobil.


__ADS_2