Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
142


__ADS_3

Di sebuah kantor.


"Perempuan sialan!!!" Teriak Sarah pada Nayla ketika Nayla mengambil sebuah keputusan yang tidak menyenangkan Sarah.


Nayla menghela nafas dengan berat, "hah,, Maaf Nyonya, kalau Nyonya tidak suka maka Nyonya bisa melakukan banding, tapi saya yakin semuanya juga akan sia-sia. Penyelidikan yang akan dimulai dari minggu depan, jadi saya rasa Nyonya harus lebih berhati-hati kalau saja selama ini saat Nyonya menjadi CEO Ada banyak hal buruk yang Nyonya lakukan untuk menipu perusahaan," ucap Nayla sebelum dia berbalik pergi meninggalkan Sarah.


"Wanita tengik!!" Teriak Sarah menatap punggung Layla yang menjauh darinya.


Beberapa saat kemudian, Sarah akhirnya duduk di kursi yang tak jauh darinya lalu perempuan itu memijat keningnya yang terasa begitu sakit sebelum dia membuka mata menatap berkas yang ada di atas meja.


"Bagaimana bisa perempuan itu memiliki semua berkas-berkas ini?" Ucap Sarah membuka berkas-berkas itu, dan dia sangat terkejut ketika ia mendapati Ada banyak hal di sana yang tidak ia lakukan tetapi masuk ke dalam daftar kecurangan yang ia lakukan pada perusahaan.

__ADS_1


"Ini,, aku tidak ingat pernah menyetujui ini," ucap Sarah sambil membolak-balik berkas tersebut.


Beberapa saat kemudian, Ia pun teringat bahwa adiknya yang bernama Gabriel pernah membicarakan masalah tersebut, katanya dia telah menanganinya dengan baik jadi dia tidak perlu khawatir.


"Sial!!!" Sarah menggertakan giginya sambil mengambil berkas itu lalu dia pun langsung pergi ke ruangan wakil CEO dan melihat adiknya sementara menikmati anggur di jam kerja.


SARAH menjadi semakin marah sehingga dia berjalan cepat ke arah adiknya lalu melemparkan berkas yang ada di tangannya ke wajah adiknya.


"Pria sialan tidak tahu diri!!" Teriak sara pada Gabriel membuat Gabriel sangat terkejut karena Ini pertama kalinya kakaknya begitu marah padanya.


"Kau bertanya seperti itu padaku?! Harusnya akulah yang bertanya seperti itu padamu!! Selama ini kau menipuku!!" Teriak sara membuat Gabriel mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa yang kau bicarakan?" Gabriel mengambil dokumen yang kini tercecer di atas mejanya lalu dia pun melihat salah satu lembar dokumen tersebut dan dia terkejut saat membaca isi dokumen tersebut.


"Nayla baru saja berbicara padaku bahwa mulai minggu depan dia akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap keluar masuknya uang di perusahaan ini!! Selama ini aku hanya menandatangani segara berkas yang kau berikan padaku, Aku bahkan tidak tahu apapun kalau kau ternyata memanipulasi begitu banyak uang perusahaan dan sekarang semuanya tercatat atas Namaku!!!" Teriak sara pada adiknya dengan urat-urat yang menonjol keluar dari kulitnya.


Sementara Gabriel yang diteriaki, pria itu masih melihat-lihat berkas yang ada di atas meja sebelum dia tersenyum lalu duduk di kursinya menatap Sarah dengan tatapan mengejeknya, "heh,, kalau begitu urus saja urusanmu sendiri, tidak ada hubungannya denganku karena semua yang menyetujui proyek dan keuangan itu adalah kau. Aku hanya melakukan tugasku dengan memeriksanya sebelum memberikannya padamu Untuk ditandatangani!!!" Tegas Gabriel langsung membuat mata Sarah melotot sempurna menatap pria di depannya.


"Bisa-bisanya kau berkata seperti itu padaku?!!! Kau tidak ingat karena siapa kau bisa berada di sini dan bantuan dari mana sehingga kau bisa duduk di kursi itu?!!!" Teriak Sarah pada adiknya dalam keputusasaannya.


Dia tak pernah menyangka bahwa adiknya yang dulunya hanya menjabat sebagai manajer di sebuah perusahaan kecil lalu dia bawa masuk ke dalam perusahaan suaminya malah akan menusuknya dari belakang.


"Hah,, apalagi yang bisa ku katakan? Ini semua salammu sendiri, Siapa suruh kau mempercayai orang yang salah dan Siapa suruh Kau terlalu bodoh sehingga sangat mudah untuk ditipu dan dikendalikan!!" Ucap Gabriel dengan senyum mengejek hingga membuat Sara semakin murka lalu dia mendekati meja pria itu dan menghamburkan semua benda di atas sampai semuanya berakhir jatuh di lantai.

__ADS_1


"Sialan!!! Kau pria sialan, aku akan membalas Apa yang telah kau lakukan hari ini!!" Teriak sara pada adiknya sebelum perempuan itu pergi meninggalkan ruangan Gabriel dalam kemarahannya.


Begitu tiba di luar ruangan, sara menghentikan langkahnya dalam keadaan frustasinya, dan kini dia kebingungan Bagaimana caranya dia akan menghadapi situasi yang saat ini sangat kacau.


__ADS_2