Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
77


__ADS_3

Setelah berpisah dengan pihak LSM, maka Venus bersama rombongannya kembali menaiki mobil milik mereka untuk kembali ke hotel xx.


Saat berada dalam mobil, Haruka yang sedari tadi memegang penjelasan tema dan konsep untuk pemotretan LSM kini menyerahkan berkas tersebut pada suaminya.


"Sayang, Tolong bacakan untukku dan katakan padaku apa saja yang ada di sini?" Ucap Haruka langsung membuat Bimo mengambil berkas tersebut lalu dia pun membacakannya untuk Haruka.


Venus yang melihat itu hanya bisa tersenyum miring, dia benar-benar merasa jijik pada perempuan yang ada di depannya.


Meski begitu, Venus tidak mengatakan apapun karena dia malas untuk memulai perdebatan.


Tetapi, Indri yang duduk di samping Venus, ia mendekatkan tubuhnya ke Venus sambil berbisik pelan, "Kenapa jadi Haruka yang membaca itu? Harusnya Kau lah yang mengambil berkas itu dan mempelajarinya, Karena kaulah yang akan melakukan pemotretan untuk LSM!" Kata Indri yang merasa kesal bahwa saat ini Haruka bersikap seolah-olah dialah yang akan melakukan pemotretan itu.


Padahal, sudah jelas bahwa Tiara yang berasal dari pihak LSM jauh lebih senang kepada Venus ketimbang Haruka.

__ADS_1


"Biarkan saja, biarkan dia berfantasi," ucap Venus langsung membuat Indri menganggukkan kepalanya meski Sebenarnya dia tidak terlalu mengerti mengapa Venus tampak acuh tak acuh.


Saat ini dia cemas bahwa nantinya Haruka benar-benar akan menggantikan Venus melakukan pemotretan, namun dia tidak bisa mengatakan apapun sampai akhirnya mobil tiba di hotel xx.


Begitu mobil berhenti, pegawai hotel langsung membukakan mereka pintu lalu ketika turun dari mobil, Venus terkejut saat salah satu pegawai hotel langsung menghampirinya dan memberikan satu buket bunga.


Hal itu membuat semua orang berhenti menatap ke arah Venus, apalagi Haruka yang kini merasa kesal serta tidak mengerti mengapa Venus malah mendapatkan buket bunga, sementara dirinya juga yang adalah seorang model namun tidak mendapatkan apa-apa?


"Buket bunga ini dari siapa?" Tanya Venus pada staf hotel hotel.


"Baiklah, kalau begitu sampaikan ucapan terima kasihku padanya," kata venus langsung membuat sang staf hotel mengangguk dengan pelan.


"Baik Nyonya," ucap staf hotel tersebut hendak berjalan pergi ketika Haruka yang ada di sana malah menghentikannya.

__ADS_1


"Tunggu!" Kata Haruka langsung membuat staf hotel tersebut menatap ke arah Haruka.


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya sang staf hotel.


Haruka mengangkat dagunya tinggi-tinggi sambil berkata, "aku ada pertanyaan untukmu, Bukankah Kami memang memesankan kamar hotel untuknya pada kamar hotel nomor 213? Tapi kenapa kau berkata kalau kalian salah memberikan kamar dan salah memindahkannya ke kamar VIP? Juga, aneh sekali ketika kami datang kalian mengatakan bahwa semua kamar VIP sudah kosong kecuali satu kamar yang saat ini kami tempati, Tetapi setelah itu kalian Langsung memberikan kamar hotel untuk Venus? Kalian berbohong pada kami?" Tanya Haruka yang merasa aneh dengan pihak hotel tersebut.


Juga yang membuatnya merasa bingung ialah Mengapa manajer secara pribadi mengirim bunga untuk Venus, Memangnya Venus ini apa sampai manajer hotel secara langsung menyiapkan buket bunga untuknya???


Sang staf hotel yang ada di sana dengan sopan berkata, "itu memang benar, tadi pagi ketika kalian datang, ke kamar VIP memang sudah penuh kecuali kamar yang kalian tempati saat ini. Sementara kamar yang ditempati ada Nyonya Venus ialah kamar khusus yang memang selalu disiapkan untuk Nyonya Venus setiap kali dia berkunjung ke tempat ini."


"A,, apa?!" Haruka maupun Bimo serta Hana dan juga Indri sangat terkejut mendengarkan ucapan staf hotel.


Kamar khusus?!

__ADS_1


"Kamar khusus Apa maksudmu yang memang disediakan untuk Venus?" Tanya Bimo yang tidak mengerti dengan ucapan staf hotel yang ada di depannya.


"Nyonya venus adalah pemilik hotel ini, jadi tentunya kami menyediakan kamar khusus untuknya berbeda dari kamar VIP yang lain." Kata staf hotel itu membuat semua orang terdiam menatap Venus yang saat itu hanya melemparkan senyum pada mereka semua.


__ADS_2