Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
79


__ADS_3

Karena pemotretan dengan LSM akan dilaksanakan dalam satu minggu lagi, maka Venus menghabiskan waktunya di kota P dengan berjalan-jalan bersama dengan Indri, serta melakukan pengelolaan terhadap hotel dan beberapa restoran miliknya di kota p.


Saat ini mereka baru saja kembali dari sebuah pusat perbelanjaan dan mobil berhenti di sebuah restoran.


"Apakah ini restoran milikmu juga?" Tanya Indri karena sebelumnya mereka belum melakukan reservasi di restoran tersebut.


Padahal di kota p, segala sesuatu yang hendak dilakukan dan tempat yang akan dikunjungi harus melakukan reservasi beberapa jam sebelum melakukan perkunjungan atau bahkan ada yang sampai berbulan-bulan jika jadwal reservasinya sangat padat.


"Ya," jawab Venus dengan santai benar-benar membuat Indri tercengang mengikuti langkah Venus karena dia tak menyangka bahwa ternyata Venus memiliki banyak usaha di kota p.


Saat mereka masuk, seperti biasanya, Venus disambut dengan sangat sopan.


Kesopanan orang-orang memperlakukan Venus semakin membuat istri tak mampu berkata-kata lagi, karena sejak Venus berada di kota p mereka sudah mendatangi banyak sekali tempat usaha milik Venus, dan semua itu merupakan hadiah pernikahan Venus, jadi Indri tidak bisa membayangkan selain di kota p maka di kota mana lagi Venus memiliki banyak usaha yang didapatkan dari hadiah pernikahannya???


Bahkan, Indri tidak bisa membayangkan sekaya apa suami Venus sampai bisa menghadiahkan begitu banyak restoran dan hotel pada Venus.

__ADS_1


Meski begitu, Indri tidak mengatakan apapun, dia hanya menemani Venus yang kemudian melakukan pertemuan singkat dengan manajer restoran dan membahas berbagai hal.


Karena perbincangan Venus dengan manajer restoran sampai memakan waktu berjam-jam, maka biasanya Indri hanya bisa jalan-jalan di restoran untuk meredakan rasa bosannya, karena dia pun tidak terlalu mengerti dengan apa yang diperbincangkan kedua orang itu.


Tetapi ketika dia sedang jalan-jalan, Indri menghentikan langkahnya saat melihat Haruka dan Bimo ternyata berada di restoran tersebut.


'Bukankah kemarin mereka bilang akan pulang ke ibukota karena Haruka punya pekerjaan di sana? Tapi kenapa sekarang mereka masih ada di sini?' ucap Indri dalam hati sambil memperhatikan Haruka dan Bimo yang tampak mesra menikmati makan siang mereka.


Meski begitu, Indri tidak terlalu tertarik pada kedua orang itu sehingga dia tidak berlama-lama di sana dan langsung pergi meninggalkan mereka untuk melihat-lihat restoran di sana.


Indri pergi ke dapur untuk melihat-lihat pekerjaan di sana, dan karena Indri datang bersama Venus, Maka Ia mendapat akses untuk berjalan-jalan di semua tempat di restoran tersebut.


"Halo," jawab sang koki sambil tersenyum ke arah Indri dan menaburkan potongan seledri di atas makanan yang telah Ia buat.


'Ah,,, Kenapa aku tidak mengerjai dua orang itu?' ucap Indri dalam hati yang kini memiliki rencana jahil di kepalanya sehingga dia pun berkata, "makanan untuk meja nomor 35 Apakah sudah selesai dibuat?"

__ADS_1


"Sudah, mereka hanya perlu makanan penutup saja, ada di sana," kata sang koki menunjukkan makanan yang telah disiapkan untuk Bimo dan istrinya.


"Ah baik, bolehkah saya memotretnya sebentar?" Tanya Indri.


"Tentu saja boleh," jawab koki di sana langsung membuat Indri berjalan ke arah makanan tersebut dan berpura-pura memotret makanan yang diletakkan di atas meja.


Tempat Indri melihat makanan yang disiapkan untuk meja nomor 35 diatur dalam suhu yang rendah, karena makanan penutup yang ada di sana memang makanan yang manis-manik dan dingin, sehingga harus diletakkan pada suhu yang rendah.


Maka setelah mengambil beberapa foto, Indri kemudian keluar dari ruangan itu dan memperhatikan semua orang yang sedang fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.


'Bagus, saatnya memberi mereka pelajaran,' kata Indri kembali lagi menghampiri makanan penutup yang disediakan untuk meja nomor 35, namun saat ia hendak menaburkan sesuatu pada makanan itu, seseorang tiba-tiba saja masuk sehingga membuatnya menghentikan gerakannya dan memilih mengambil ponsel lalu berpura-pura memotretnya.


Sambil memotret, Indri menatap pria yang mengambil makanan di sana, "kalian sangat pandai membuat makanan penutup, ini terlihat sangat enak," ucap Indri memuji pria di sana.


Sang pria merasa senang dengan pujian Indri, "kami memberikan yang terbaik untuk setiap makanan kami, itu sebabnya restoran ini menjadi salah satu restoran terbaik di kota p!" Jawab pria itu sebelum keluar dari ruangan tersebut membawa makanan penutup yang sudah saatnya disajikan pada pelanggan mereka.

__ADS_1


Setelah pria itu keluar, maka Indri pun menaburkan bubuk racun yang ia ambil dari tasnya.


Setelah selesai, barulah Indri keluar dari ruangan tersebut dan berpura-pura seperti tidak terjadi apapun.


__ADS_2