
Di sebuah tempat, saat itu di dalam mobil, Haruka, Bimo beserta manajernya dalam perjalanan menuju bandara, karena akhirnya mereka mendapatkan tiket untuk pergi ke luar negeri setelah mengeluarkan uang yang sangat banyak karena harus membeli tiket milik orang lain yang telah di booking sebelumnya.
"Venus dan manajernya tidak pergi, apakah akan baik-baik saja kalau nanti kita tiba di sana menandatangani kontrak dan Venus tidak ada?" Tanya Haruka pada Bima.
"Jangan khawatir, aku akan tetap menandatanganinya atas nama Venus, jadi aku akan membuat alasan bahwa Venus sedang beristirahat karena mengalami jet lag sehingga tidak dapat mengikuti acara penandatanganan kontrak." Ucap Bimo langsung membuat Haruka mengangguk puas.
"Kali ini dia tidak akan bisa menyalakan kita, karena dia sendiri yang tidak mendapatkan tiket pesawatnya!" Ucap Haruka sambil mengambil ponselnya untuk melihat berita di internet.
Haruka menggeser-geser layar ponselnya, tapi dia mengerutkan keningnya ketika ia melihat pemberitaan yang sedang ramai dimana Venus muncul di bandara bersama dengan manajernya dan dikawal dengan sangat ketat.
"Ini,," Haruka langsung memperlihatkan layar ponselnya pada Bimo hingga membuat Bimo juga sangat terkejut.
"Bagaimana bisa dia muncul di bandara sementara kita bahkan kesulitan mendapatkan tiket?" Ucap Bimo yang tak mengerti Bagaimana kedua orang itu bisa mendapatkan tiket pesawat, sementara mereka sendiri harus berjuang begitu keras dan mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan tiket pesawat mereka.
Haruka mendengus kesal, "bukan hanya itu, lihat para pengawal yang mengawalnya, Bukankah sangat aneh melihat dia bisa menyewa pengawal sebanyak itu?" Kesal Haruka.
__ADS_1
Sebab untuknya saja, agensi hanya memberikan 4 pengawal, namun untuk Venus, dia menggertakan giginya saat ia melihat ada 8 pengawal yang mengawal perempuan itu.
Sementara Hana yang duduk di kursinya, dia memperhatikan satu persatu berita tentang Venus sebelum perempuan itu berkata, "para pengawal ini juga akan terbang ke Paris mengawal Venus."
"Apa?!" Haruka bertanya dengan suara yang keras, "Bagaimana bisa para pengawal itu akan pergi ke Paris ketika untuk mendapatkan tiket saja kita sangat kesulitan?!!" Tanya Haruka yang tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Di sini dikatakan, selain pengawal, ada juga beberapa orang yang bertugas membawakan barang-barang Venus, semuanya akan ikut ke kota p!" Kata Hana ketika ia membaca berita lain yang tertera pada ponselnya.
Ucapan Hana semakin membuat Haruka tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, Bagaimana bisa perempuan itu memiliki banyak orang yang pergi bersama-sama dengannya ketika mereka saja kesulitan mendapat tiket pesawat hingga harus duduk di kelas ekonomi???
Sementara Bimo yang ada di sana, pria yang sedari tadi terdiam kini menatap Hana sambil berkata, "mungkin saja beritanya tidak benar."
Mendengar itu, maka Haruka pun segera menatap suaminya, "telepon manajer Indri, perjelas apa yang sedang terjadi!" Ucap Haruka langsung membuat Bimo mengeluarkan ponselnya lalu pria itu dengan cepat melakukan panggilan telepon pada Indri.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
__ADS_1
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo?" Jawab seorang perempuan dari seberang telepon.
"Kau bersama dengan Venus ada di bandara?" Tanya Bimo.
Haruka yang ada di sana mendekatkan telinganya ke pria itu untuk mendengarkan jawaban dari seberang telepon.
"Ya, tadi sore Kami mendapatkan tiket pesawat, Jadi kami berangkat bersama, karena kita mungkin tidak satu pesawat, maka kita bisa bertemu di kota p saat tiba nanti," jawab Indri.
"Apa?! Lalu apa yang ada di berita itu tentang para pengawal dan juga orang-orang yang bersama-sama dengan kalian, apakah mereka benar-benar akan ikut juga ke kota p?" Tanya Bimo.
"Ah,, iya, para pengawal dan orang yang membawakan barang itu, mereka semua adalah orang-orang yang disewa oleh salah satu penggemar Venus untuk--"
"Apa?!" Haruka berteriak keras ketika dia mendengar ucapan Indri, dia tak percaya bahwa para pengawal itu disewa oleh salah seorang penggemar Venus!!
__ADS_1
"Katakan hal yang masuk akal! Mungkin ada orang yang mau melakukan hal itu untuk model kecil seperti Venus?!" Tegas Bimo pada perempuan di seberang telepon.
Tetapi Indri menjawab, "itulah kebenarannya, salah satu fans venus adalah orang kaya, dan dia menyewa semuanya untuk Venus, bahkan tiket pesawat, semuanya disediakan olehnya."