
Nayla duduk di depan Venus sambil berkata, "Apa yang kau inginkan hingga datang kemari?!"
🤤🤤🤤
Venus bisa melihat bahwa perempuan di depannya sangat marah padanya sehingga berbicara begitu ketus padanya, tetapi Venus tentunya menahan diri.
Venus mengambil nafas yang dalam sambil berkata, "Aku datang kemari untuk minta maaf pada kakak atas apa yang sudah kulakukan. Aku tidak tahu kalau ternyata ibu tiri bersama dengan saudara tiriku dan juga kekasihku selama ini sud--"
"Sekarang kau baru sadar? Baguslah kalau kau Akhirnya sudah sadar, tetapi sekarang juga kita sudah tidak ada hubungan. Terakhir kali ketika kau bilang tidak akan pernah menemuiku lagi, maka saat itu aku sudah tidak menganggapmu sebagai keponakanku, jadi jangan pernah lagi mendatangiku atau mendatangi putriku lagi!!" Tegas Nayla sambil membuang muka sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin lagi berbicara dengan Venus.
Melihat perempuan di depannya yang sangat menutup diri, maka Venus pun menganggukkan kepalanya dengan pelan, "aku mengerti kakak sangat marah padaku, karena aku juga tahu bahwa aku telah bersalah pada kakak. Oleh sebab itu aku tidak akan memaksa Kakak memaafkanku, tapi,,, Aku hanya punya satu permintaan saja," ucap Venus sambil membuka tasnya lalu dia mengambil berkas yang telah Ia siapkan di dalam tasnya.
Venus lalu meletakkan berkas di atas meja dengan Nayla yang menatap berkas tersebut dari sudut matanya, dia tidak tahu berkas Apa itu, tetapi dia pun tidak berkata apa-apa dan hanya membiarkan Venus lanjut berbicara, "Semua saham yang kuterima dari ibuku kuberikan pada kakak, supaya Kakak bisa mengurus nya dengan baik, karena Kakak sendiri tahu, aku tidak bisa mengurus semuanya. Meskipun kakak tidak mau menerimanya Karena ini berasal dariku, tetapi aku harap kakak mau menerimanya jika Kakak memikirkan ibuku.
"Dia akan sangat sedih bila perusahaannya terus hancur di tangan perempuan bernama sarah, jadi aku berharap kakak mau menjaga perusahaan itu. Dengan saham ini, ditambah dengan paham milik kakak, maka Kakak akan menjadi pemegang saham terbanyak di perusahaan itu sehingga Kakak Bisa memiliki hak suara yang lebih besar daripada semua orang yang ada di sana.
"Aku tahu Kakak bisa melakukannya dan menjaga perusahaan ayah dan ibuku dengan baik, jadi aku mohon pada kakak untuk menerima berkas ini." Ucap Venus.
__ADS_1
Nayla akhirnya menatap ke arah Venus, dan dia melihat perempuan di depannya tampak berada dalam suasana hati yang tidak, baik tetapi dia tetap berkata, "itu adalah pemberian dari ibumu untukmu, jadi tidak ada hubungannya denganku!"
Melihat tantenya yang tidak mau menerima saham tersebut, maka Venus pun berkata, "ibuku tidak akan tenang di surga jika kakak tidak menerima saham ini untuk kakak kelolah. Aku tidak punya waktu untuk mengurus semuanya. Tiga hari lagi aku akan pergi ke luar negeri, dan aku mungkin cukup lama berada di luar negeri sehingga Aku harap kakak mau menjaga semua ini. Tolong lakukan ini demi ibuku bukan demi aku."
Setelah berbicara, Venus kemudian berdiri lalu dia membungkuk pada Nayla sebelum perempuan itu keluar dari rumah dengan mata berkaca-kaca.
Nayla melihat berkas yang ditinggalkan Venus di atas meja, dan saat itu ia merasakan matanya menjadi panas sebelum ia terisak di tempatnya.
"Hiks,, hiks,, hiks,," perempuan itu merasa sangat sedih bahwa sekarang hubungannya dengan keponakannya menjadi sangat buruk Tetapi entah kenapa dia merasa sangat tersakiti setelah Apa yang terjadi.
Dia sangat marah atas apa yang dilakukan orang-orang sehingga membuat hubungan mereka menjadi buruk, dan hal itu membuatnya sangat sulit untuk menerima Venus yang mana perempuan itulah yang lebih dulu memutuskan hubungan keluarga mereka.
"Ibu!!" Tiba-tiba suara Kiara dari belakangnya langsung membuat Nayla dengan cepat menyeka air matanya lalu dia melihat gadis kecil miliknya kini berlari ke arahnya.
"Di mana Kakak Venus?" Tanya Kiara.
"Ah,, dia ada urusan mendadak jadi dia bilang dia harus pergi buru-buru," ucap Nayla langsung membuat wajah Kiara menjadi tampak sangat sedih.
__ADS_1
"Benarkah? Padahal aku masih sangat kangen pada Kakak Venus," ucap Kiara dengan nada suara yang sangat sedih.
Nayla yang mendengarkan ucapan putrinya akhirnya menarik gadis kecil itu ke pangkuannya dan memeluk gadis kecil itu sambil menatap ke arah berkas yang ditinggalkan oleh Venus.
Pikirannya masih begitu kalut, ia bingung harus melakukan apa sehingga dia memilih menenangkan pikirannya terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah keputusan.
Selama beberapa saat, Nayla terus memeluk putrinya sampai akhirnya putrinya meminta izin untuk pergi ke toilet hingga Nayla mengambil berkas yang ditinggalkan oleh Venus lalu membukanya.
Berkas yang berada paling atas ialah berkas pemindahan salah semua saham milik Venus padanya, sehingga membuatnya menjadi pemegang saham terbanyak di perusahaan keluarga Venus.
Sementara berkas di bawahnya, Nayla sangat terkejut kalau ia melihat bahwa itu adalah fotocopy akta nikah Venus yang membuat Nayla terdiam di tempatnya.
"Ini,, dia sudah menikah?" Ucap Nayla tak percaya bahwa ternyata Venus telah menikah dengan seorang pria yang tak dikenal oleh Nayla.
Lalu di bagian bawah akta nikah tersebut ada sebuah surat yang ditulis tangan oleh Venus sehingga Nayla pun mengambil surat tersebut dan membacanya.
Sambil membaca surat tersebut, Nayla tidak bisa menahan air matanya menggenang kalau ia membaca bagaimana masa yang telah dilewati oleh Venus di mana dia dicampur akan oleh Bima dan disakiti oleh keluarga tirinya, Bahkan dia hampir tidak mendapatkan warisan dari ibunya karena kelakuan orang-orang bejat yang bersama-sama dengan Venus.
__ADS_1
"Keponakanku, hiks, hiks,," Nayla tidak menduga bahwa Venus yang merupakan keponakan kecilnya bisa melewati semua itu dan akhirnya sekarang bisa berdiri di atas kedua kakinya sendiri.
Dia jadi merasa sangat menyesal setelah mengabaikan Venus selama beberapa waktu terakhir.