
Venus yang berada di negara J baru saja terbangun setelah dia tidur karena mengalami jet lag dalam penerbangan yang panjang.
"Sayang?" Ucap Venus memanggil suaminya sambil melihat keseluruhan kamar hotel.
Tetapi dia tidak mendapati Danang berada di manapun hingga membuat Venus mengerutkan keningnya.
Venus segera turun dari tempat tidur lalu dia membuka pintu kamar mandi dan melihat suaminya sedang mengisi bath up dengan sabun.
"Sayang," kata venus sambil memandangi suaminya dengan tubuh disandarkan ke arah dinding karena dia masih merasa begitu lemas.
Panggilan istrinya membuat Danang berbalik menatap Venus, lalu pria itu tersenyum sambil berjalan mendekati istrinya dan menarik perempuan itu kepelukannya.
Cup!
Sebuah ciuman di daratkan di bibir Venus, "Aku menyiapkan air hangat untuk mandi, tapi sekarang kita makan dulu sebelum mandi." Ucap Danang sambil memperhatikan istrinya, dan dia melihat wajah istrinya begitu manja sambil menatapnya.
"Aku hanya ingin dipeluk suamiku," ucap Venus dengan jujur yang mana dia malas untuk mandi dan males juga untuk makan, tapi dia hanya mau berada dipelukan suaminya.
__ADS_1
"Istriku sangat menggemaskan," kata Danang segera membawa Venus ke gendongannya lalu mereka pun pergi ke meja makan yang tersedia di dalam kamar mereka, lalu Danang mendudukkan Venus di atas pangkuannya sambil memeluk perempuan itu.
Venus menyandarkan kepalanya di dada suaminya dengan tangan melingkar di badan suaminya, "Apa kau bangun dari tadi?" Tanya Venus masih dengan suara yang serak khas baru bangun tidur.
"Baru beberapa belas menit yang lalu," jawab Danang sambil menarik seluruh rambut istrinya ke belakang dan menggunakan karet gelang yang ada di tangannya mengikat rambut istrinya.
"Kau mau makan apa terlebih dulu?" Tanya Danang sambil mengikat rambut istrinya.
Venus yang ditanyai, ia langsung menatap makanan yang ditata di atas meja kamar semuanya adalah makanan kesukaannya Dan beberapa makanan lain adalah kesukaan suaminya.
"Sup," jawab Venus dengan singkat.
Danang pun menyuapi istrinya, dengan Venus yang merasa begitu senang karena suaminya sangat memanjakannya.
Sambil menikmati sup nya, Venus mendongak menatap suaminya sambil berkata, "sayang, hm,,, Apakah kau merasa beruntung menikahiku?"
Pertanyaan istrinya membuat Danang mengerutkan keningnya, "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Danang yang merasa aneh dengan pertanyaan istrinya.
__ADS_1
"Hm,, ya karena aku pikir kau mungkin bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku," kata Venus yang merasa bahwa suaminya mungkin mengalami kesulitan karena dia yang terus bersikap manja dan segala sesuatu yang diurus suaminya untuknya.
"Dasar istriku yang menggemaskan ini! Bisa-bisanya kau berkata seperti itu?! Bukankah kita sudah pernah membahasnya? Tidak ada perempuan yang jauh lebih baik darimu untuk menjadi istriku!" Tegas Danang sambil menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir istrinya.
Venus yang melihat ekspresi suaminya hanya bisa terdiam di tempatnya, dan saat ini jantungnya berdebar-debar tak karuan dan hatinya berdesir tak menentu.
"Aku tidak akan pernah menanyakannya lagi, aku memang wanita yang paling beruntung bisa memiliki suami sepertimu," kata venus sambil memeluk erat suaminya.
Danang yang hendak menyuapi istrinya meletakkan kembali sendoknya lalu menggunakan kedua tangannya membalas pelukan istrinya.
"Jangan berpikir negatif lagi, mulai sekarang hanya ada hal-hal positif yang akan kau lalui. Ah,, Bagaimana kalau aku membawamu ke rumah orang tuaku?" Tanya Danang secara tiba-tiba membuat Venus sangat terkejut.
Venus yang awalnya memeluk erat suaminya kini melonggarkan pelukan mereka dan dia menatap suaminya sambil berkata, "kapan?"
"Kapanpun kau mau, tapi kalau kau mau dalam 2 minggu lagi akan ada acara di kediaman keluarga besarku, itu adalah acara ulang tahun adikku, dan dia mengundang banyak orang untuk datang ke sana, termasuk banyak orang dari industri hiburan dari seluruh negara," ucap Danang.
"Uh,, Kenapa kau tidak mengatakannya lebih awal? Hadiah apa yang harus kubawa?" Ucap Venus kini kebingungan karena dia tahu suaminya berasal dari keluarga kaya raya, dan tentunya hadiah yang harus dibawa adalah hadiah yang spesial dan setidaknya harus dipesan khusus.
__ADS_1
Melihat istrinya yang panik, Danang kemudian tersenyum, "jangan khawatirkan hadiahnya, Aku Yang akan menyiapkannya. Sekarang lanjutkan makannya," ucap Danang mengambil kembali sendok tehnya lalu dia menyuapi istrinya.