Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
104


__ADS_3

Hana yang duduk di dalam mobil yang dijaga oleh para polisi kini menatap ke arah depan di mana mobil yang berada di bagian depan ialah mobil yang ditumpangi oleh Bimo dan Haruka.


Hana menggigit bibir bawahnya dalam keadaan cemasnya, 'apakah kedua orang itu akan meninggalkanku?!' ucap Hana dalam hati sambil menoleh ke arah polisi yang ada di sebelah kanannya.


"Apakah aku masih harus pergi ke kantor polisi? Perwakilan negara xx yang menemui ku diluar negeri mengatakan bahwa mereka hanya akan menjagaku sampai tiba di sini, Bukankah itu artinya aku sudah bebas kalau sudah tiba di negara ini?" Tanya Hana pada polisi tersebut.


Tetapi sang polisi malah tersenyum mengejek, "Kau pikir seseorang yang membawa obat terlarang keluar negeri akan bebas begitu saja? Kukatakan padamu, orang-orang di luar negeri berkata seperti itu karena tugas mereka memang membawamu sampai di dalam negeri dan setelah itu menyerahkannya pada kami untuk diproses!! Setidaknya kau akan dipenjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatanmu membawa obat-obat terlarang!" Tegas sang polisi.


"A,, apa?!" Hana terdiam di tempatnya dengan wajah pucat dan tubuh gemetar karena tak menyangka bahwa ternyata dia akan dipenjara.


Salah satu polisi yang duduk di depan yang melihat raut wajah Hana, ia juga ikut berkata, "sebaiknya kau siapkan dirimu, paling tidak masa tahanan untukmu maksimal 1 tahun. Untung saja kau tidak menggunakan obat itu untuk melukai seseorang, seandainya ada laporan, maka kau bisa dipenjara lebih lama lagi."


Kata satu tahun penjara yang diucapkan oleh sang polisi semakin membuat Hana gemetar ketakutan karena tak menyangka bahwa dia akan dipenjara begitu lama.

__ADS_1


Dengan bibir gemetar Hana berkata, "itu,,, Aku mau mendapatkan pengacara!"


"Tentu saja, kau akan mendapatkan pengacara. Ah,, Kau berasal dari agensi besar, jadi seharusnya kau bisa meminta tolong pada mereka." Ucap salah satu polisi di dalam mobil.


Hana berusaha menenangkan dirinya, 'aku harus tenang, pastilah Bimo dan Haruka akan membantuku, karena rahasia mereka berdua ada di tanganku, aku akan memanfaatkan rahasia itu untuk mengancam mereka membantuku keluar dari penjara!' ucap Hana dalam hati sambil mengepal kuat kedua tangannya yang masih diborgol.


Dia terus bertahan dalam pikirannya bahwa Haruka dan Bimo akan membantunya sampai akhirnya ia tiba di kantor polisi dan mengangkat kepalanya untuk melihat dua orang yang tadi berada di mobil yang ada di depan mobil mereka.


'Apakah mereka meninggalkanku?!' ucap Hana dalam hati sambil berjalan mengikuti polisi yang menyeretnya memasuki kantor polisi.


Para wartawan yang ada di sana berusaha mengorek informasi dari Hana tetapi Hana seperti tidak mendengarkan suara-suara berisik di sekitarnya dan hanya fokus memikirkan dirinya yang akan dipenjara.


Sampai ketika Hana sudah berada di kantor polisi dan ada di ruang interogasi, perempuan itu masih saja berada dalam keadaan lindungnya.

__ADS_1


'Apa yang harus kulakukan? Apa yang harus kulakukan?' ucap Hana dalam hati sambil menatap pantulan dirinya yang ada di cermin di depannya.


Beberapa saat kemudian, seorang polisi memasuki ruangan interogasi membawa sebuah baki berisi air mineral dan sepotong roti.


"Makanlah dulu, Kau pasti lapar karena perjalanan yang cukup jauh dari luar negeri," kata sang polisi sambil membuka berkas yang ada di tangannya yang mana berkas tersebut ialah berkas yang mereka terima dari rekan kerja mereka yang bertugas di luar negeri.


"Astaga,,, untungnya obat yang kau bawa ini bukanlah narkoba, hanya saja Ini bukan obat tapi racun! Mengapa kau membawa racun di luar negeri?" Kata sang polisi memeriksa berkas di tangannya lalu dia mengerutkan keningnya saat melihat efek dari racun yang dimiliki oleh Hana.


"Bukankah Bimo dan Haruka viral karena mereka sakit perut sampai tidak bisa menahan diri untuk buang air di depan umum? itu adalah efek dari racun yang kau bawa ini, dan kau bersama-sama dengan mereka, Bagaimana kau menjelaskan tentang ini?" Ucap sang polisi langsung membuat Hana terhadap sadar dari pikirannya sendiri.


Tetapi bukannya menjawab ucapan polisi, Hana malah berkata, "Bisakah aku menelpon seseorang?!"


"Kau boleh menelpon siapapun setelah kita menyelesaikan pertanyaan yang ada di buku ini!!" Kata sang polisi menunjukkan serentetan pertanyaan pada Hana hingga membuat Hana kembali menggigit bibir bawahnya.

__ADS_1


__ADS_2