Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
48


__ADS_3

"Dia adalah aset perusahaan yang berharga, dia mendapatkan tawaran pekerjaan yang sangat banyak jadi dia harus dijaga dengan baik, Apa kau mau tanggung jawab kalau terjadi sesuatu padanya?!!" Bentak Bimo pada Haruka.


👩‍❤️‍👩👩‍❤️‍👩👩‍❤️‍👩


"A,, apa kayamu?" Ucap Haruka yang tak menyangka bahwa saat ini suaminya sedang membela Venus, padahal dialah yang merupakan istri dari pria itu, maka dialah yang seharusnya dibela oleh Bimo.


"Kau tuli?!! Aku bilang kau harus menjaga sikap di depan Venus, Jadi sekarang kau tidak perlu ikut ke ruang rapat dan diam di sini sampai aku kembali!!" Bentak Bimo sebelum pria itu berjalan keluar ruangan dan mengunci pintu ruangan.


Hal itu membuat Haruka langsung runtuh di tempatnya karena tak menyangka bahwa sekarang suaminya sedang membela Venus.


"Kenapa? Apakah ini gara-gara warisan itu? Apakah karena sekarang Bimo tahu bahwa Venus lebih kaya dariku sehingga dia lebih memilih Venus?" Ucap Haruka yang benar-benar tak percaya atas apa yang baru saja dikatakan suaminya padanya.


Perempuan itu berada dalam perasaan linglungnya dan terus berpikir keras apa saja alasan yang membuat pria itu berubah.


Sementara di ruang rapat, kini Bimo sudah tiba di sana dan dia melihat Venus yang sudah duduk dengan tenang meski rambut perempuan itu agak berantakan setelah diacak-acak oleh Haruka.

__ADS_1


Semua orang pun menatap ke arah Bimo, dan tentunya mereka penasaran apa yang akan dia katakan oleh pria itu tentang kelakuan istrinya yang sangat tidak tahu tata krama.


"Aku minta maaf, kita bisa memulai rapatnya sekarang," ucap Bimo sembari berjalan ke arah kursinya lalu dia pun duduk di kursinya.


Pria itu bahkan kebingungan harus melakukan apa sampai Indri berkata, "berkas yang kami bagikan adalah semua tawaran pekerjaan untuk Venus, dan semuanya adalah tawaran untuk menjadi ambassador dari produk-produk mendunia sehingga sesuai dengan aturan agensi maka masalah ini harus dibahas bersama dengan para petinggi perusahaan."


Semua orang pun mengambil berkas yang ada di atas meja lalu mereka melihatnya satu persatu.


Bimo juga melihat berkas itu, dan dia mengatup erat-erat giginya ketika ia melihat bahwa brand-brand yang ada di sana ialah brand-brand terbaik yang akan sangat menguntungkan jika artis dari agensi mereka bisa menjadi salah satu ambassador nya.


"Ah, itu," Venus berpikir sesaat, 'Aku ingin menjadi brand ambassador LSM, tetapi mereka hanya menawariku menjadi model untuk 2 halaman majalahnya. Tapi mungkin Jika aku menunggu sedikit lebih lama lagi maka nanti bisa mendapatkan tawaran dari mereka,' ucap Venus dalam hati sebelum dia mengangkat wajahnya menatap pria yang berbicara padanya.


"Aku rasa kalau kita memutuskannya sekarang itu akan terlalu buru-buru, Bagaimana kalau kita memikirkannya matang-matang? Lagi pula semua tawaran itu berasal dari brand-brand ternama jadi kalau kita mengambil satu dan menolak yang lainnya akan ada pandangan lain dari brand-brand yang lainnya. Juga, kalau kita menunda sebentar, maka itu akan membuat mereka semakin mencari cara untuk bersaing dan bisa memberikan keuntungan yang lebih banyak untuk kita," ucap Venus.


Orang-orang yang ada di sana menganggukkan kepala mereka, "Benar juga, Kalau begitu bagaimana kalau membiarkan Venus menerima pekerjaan-pekerjaan kecil saja seperti tampil di fashion week dan juga majalah? Dengan begitu, semua brand yang berharap Venus menjadi ambassadornya bisa berpikir untuk saling bersaing dan memberikan banyak keuntungan untuk kita," ucap salah seorang pria diengkuki oleh orang-orang lainnya.

__ADS_1


Sementara Indri yang ada di sana, dia mengerutkan keningnya menatap Bimo sebelum dia mendekatkan bibirnya ke telinga Venus untuk berbisik, katanya, "Bagaimana kalau nanti CEO berubah pikiran dan malah membuat keputusan di belakang kita?"


Indri vemas bahwa sikap baik Bimo hanya ditunjukkan hari ini dan mungkin besok atau lusa pria itu akan berubah pikiran sehingga malah membuat Venus mengalami kerugian jika Haruka lah yang sudah mengambil pekerjaan yang seharusnya diberikan untuk Venus.


Tetapi Venus menggelengkan kepalanya dengan pelan, "ada banyak brand, dia mengambil satupun itu tidak terlalu berpengaruh. Lagi pula, kalau kita terburu-buru maka hanya mendapatkan hasil yang buruk, jadi sebaiknya kita pelan-pelan saja," ucap Venus akhirnya membuat Indri menganggukkan kepalanya.


Pada akhirnya, semua orang telah memutuskan dan Venus akan mengambil tawaran pekerjaan hanya untuk menjadi model saja.


Maka setelah rapat itu, semua orang pun berdiri untuk meninggalkan ruangan ketika Venus malah ditahan oleh Bimo.


"Aku ingin berbicara berdua denganmu sebentar," ucap Bimo langsung membuat Venus menatap pria di depannya dengan tatapan yang tidak terlalu menyukai pria itu.


Meski begitu, Venus tetap menganggukkan kepalanya, lalu dia kembali masuk ke dalam ruangan dan duduk di kursi paling jauh dengan kursi yang ditempati oleh Bimo.


Melihat perempuan di depannya sangat menjaga jarak, maka Bimo pun menjadi merasa begitu marah dalam hati, tetapi dia tetap menahan kemarahannya dan menatap Venus dengan tenang.

__ADS_1


"Apa kau sudah benar-benar menikah dengan seorang pria?" Tanya Bima.


__ADS_2