Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
155


__ADS_3

Pada saat ini, sara sudah mendapat teror berkali-kali dari salah satu karyawan agensi yang dulu menaungi Haruka. Hal itu membuat Sara menjadi sangat kesal sehingga dia kemudian memutuskan untuk kembali menghubungi putrinya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ibu!! Kenapa baru menelponku sekarang?!! Dari tadi aku menghubungi Ibu, saat ini tidak ada makanan di rumah kami, sudah dari tadi pagi aku tidak makan dan aku merasa kalau kepalaku mau meledak sekarang juga!!" Teriak perempuan dari seberang telepon dengan nada suara yang begitu marah.


"Kau!!! Makanya Sudah kubilang padamu supaya keluar dari apartemen itu, hanya tinggal beberapa wartawan saja yang ada di luar, kau bisa menerobosnya menggunakan mobil!!" Tegas sara pada putrinya.


"Ibu!! Aku sudah bilang berkali-kali kalau seumur hidupku aku tidak akan pernah lagi bertemu dengan wartawan dan juga orang yang membenciku, aku sangat marah terhadap mereka dan rasanya ingin muntah setiap kali mengingat mereka!!!" Gerutu Haruka.


"Kalau begitu diamlah di rumah itu sampai kau menjadi zombie!! Sebentar lagi polisi mungkin akan datang ke tempat itu menyeret kalian berdua karena kalian belum membayar denda pada agensi kalian!! Ibu sudah ditelepon mereka sebanyak-banyak puluhan kali hanya untuk menanyakan pembayaran tersebut!!" Teriak Sarah pada putrinya.

__ADS_1


"A,, apa?!! Apakah sudah 1 bulan berlalu?" Tanya Haruka sambil berjalan ke arah kalender yang diletakkan di atas meja, perempuan itu melihat tanda-tanda silang yang ia buat di sana Dan tak menyangka bahwa sudah satu bulan ia berada di dalam apartemennya karena dia begitu takut untuk keluar.


Sedangkan suaminya, pria itu setiap hari hanya meringkuk di tempat tidur seperti orang mati.


"Tentu saja benar!! Lalu ibu katakan padamu, Ibu tidak akan pernah membayar uang sebanyak itu pada agensi mu karena saat ini ibu juga sedang mengalami masa-masa sulit di perusahaan!!" Tegas Sarah.


"A,, apa?!! Ibu memiliki saham yang begitu banyak di perusahaan mantan suami ibu, tapi bagaimana bisa Ibu tidak mau merelakan sedikit saja saham itu untuk membantu Putri Ibu?!! aku ini anak Ibu, akulah yang akan merawat ibu di masa tua nanti!!!" Tegas Haruka.


Dia tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat Venus akan bersenang-senang di luar sana, sementara dia bersama Bimo dan juga ibunya akan sangat menderita.


"Ini,,, lalu apa yang harus kita lakukan?!! Aku tidak mau masuk penjara! Pokoknya bagaimanapun ibu harus membayar denda itu atau aku akan melenyapkan nyawa Ibu supaya seluruh harta Ibu jatuh padaku!!!" Teriak Haruka yang kini merasa frustasi.


"Anak sial!! Bisa-bisanya kau berbicara seperti itu pada Ibu kandungmu?!!" Bentak Sarah dari sebaran telepon sebelum nada sambungan telepon yang diputuskan secara sepihak menghiasi telinga Haruka.

__ADS_1


Haruka pun terdiam di tempatnya, ia terbengong menatap ke arah ranjang di mana suaminya yang sudah sangat kurus dan berkulit pucat kini masih meringkuk di bawah selimut.


"Sial!! Sial!! Aku harus pergi dari sini, Aku harus pergi dari sini atau kalau tidak aku akan masuk penjara!!" Kata Haruka segera mengambil beberapa potong pakaiannya lalu dia menggunakan pakaian Sarah marah untuk meninggalkan tempat itu tanpa ketahuan oleh orang-orang.


Setelah Haruka keluar dari apartemennya, Haruka memegang erat tas yang ada di tangannya dan ketika ia melihat pemilik apartemen sebelah juga keluar dari apartemen nya, Haruka langsung membuka kembali pintu apartemennya lalu dia kembali ke dalam apartemen dengan tubuh gemetar.


Sejak terakhir kali ketika dia mendapat paket kiriman boneka berlumuran darah menjijikkan, Haruka menjadi semakin trauma untuk berdekatan dengan orang lain, Bahkan dia selalu merasa bahwa orang-orang di sekitarnya akan membuang sesuatu yang buruk padanya.


Maka dari itu, Haruka harus menunggu selama beberapa waktu lamanya sampai dia memberanikan diri keluar lalu pergi ke arah lift.


Setelah menekan tombol open pada Lift, Haruka berdiri dengan keringat membasahi sekujur keningnya.


'Aku harus bisa!!' ucap Haruka dalam hati bersamaan dengan pintu lift yang kini terbuka hingga Haruka dengan cepat masuk ke dalam lift dan merasa lega bahwa dia berada di ruangan tertutup tanpa ada satupun orang yang bersama-sama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2