
Pada sore hari, Indri yang saat itu bekerja di kantor sangat terkejut ketika seorang model tiba-tiba saja berlari ke ruangannya.
"Kak Indri!!" Kata model tersebut dengan mata berbinar-binar menatap Indri.
"Ya?" Tanya Indri yang merasa heran dengan kedatangan model tersebut secara terburu-buru, bahkan lupa mengetuk pintu ruangannya.
Tetapi karena model tersebut adalah salah satu model yang sangat menyukai Venus, maka dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
"Di mana Kak Venus? Kenapa dia tidak datang ke kantor?" Tanya sang model.
"Ah,, dia masih tinggal di luar negeri karena ingin bersama-sama dengan temannya. Tapi ada apa kau buru-buru sekali mencarinya?" Tanya Indri merasa penasaran.
Sang model tertawa kecil, "Hehe,, aku dengar dia sukses melakukan pemotretan untuk LSM. Aku ingin memberi selamat padanya, Jadi kapan dia kembali ke dalam negeri?" Tanya model tersebut.
"Tiga hari lagi," jawab Indri.
"Ok,, Terima kasih infonya Kak Indri. Aku pergi dulu sekarang," kata model tersebut kemudian berbalik untuk pergi dari ruangan itu ketika dia menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu ruangan Indri.
"Apa Kakak Indri tidak menghadiri rapat? Semua Manager pergi menghadiri rapat sore ini, dan sepertinya ada hal penting yang harus dibicarakan karena Bimo dan Haruka juga sudah datang, barusan Aku melihat mereka ada di lobby!" Ucap model tersebut langsung membuat Indri mengangkat wajahnya.
"Rapat? Ah,, tentu saja, memangnya rapatnya jam berapa?" Tanya Indri yang kini tahu bahwa semua orang kembali lagi mengabaikannya dan berusaha tidak memberitahunya informasi agar dia ketinggalan rapat.
__ADS_1
"15 menit lagi," jawab sang model sebelum dia menutup pintu lalu pergi meninggalkan Indri.
Indri yang kini sendirian di ruangannya langsung berdiri lalu dia pun segera mengambil tasnya dan sebuah catatan beserta penanya, setelah itu dia keluar dari ruangannya untuk pergi ke ruangan rapat.
Begitu tiba di depan ruangan rapat, ia melihat beberapa orang telah memasuki ruangan hingga membuatnya merasa kesal bahwa di antara banyaknya orang di tempat itu tidak ada satupun dari mereka yang memberitahunya tentang rapat dadakan ini.
Tetapi karena hal itu sudah sering terjadi, maka Indri hanya bisa menghela nafas menerima keadaan tersebut, lalu dia pun masuk ke ruangan rapat dan duduk di salah satu kursi yang terletak agak pojok.
'Aku penasaran rapat kali ini akan membahas apa,' ucap Indri dalam hati sambil mengeluarkan ponselnya lalu dia pun mengirim pesan pada Venus.
*Sekarang aku ada di ruangan rapat, sepertinya ada hal penting yang akan dibicarakan!* Ketik Indri lalu mengirim pesan tersebut pada Venus.
Tetapi Indri mengerutkan keningnya ketika ia melihat pesan itu hanya tercentang satu yang artinya bahwa Venus sedang tidak online.
Oleh sebab itu, Indri pun segera melakukan panggilan telepon pada salah satu pengawal yang bertugas menjaga Venus.
Sambil tertunduk di kursinya, ia mendekatkan ponselnya ke telinganya untuk diam-diam menelpon.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
__ADS_1
"Halo?" Jawab seseorang dari seberang telepon.
"Bagaimana keadaan Venus?" Tanya Indri.
"Dia baik-baik saja, saat ini Nyonya sedang istirahat," jawab pria dari seberang telepon membuat Indri merasa lega sehingga dia pun mematikan panggilan telepon tersebut dan duduk menunggu sampai rapat dimulai.
Saat rapat dimulai, Indri bisa merasakan situasi yang tegang dan saat ini yang duduk di meja pimpinan bukanlah CEO tetapi adalah seorang pria paruh baya yang bernama Thomas.
"Semuanya sudah hadir dalam rapat ini, kalau begitu kita akan memulainya! Saya selaku pemegang saham tertinggi di agensi ini memutuskan untuk mengajukan pergantian CEO!" Kata Thomas langsung membuat semua orang menatap ke arah Thomas dengan sangat seksama, tetapi Haruka dan Bimo yang ada di sana kini sangat terkejut.
Bimo Langsung memperlihatkan wajah pucatnya karena tak menyangka bahwa apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi.
"Apa,, Apa maksud Anda berkata seperti itu? Saya belum melakukan kesalahan yang sangat besar sampai harus diganti dari posisi saya bukan?" Ucap Bimo sambil menatap Thomas dengan wajah pucatnya.
"Belum?!" Thomas tertawa kecil, "kau gagal menjadi seorang CEO, pertama kau membatalkan seluruh pekerjaan Haruka di dalam negeri hingga membuat perusahaan mengalami banyak kerugian. Kedua, kau membawa Haruka ke luar negeri sementara Dia tidak punya pekerjaan di sana dan akhirnya membuat agensi kita dipermalukan!!
"Bahkan kau yang adalah seorang CEO sampai viral di internet dan mencoreng nama baik agensi ini!! Jadi Apakah kau pikir itu bukan kesalahan yang fatal bagi seorang CEO?!! Gagal melindungi nama baik agensi!!" Tegas Thomas dianguki oleh semua orang yang ada di sana.
"Benar sekali apa kata Thomas, ini sudah sangat keterlaluan karena CEO agency ini juga ikut menyumbang kritikan untuk agensi!! Pergantian CEO memang layak dilakukan! Aku sarankan Bimo turun ke posisi yang lain saja, menjadi manajer mungkin lebih baik!!" Tegas salah seorang pria yang ada di sana.
"Ya, biarkan dia menggantikan posisi manajer Hana dan angkat seorang CEO baru yang lebih bertanggung jawab untuk agensi ini!!!" Kata salah seorang pria.
__ADS_1
Indri yang melihat satu persatu orang mulai menyetujui keputusan untuk mengganti CEO kini tersenyum di tempatnya, 'Aku harap saat mereka mengangkat CEO baru maka ceo-nya akan lebih adil!!' kata Indri dalam hati yang kini merasa bahwa titik Cahaya untuk mereka kini semakin jelas di dalam perusahaan.