
Ada berita terbaru yang mana memperlihatkan sangkalan seorang wartawan internasional terhadap berita yang dikeluarkan oleh agensi mereka.
"Ini,," wajah Bimo menjadi pucat pasif hingga membuat Haruka mengerutkan keningnya menatap suaminya.
👩❤️👩👩❤️👩👩❤️👩
"Ada apa?" Tanya Haruka melirik ke arah ponsel suaminya.
Namun, Haruka belum membaca satu pata kata pun di ponsel suaminya ketika panggilan telepon dari CEO mereka telah masuk ke ponsel Bimo.
Bimo menahan nafasnya melihat panggilan telepon itu karena dia bisa langsung mengetahui apa yang akan dibahas oleh CEO.
"Kenapa teleponnya tidak di angkat?" Tanya Haruka yang merasa aneh dengan suaminya sambil perempuan itu berbalik menatap layar ponselnya lalu melihat sebuah pesan yang dikirim CEO untuknya.
*Cepat kembali ke agensi sekarang juga!!*
__ADS_1
Isi pesan itu membuat Haruka merasa semakin bingung, namun ketika ada begitu banyak notifikasi pesan yang masuk di halaman Instagramnya, maka Haruka langsung mengecek Instagramnya dan sangat terkejut kala akunnya diserang oleh banyak sekali orang.
"Ada apa dengan orang-orang ini?!" Gerutu Haruka melihat pesan-pesan hinaan yang tak kunjung berhenti masuk ke Instagramnya sampai ia mengklik sebuah foto yang dikirim padanya.
"Apa,, apa ini?" Ucap Haruka kemudian melihat berita terkini dan sangat terkejut membaca berita yang sudah dibagikan berkali-kali.
"Bagaimana bisa??" Wajah Haruka menjadi pucat dan tangannya gemetar memegang ponselnya serta dia kebingungan harus berkata apa.
Sementara Bimo, ponselnya sudah berhenti berdering, tetapi pria itu kini merasa begitu frustasi dan sekarang menjadi sangat bingung tentang apa yang harus ia lakukan.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Apa yang harus kita lakukan? Kenapa ada wartawan yang merilis berita seperti itu?" Ucap Haruka sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut-denyut dan saat ini dia berada dalam suasana hati yang sangat buruk.
__ADS_1
Bimo juga memijat keningnya melihat ponsel yang terus berdering, saat ini dia merasa ketakutan bahwa segala sesuatu yang sudah mereka capai dengan bersusah payah akan segera hancur hari ini juga.
"Kita harus melakukan sesuatu, sebaiknya kita kembali dulu ke agensi," ucap Bimo membuat Haruka mendongak menatap suaminya.
"Kembali ke agensi? Aku yakin 1000% saat ini kita tidak bisa pergi ke sana karena para wartawan pasti berkumpul di sana, kita akan menjadi bahan tertawaan kalau kita sampai ditemukan oleh wartawan!!!" Tegas Haruka ketakutan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan?! Kita harus meninggalkan tempat ini terlebih dahulu!" Tegas Bimo sambil berjalan ke arah lift lalu dia menekan tombol open untuk menunggu lift datang menjemputnya.
Haruka yang melihat itu akhirnya menggertakkan giginya lalu dia pun menyusul suaminya hingga mereka memasuki lift dan turun ke lantai parkir.
Ting!
Hanya dalam sekejap, mereka telah berada di lantai parkir dan pintu lift perlahan-lahan terbuka namun saat itu Haruka melototkan matanya ketika ia melihat para wartawan ternyata sedang berkumpul menunggu mereka di parkiran tersebut.
Maka Bimo cepat-cepat menekan tombol close pada lift, tetapi terlambat karena saat itu beberapa wartawan langsung berlari ke arah lift dan menghentikan pintu yang hendak tertutup.
__ADS_1
Maka di depan lift itu, semua wartawan berkumpul menghadapkan kamera ke dalam lift merekam dua orang di dalam lift yang tampak terkejut dan ketakutan.