Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
103


__ADS_3

Setelah memberi penghormatan pada mendiang ibu mertuanya, Venus bersama suaminya naik ke lantai 2 rumah tempat mereka berada.


Saat mereka berada di balkon dan melihat bunga-bunga yang bertebaran di halaman bawah rumah tersebut, Venus merasa seperti hidup kembali karena pemandangan yang begitu indah dan wangi Bunga yang ada di sana membuatnya merasa seperti melayang-layang.


"Woahh, ini tempat terbaik yang pernah ku datangi, satu pulau dengan hamparan bunga menutupi permukaan pulaunya. Ibumu benar-benar memikirkan hal hebat untuk melakukan semua ini Aku tidak tahu berapa lama dia mempersiapkan semua ini," ucap Venus dengan suara kagumnya menatap ke arah bunga-bunga yang terlihat begitu indah.


Penanaman bunganya diurutkan dari warna bunga yang paling cerah sampai yang paling gelap, dan saat ini semuanya berbunga dengan sangat cantik sehingga membuat mata begitu tenang melihatnya.


"Kau boleh ke sini kapanpun kau mau, aku akan selalu menemanimu Kalau kau ingin datang kemari," ucap Danang langsung membuat Venus berbalik menatap suaminya dengan mata berbinar-binarnya.


"Benarkah? Kapanpun aku mau datang ke tempat ini kau akan menemaniku?" Tanya Venus yang kini lupa bahwa dia tidak menyukai negara J, yang ada di pikirannya saat ini ialah kebahagiaannya bisa datang ke pulau tersebut bertemu dengan mendiang ibu mertuanya dan melihat pemandangan yang begitu indah.


"Tentu saja, tiga hari kedepan kita akan menginap di sini," ucap Danang sambil mengelus puncak kepala istrinya.


"Tentu!!" Jawab Venus dengan sangat bahagia sambil memeluk suaminya dengan erat dan menikmati kebersamaan mereka di tempat terbaik yang pernah Venus datangi.


Saat itu juga, beberapa pelayan telah datang menemui mereka sambil membawa makanan yang disiapkan untuk kedua orang itu.


Danang dan Venus kemudian melepaskan pelukan mereka lalu duduk di masing-masing kursi yang disiapkan di sana dan menikmati makan siang mereka sambil melihat pemandangan yang begitu indah di pulau tersebut.

__ADS_1


Sementara saat itu di negara xx, tepatnya di ibukota, Haruka bersama borombongannya juga baru tiba di bandara.


Tetapi saat mereka keluar dari bandara, banyak orang telah mengerumuni bandara mulai dari para wartawan dan juga fans Haruka, mereka semua menantikan kedatangan tiga orang tersebut.


"Haruka!!"


"Haruka!!"


Para wartawan mengelilingi Haruka dan memohon untuk melakukan wawancara selama beberapa saat, tetapi itu tidaklah menjadi perhatian Haruka karena saat ini ia melihat ke arah kerumunan yang ada di belakang para wartawan.


Para fans Haruka memperlihatkan poster berisi kekecewaan mereka terhadap agensi dan juga pada Haruka yang telah membuat kekacauan di luar negeri.


'Sial!! Bagaimana bisa dalam sekejap waktu saja mereka berbalik menyerangku?' kesal Haruka dalam hati sambil mengepal kuat tangannya dan dia sangat marah atas apa yang telah dilakukan Venus pada mereka.


"Tolong beri kami waktu, 5 menit saja untuk wawancara!!"


"Apakah benar di luar negeri manajer Hana membawa obat-obatan terlarang dan kenapa sampai membawa obat-obatan terlarang di luar negeri?!"


"Video yang beredar di internet, beserta foto-foto itu, apakah itu memang benar bahwa di hotel xx kalian melakukan sesuatu yang memalukan sampai-sampai berak di celana?!"

__ADS_1


"Tolong jawab satu saja pertanyaan kami."


"Tolong!"


"Tolong!"


"Tolong!"


Para wartawan berusaha untuk mendesak Ketiga orang yang ada di sana berbicara, tetapi karena rasa malu yang begitu luar biasa, maka mereka bertiga tidak berani untuk berbicara meski itu hanya satu kata saja.


Bahkan, ketiganya terus tertunduk sampai mereka masuk ke dalam mobil meninggalkan bandara.


"Sial!! Ini sangat memalukan!!" Geram Haruka sambil menatap ke jendela mobil di mana Dia melihat poster-poster yang menghakiminya masih diperlihatkan ke arah mereka.


*Haruka harusnya mengundurkan diri dari dunia permodelan! Orang sepertimu sungguh tidak tahu malu mempermalukan negara sendiri dengan membuat kekacauan di luar negeri!"


*Apa itu berak di celana?! Apa kau sangat bangga dengan hal tersebut hingga kau pergi ke luar negeri untuk memamerkannya?!!*


*Sangat memalukan! Berak di celana menjadi sebuah kebiasaan model dari negara xx!! Dasar tidak tahu malu!!*

__ADS_1


Tulisan-tulisan Itu benar-benar menyakiti hati Haruka, Tetapi dia juga tidak bisa membantah bahwasanya apa yang mereka katakan itu memang benar.


__ADS_2