
Kesenangan Haruka terus bertahan dari pagi sampai siang hari menjelang, perempuan itu sengaja makan siang di restoran termahal untuk meluapkan kegembiraannya karena apa yang telah Ia capai.
Ditemani Bimo, keduanya makan dengan sangat romantis di lantai 88 sebuah restoran yang menyajikan pemandangan luar biasa.
"Aku tidak percaya kita bisa datang ke tempat ini hanya dengan mengatakan namaku saja. Pemilik tempat ini benar-benar tahu mana orang yang harus disanjung," ucap Haruka yang jelas tahu bahwa pemesanan di restoran tersebut tidaklah mudah biasanya orang melakukannya beberapa bulan sebelum datang makan di tempat tersebut.
Namun kali ini, mereka mendapatkannya hanya dalam beberapa jam saja hingga membuat Haruka merasa menjadi orang yang paling beruntung sedunia.
Bimo juga ikut merasa senang, "kau benar, ke depannya akan ada lebih banyak hal baik yang menghampiri kita." Kata Bimo sambil mengambil gelas anggurnya lalu mendetingkannya dengan gelas anggur Haruka hingga mereka berdua menikmati makanan mereka.
Saat Haruka menikmati anggurnya, ia mengerutkan keningnya melihat Venus dan Indri juga baru saja datang di tempat itu lalu mereka duduk di salah satu meja di lantai 88.
__ADS_1
"Kenapa mereka bisa di sini?" Ucap Haruka yang tak percaya bahwa secara kebetulan mereka bisa bertemu dengan Venus di tempat tersebut.
"Siapa?" Tanya Bimo sambil mengikuti arah pandangan istrinya dan dia terkejut melihat Venus yang sementara duduk bersama-sama dengan Indri.
Saat itu, Indri juga tak sengaja melihat ke arah mereka sehingga Indri melemparkan senyumnya pada kedua orang itu.
Senyuman Indri membuat Haruka dan Bimo Merasa tidak senang, tetapi mereka tidak bisa membuat keributan di tempat itu sehingga keduanya hanya bisa terdiam dan berusaha mengabaikan kedua orang itu.
Suaminya pastilah seorang yang begitu kaya dan berpengaruh hingga mampu memiliki tempat tersebut, bahkan merupakan restoran yang paling sulit untuk ditempati makan karena selain harus menunggu selama berbulan-bulan untuk menunggu kesempatan makan dari reservasi yang dilakukan, biaya satu kali makan di tempat itu juga tidak main-main.
Venus tersenyum tipis, "aku akan mengatakannya padamu Jika saatnya sudah tiba," ucap Venus yang belum memberitahu Indri bahwa bukan hanya restoran di lantai 88 saja yang merupakan milik suaminya, tetapi seluruh gedung tempat mereka berada ialah milik suaminya.
__ADS_1
Indri mengangguk pelan, "Aku harap pernikahanmu dengan suamimu selalu berjalan harmonis dan bahagia." Ucap Indri dengan tulus.
"Terima kasih Kak Indri, Aku harap Kak Indri juga segera mendapatkan seorang pria yang akan menjadi pelabuhan hati Kak Indri," ucap Venus membuat Indri merasa malu karena harapan yang diberikan Venus untuknya.
"Kau membuatku malu," ucap Indri membuat Venus akhirnya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya sambil tertawa kecil.
Saat itu juga, makanan yang mereka pesan telah datang sehingga keduanya fokus pada makanan mereka sampai beberapa menit kemudian Indri menatap jam tangannya lalu berkata, "5 menit lagi beritanya akan rilis."
"Hm," jawab Venus dengan singkat sambil melirik ke arah Haruka dan Bimo yang masih sementara menikmati makanan mereka.
Terlihat kedua orang itu sangat bahagia menikmati makanan mereka hingga membuat Venus semakin tak sabar lagi untuk melihat perubahan ekspresi mereka setelah berita pembongkaran kebohongan mereka rilis di internet.
__ADS_1