Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
96


__ADS_3

"Apa katamu?!" Tanya Bimo.


"Heh! Jangan pura-pura tidak tahu, pokoknya kalian hati-hati saja! Satu langkah yang salah yang kalian ambil akan membuat kalian musnah dalam sekejap!" Ucap Venus dari seberang telepon diikuti nada panggilan telepon yang ditutup secara sepihak.


Tut tut tut...


Bimo langsung menurunkan ponselnya dari telinganya hingga membuat 2 perempuan yang duduk di sofa menatapnya dengan kening berkerut.


"Apa yang terjadi?" Tanya Haruka sambil berdiri menghampiri suaminya.


Bimo juga menatap istrinya lalu dia berkata, "Venus melakukan pemotretan itu, yang artinya bahwa dia tidak mengalami sakit perut."


Setelah berbicara, Bimo menatap Hana yang saat ini sangat terkejut bahwa ternyata Venus tidak mengalami sakit perut.


"Bagaimana bisa tidak sakit perut? Obat itu adalah obat yang sangat mujarab, kecuali kalau pelayan yang kubayar itu tidak menaruh racun nya di makanan Venus!" Ucap Hana.


"Apa?! Kenapa tidak?!" Haruka melototi Hana, "aku menyuruhmu untuk melakukannya dengan sempurna, tapi kenapa kau begitu ceroboh sampai Venus tidak memakan racun itu?!!" Bentak Haruka yang benar-benar kesal bahwa dia sudah tidak jadi melakukan pemotretan dan mendapat kesialan sehingga mereka diperas habis-habisan.

__ADS_1


Namun ternyata, Venus malah pergi menghadiri pemotretan itu, yang artinya bahwa perempuan itulah yang telah mendapat keuntungan dari segala sesuatu yang telah terjadi dan semua rencana mereka telah gagal.


"Aku,, Aku tidak tahu kalau pelayan itu akan berkhianat, Padahal aku memberinya begitu banyak uang," ucap Hana sambil menggertakan giginya dan dia sangat marah atas uang yang telah lenyap, jumlahnya tidak main-main!


Haruka hendak berkata untuk memarahi Hana ketika Bimo lebih dulu berbicara, "selain Venus menghadiri acara pemotretan, dia juga mengatakan kalau saat ini Polisi ada di hotel dan dia melakukan penggeledahan di sana. Dia berkata bahwa kita harus berhati-hati!" Ucap Bimo.


"A,, apa?!" Hana menelan Air liurnya yang terasa begitu pahit, dan saat ini dia khawatir karena dia ingat, racun yang dicetak berbentuk obat yang diberikan pada Venus masih ada yang tertinggal di kamarnya.


Haruka juga menatap Hana, "kau tidak secerebo h itu meninggalkan obatnya di hotel bukan?!" Tanya Haruka yang kini merasa khawatir bahwa dia mungkin akan terbawa-bawa oleh masalah Hana.


"Apa?!!" Haruka menggertakan giginya sebelum dia berbalik menatap Bimo, "Apa yang harus kita lakukan sekarang?! Kalau polisi menemukan obat itu, maka kita semua akan berada dalam bencana besar!! Aku tidak mau ditangkap oleh polisi di tempat ini dan kemudian menjadi viral!!" Tegas Haruka yang merasa bahwa dirinya sudah cukup malu setelah dua kejadian beruntun yang menjadi heboh mempermalukannya di internet.


Kalau ditambah lagi, mereka benar-benar akan berada dalam kekacauan!!!


Bimo yang ada di sana langsung meramas rambutnya dengan kasar lalu pria itu juga ikut duduk di sofa sambil berpikir apa yang harus mereka lakukan.


Melihat suaminya tidak bisa membantu apa-apa, maka Haruka kini menggertakan giginya lalu perempuan itu mengambil ponselnya untuk melihat Jika saja ada berita terbaru di internet.

__ADS_1


Dia bernafas lega ketika tidak mendapati sesuatu yang aneh di sana, namun baru saja bernafas lega bell kamar hotel tempat mereka berada tiba-tiba saja dibunyikan


Ding dong!


Ding dong!


Tiga orang yang ada di sana langsung berpandangan satu sama lain.


"Kalian berdua memesan sesuatu?" Tanya Bimo pada dua perempuan yang ada di hadapannya.


Haruka dan Hana secara bersamaan menggelengkan kepala mereka, "Tidak," jawab keduanya membuat Bimo menggertakkan giginya lalu pria itu segera berdiri dan pergi mengintip Siapa yang ada di luar pintu.


"Polisi!" Kata Bimo sambil berbalik menatap 2 perempuan yang sudah ada di belakangnya.


"Apa?! Apa yang dilakukan polisi di sini?" ucap Hana yang kini berada dalam ketakutannya, karena tentunya dia tidak mau sampai ditangkap karena membawa obat-obatan terlarang.


"Mungkin ini hanya pemeriksaan hotel biasa,"! Ucap Haruka berusaha menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2