Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
146


__ADS_3

Setelah berkenalan dengan suami Venus, maka Indri pun memasuki mobil dan mobil berjalan meninggalkan hotel.


Indri yang duduk di samping sang supir merasa begitu tegang di dalam mobil, karena di belakangnya ada sepasang suami istri yang sedang bercakap-cakap.


"Lihat kuku-ku, aku mau mengganti warnanya," kata venus menunjukkan kuku-kukunya pada suaminya.


Danang pun mengulurkan tangannya memegang tangan istrinya lalu memperhatikan kuku istrinya dengan seksama.


"Menurutmu mu, warna apa yang cocok untuk kuku-ku?" Tanya Venus sambil menggerak-gerakkan jari lentiknya.


"Kukumu sudah bagus meskipun tidak diwarnai, tapi kalau kau mau warnanya mungkin kau cocok dengan warna purple," ucap Danang.


"Benarkah?! Kalau begitu aku akan mewarnainya setelah pemotretan hari ini," ucap Venus bersemangat.


"Aku akan menemanimu," kata Danang sambil mengulurkan tangannya menuntun kepala Venus agar bersandar di bahunya.


"Terima kasih sayang," kata venus merasa sangat senang.

__ADS_1


"Hm," jawab danang dengan singkat sambil mengusap mengusap tangan istrinya.


Maka, ketenangan dalam mobil akhirnya terjadi sampai mereka tiba di sebuah studio foto yang sangat terkenal di negara J.


Gedung itu memiliki 50 lantai, dan dari lantai 2 sampai lantai 50 ialah ruangan pemotretan yang bisa disewa oleh berbagai perusahaan yang membutuhkannya.


Maka Setelah turun dari mobil, Venusbersama suaminya dan juga Indri memasuki gedung tersebut lalu mereka pergi ke lantai 30 di mana pemotretan Venus akan berlangsung.


Saat berdiri di dalam lift yang membawa mereka ke lantai 30, Venus terus menggenggam tangan suaminya.


Keromantisan kedua pasangan itu membuat Indri hanya bisa memalingkan wajahnya dari dua orang itu tanpa bisa mengatakan apapun, saat ini dia merasa begitu galau sebab dirinya seperti obat nyamuk di antara Venus dan juga Danang.


Lift akhirnya berhenti, lalu Ketiga orang itu keluar dan pergi menuju salah satu ruangan di lantai tersebut.


"Selamat datang," ucap salah seorang staf menyambut Venus dan dua orang yang bersamanya.


"Halo," ucap Venus dengan Rama sambil melemparkan senyumnya.

__ADS_1


"Silakan ikuti saya," kata Sang Perempuan menunjukkan jalan kepada ketiga orang itu hingga mereka akhirnya tiba di ruang rias.


Venus terkejut karena ternyata ia diberikan satu ruang rias khusus untuknya sehingga di dalam ruangan itu hanya ada dia bersama Indri dan juga suaminya serta dua penata rias yang telah disiapkan.


"Kulit anda sangat bagus, bahkan saya rasa tidak perlu memberikan banyak-banyak make up," ucap salah seorang penata rias membuat Venus tersenyum.


"Terima kasih pujiannya, tolong make up yang cantik," kata venus membuat kedua penata rias yang ada di sana mengganggukan kepala mereka lalu mereka pun mulai melakukan pekerjaan mereka.


Sambil di make up, Venus sesekali menatap suaminya yang dari tadi terus menatapnya, "kalau kau bosan menungguku, kau bisa jalan-jalan," ucap Venus pada Danang.


"Tidak apa-apa, aku senang di sini melihatmu," jawab Danang dengan tatapan yang masih terus terkunci pada wajah istrinya.


Seorang penata rias yang ada di sana mendengarkan percakapan kedua orang itu, sehingga dia pun tidak tahan untuk berkata, "Apa kalian suami istri atau sepasang kekasih?"


"Kami sudah menikah," jawab Venus dengan percaya diri.


"Ah,, kalian pasangan yang sangat serasi, tapi kenapa tidak mengungkapkannya ke publik? Orang-orang pasti senang jika mengetahui kalian berdua adalah sepasang suami istri," ucap sang penata rias.

__ADS_1


"Kami belum memutuskannya, tapi mungkin ke depan ini. Oya, Bisakah kau menambahkan warna purple di make up ku?" Ucap Venus ketika dia teringat akan ucapan suaminya yang menyukai warna purple di kukunya, dan Venus berpikir untuk membiarkan juga warna tersebut menghiasi wajahnya.


"Tentu saja," kata sang penata rias kemudian meneruskan pekerjaannya.


__ADS_2