
Setelah memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka kembali ke hotel, Indri langsung tertawa terbahak-bahak.
"Ha ha ha..!! Aku sangat suka drama yang barusan, mereka berdua terlihat sangat konyol dan sangat memalukan! Ha ha ha..." Tawa Indri yang menghiasi mobil langsung membuat Venus tersenyum, dan dia juga tak menduga bahwa kejadian seperti itu akan terjadi tepat di depan matanya.
"Tapi kenapa mereka bisa seperti itu ya? Pegawai restoranku pasti sangat sibuk membersihkan restoran,," ucap Venus yang merasa aneh.
"Itu karena aku memberi racun yang membuat mereka sakit perut, lihat saja nanti ketika tiba di hotel mereka pasti akan bolak-balik dan saling berebutan toilet!! Ha ha ha..." Tawa Indri langsung membuat Venus mengerutkan keningnya menatap.
Yang dialami Haruka dan Bimo adalah ulah Indri?
"Barusan kau bilang apa?" Tanya Venus untuk memperjelas Apa yang kini ada di pikirannya.
__ADS_1
"Ha ha ha...! Iya! Aku yang melakukannya! Tadi ketika di dapur, aku tak sengaja mengetahui bahwa ada makanan yang akan diberikan pada mereka sebagai makanan penutup, jadi aku menaruh benda ini di sana!" Ucap Indri sambil memperlihatkan botol berisi bubuk putih yang membuat Venus tak mampu berkata apa-apa lagi, karena dia tak menyangka bahwa di dalam tas Indri ternyata ada racun seperti itu.
Venus terdiam selama beberapa saat sebelum dia berkata, "Kenapa kau membawa barang itu pergi-pergi?"
Venus merasa cemas karena bisa jadi mereka dilakukan pemeriksaan dan barang tersebut ditemukan di tas Indri, maka tentunya mereka akan di tahan oleh petugas keamanan.
"Ah,, ini adalah racun yang tadi aku beli di pasar gelap. Aku pikir mau menggunakannya untuk mereka, Jadi aku memang sudah menyiapkannya tapi tidak menyangka kalau aku akan menggunakannya langsung setelah kita tiba di restoran. Kalau begitu aku akan membuangnya sekarang," ucap Indri langsung membuka jendela lalu dia pun melemparkan barang tersebut ke arah sungai yang mereka lewati.
Sang supir yang menyadari kecemasan Venus langsung berkata, "Nyonya tenang saja, di sini bukan area CCTV."
Venus mengganggukan kepalanya dan dia merasa lega mendengar ucapan sang sopir, tapi meski begitu, Ia tetap menatap Indri sambil berkata, "lain kali jangan pernah membawa hal berbahaya di tasmu, apalagi membuang sampah sembarangan seperti tadi, kalau kita sampai tertangkap CCTV, maka bisa jadi kita akan di tahan."
__ADS_1
Ucapan Venus langsung menyadarkan Indri atas apa yang baru saja ia lakukan, karena saking paniknya dia akan ketahuan membawa racun di tasnya, ia jadi tidak memikirkan tentang masalah membuang sampah sembarangan.
"Astaga, maaf, aku terlalu panik sampai aku membawanya keluar jendela,"ucap Indri merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, Ini pertama kalinya kau melakukan kesalahan. Tapi, Aku jadi penasaran untuk menunggu 2 orang itu di depan lobby hotel." Ucap Venus yang ingin menyaksikan Bagaimana kedua orang itu kembali ke hotel.
"Iya, aku juga mau menyeleksikannya, kalau begitu kita harus menunggu mereka di lobby hotel dan bagus juga kalau kita membuat kejutan untuk mereka!" Ucap Indri yang menginginkan ada sebuah drama untuk mereka berdua.
"Benar, sebuah kejutan, kalau begitu, kita harus mengaturnya!" Ucap Venus langsung diangguki oleh Indri yang mana Indri sangat antusias untuk menyiapkan kejutan pada kedua orang itu.
Maka, Venus kemudian mengambil ponselnya lalu dia melakukan panggilan telepon pada pihak hotel agar menyiapkan sesuatu untuk menyambut Haruka dan Bimo di lobby hotel.
__ADS_1
@@@