
Melihat perempuan di depannya sangat menjaga jarak, maka Bimo pun menjadi merasa begitu marah dalam hati tetapi dia tetap menahan kemarahannya dan menatap Venus dengan tenang.
"Apa kau sudah benar-benar menikah dengan seorang pria?" Tanya Bimo.
🌞🌞🌞
"Tentu saja, kalau tidak begitu, bagaimana bisa aku mengambil semua hakku yang telah direbut oleh kau dan kedua perempuan itu?" Ucap Venus langsung membuat Bimo merasa tidak tenang dengan singgungan itu.
Meski begitu, Bimo masih berusaha untuk bersikap tenang, "Lalu,, dengan siapa kau menikah?" Tanya Bimo.
"Kenapa kau bertanya tentang semua itu? Aku dan kau sudah tidak ada hubungan lagi, kita sudah berpisah dan sekarang hanya tinggal atasan dan bawahan saja, jadi aku rasa tidak sepatutnya kau membahas urusan pribadi di kantor bukan?!" Ucap Venus yang malas meladeni pria di depannya.
Sementara Bimo yang mendengar jawaban Venus, wajah pria itu menjadi sangat murung, "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Meski aku sudah menikah dengan Haruka, tetapi aku masih mencintaimu dan aku--"
"Diam!" Sela Venus, "Jangan mengatakan cinta menjijikkanmu padaku, aku tidak pernah membutuhkan itu!! Juga, kau harus lebih menjaga sikap di depan istri orang! Ahh,, Satu lagi, kalau kau sudah menikah, kau harus memperlakukan istrimu dengan sangat baik dan bukannya malah melindungi istri orang lain!" Tegas Venus sebelum dia berdiri mengambil tasnya dan hendak pergi dari sana ketika jalannya malah dihalangi oleh Bimo.
__ADS_1
"Aku benar-benar menyesal atas apa yang kulakukan, jadi Bisakah kau memberikanku kesempatan kedua? Aku,, Aku akan melakukan apapun asal kau memberikanku kesempatan kedua!" tegas Bimo dengan suara yang bersungguh-sungguh hingga membuat Venus tersenyum miring.
"Hah,, ha ha ha...." Venus tertawa keras, "kau gila? Kau sudah tidak waras lagi? Jangan berpikir bahwa aku akan mempercayai ucapanmu dan terlebih akan tertipu dengan raut wajah yang kau tampilkan itu!!! Dan ku beritahu juga padamu, aku sudah memiliki suami yang sangat kucintai, Aku tidak akan pernah meninggalkan dia untuk seorang pria brengsek sepertimu!!" Tegas Venus sebelum dia berjalan pergi meninggalkan Bimo.
Bimo pun berbalik menatap punggung Venus yang keluar dari ruangan dan dia benar-benar marah atas apa yang dikatakan oleh Venus.
"Perempuan sialan, aku memberinya kesempatan untuk kembali padaku, tapi dia malah berani berkata kasar dan menghinaku? Dasar sialan, lihat Bagaimana aku akan membuatmu memohon-mohon padaku untuk kembali menjadi kekasihku!!
"Heh,, Memangnya pria seperti apa yang kau nikahi dan kau bilang kau cintai?!! Palingan hanya pria miskin yang kau pelihara hanya demi bisa mendapatkan warisan orang tua mu!!" Ucap Bimo dengan penuh amarah menatap pintu yang baru saja dilewati oleh Venus.
'Dasar pria sialan, Dia pikir aku ini apa?' kesal Venus sembari melangkahkan kakinya menuju lift lalu dia pun meninggalkan lantai tersebut Lalu turun ke lantai di mana ruangan Indri berada.
Sebelum masuk ke ruangan Indri, Venus berdiri mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya.
Setelah merasa tenang, barulah Venus membuka pintu dan melihat saat itu Indri sedang berteleponan dengan seseorang sehingga Venus tidak berkata apapun.
__ADS_1
Ia hanya berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sambil memperhatikan dokumen yang masih menumpuk di atas meja.
"Ah, baik, baik,, Terima kasih atas informasinya," ucap Indri mengakhiri panggilan teleponnya lalu perempuan itu pun mengukir sebuah senyuman bersemangat sambil berjalan ke arah Venus.
Indri duduk di hadapan Venus sambil berkata, "besok pagi kalau ada pemotretan untuk majalah W."
"Benarkah? Jam berapa jadwalnya?" Tanya Venus.
"Pagi jam 08.00, Besok aku akan mengantarmu secara pribadi, jadi tuliskan alamat rumahmu di sini supaya besok aku minta jemputmu ke sana," ucap Indri menyerahkan selembar kertas dan sebuah pena pada Venus.
"Ah,, tidak usah, kita bertemu di agensi saja," ucap Venus yang tidak mau dan tentunya akan membuat Indri merasa aneh kalau sampai perempuan itu mengetahui Di mana tempat ia tinggal.
Indri pun tidak memaksa, perempuan itu menganggukkan kepalanya, "Kalau begitu, kita bertemu di agensi jam 07.20." ucap Indri.
"Baiklah, kalau begitu Sekarang aku sudah bisa pulang?" Tanya Venus.
__ADS_1
"Tentu!" Ucap Indri menganggukan kepalanya.