
Setelah rapat, Bimo kembali ke ruangannya dalam keadaan kesal disusul oleh istrinya yang saat itu juga kini berwajah sangat pucat.
Haruka langsung duduk di sofa yang terletak dalam ruangan Bimo sambil memikirkan nasibnya.
'Sial!! Apa yang akan terjadi sekarang? Ceo-nya diganti, kalau begitu aku akan sulit mengatur CEO barunya, dan aku pasti tidak akan bisa mendapatkan banyak pekerjaan yang bagus-bagus lagi karena sekarang reputasiku sudah sangat terancam!!' gerutu Haruka dalam hati yang kini merasa sangat ketakutan bahwa karirnya di dunia permodelan mungkin akan segera lenyap!
Sementara Bimo yang masih berdiri di tempatnya, ia memandangi ruangannya, ruangan yang paling luas di kantor itu yang bisa dimiliki oleh satu orang.
Fasilitas paling mewah yang bisa disediakan oleh agensi, semuanya ada di ruangan itu, tetapi sebentar lagi ruangan itu dan seluruh isinya tidak akan menjadi miliknya.
Merasa sangat marah, maka Bimo langsung berjalan dengan kesal ke arah mejanya lalu mengarahkan kedua tangannya dan menghamburkan semua barang di atas meja hingga berantakan di lantai.
Prankkk
"Ahh!!" Haruka yang duduk langsung berdiri karena terkejut mendengar suara pecahan dari barang-barang yang dihamburkan Bimo ke lantai.
__ADS_1
"Sial!! Semua ini gara-gara Venus, aku akan membuat perempuan itu membayar semuanya!!!" Geram Bimo sambil terus mengambil satu persatu barang yang ada di ruangan itu lalu melemparkannya ke lantai.
Prang!!
Brak!
"Aku akan membuat perempuan itu mendapatkan balasan yang setimpal untuk kelakuannya!! Aku akan membunuhmu Venus!!" Ucap Bimo tanpa menghentikan gerakannya masih terus melemparkan satu persatu barang ke lantai.
Haruka yang ada di sana tidak mengatakan apapun lagi, ia diam di tempatnya sambil memperhatikan suaminya yang bertindak brutal karena amarah yang ada di hatinya.
Ia langsung pergi menuju ruangan Indri dan membuka pintu ruangan Indri tanpa mengetuk terlebih dahulu hingga membuat Indri terkejut.
"Apa yang kau lakukan?!" Bentak Indri pada perempuan yang baru saja masuk karena kelakuan perempuan itu sangatlah tidak sopan, apalagi mereka berdua tidak akrab.
Bukan hanya tidak akrab lagi, tetapi mereka berdua seperti musuh yang sudah mengibarkan bendera perang berwarna merah.
__ADS_1
"Aku ingin mengajakmu bekerja sama denganku!!" Ucapan Haruka sambil membuka tasnya lalu dia mengambil sebuah cek dari dalam tasnya yang bernilai 200 juta.
Perempuan itu pun meletakkan cek tersebut di atas meja kerja Indri sambil berkata, "ini uang muka untuk mu, kalau nanti kau bisa melakukan semua perintahku, maka aku akan menambahkan jumlah yang lebih banyak lagi dari ini!!"
Indri yang berdiri di depan Haruka kini mengambil cek yang terletak di atas meja lalu mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya.
"Berapa banyak yang bisa kau berikan?" Tanya Indri.
"Aku bisa memberikanmu sampai 1 miliar! Yang penting kau membantuku melenyapkan perempuan itu!! Aku ingin kau menjadi perpanjangan tanganku untuk menyiksa Venus dan membuat perempuan itu merasakan sesuatu paling buruk yang belum pernah ia rasakan!!!" Tegas Haruka dengan mata dipenuhi amarah setiap kali ia menyebutkan nama Venus.
Tetapi perempuan itu sangat terkejut ketika Indri yang berdiri di hadapannya malah merobek kertas yang ada di tangannya sampai ke kepingan paling kecil lalu melemparkannya ke arah Venus.
"Kau salah, akulah yang akan membantu Venus membuat kalian semakin terpuruk dan tak bisa lagi mengangkat wajah kalian di depan publik!!! Juga, jangan pikir kau bisa menghargai aku dengan satu miliar, aku bukan orang seperti dirimu yang begitu mudah dibeli dengan sebuah kekayaan!!!" Tegas Indri dengan tatapan yang begitu menantang perempuan di depannya.
Hal tersebut membuat Haruka menjadi sangat marah, ia menggertakkan giginya lalu berkata, "kau akan menyesal karena sudah memilih membela Venus ketimbang aku!!"
__ADS_1
Setelah berbicara, maka Haruka langsung keluar dari ruangan Indri dengan penuh kemarahan.