
Ding dong!
Ding dong!
Venus yang saat itu sedang duduk di depan cermin dibantu suaminya mengeringkan rambutnya kini menoleh ke arah pintu saat mendengar suara bel kamar hotel mereka dibunyikan oleh seseorang.
"Sepertinya itu sarapan kita," kata Danang meletakkan hair dryernya lalu dia pun pergi membuka pintu, dan benar saja bahwa itu adalah sarapan mereka yang datang dibawakan oleh dua orang pelayan bersama dengan manajer hotel.
Melihat manajer hotel ikut datang mengantarkan sarapan, maka Danang jadi yakin bahwa Ada hal penting yang hendak dibicarakan oleh pria itu sehingga datang pagi-pagi sekali.
Oleh sebab itu, Dadang berkata, "Apakah ada hal penting?"
Sang Manager mengganggukan kepalanya sambil berdiri menghadap Danang yang kini kembali mengambil hairdryernya lalu mengeringkan rambut istrinya.
"Ini adalah laporan analisis kandungan pil yang diberikan oleh tamu di kamar nomor 21 kepada pelayan. Tamu pada kamar nomor 21 berpesan supaya pil tersebut diberikan pada Nyonya Venus dan manajernya saat sarapan berlangsung," kata Sang Manager langsung membuat Venus mengulurkan tangannya mengambil berkas yang dimaksud oleh manajer hotel.
"Racun?!" Ucap Venus ketika ia membaca hasil pemeriksaan yang ada di sana, Bahkan dia melihat komplikasinya yang mengakibatkan seseorang akan mengalami sakit perut seperti yang dialami oleh Haruka dan Bimo.
__ADS_1
"Benar sekali, mereka menyuruh salah satu pelayan untuk meletakkan racun di makanan Nyonya, Oleh sebab itu saya pikir ini penting untuk diberitahukan pada Nyonya sehingga saya datang pagi-pagi bersama dengan para pelayan yang mengantar sarapan," kata manajer hotel langsung membuat Venus menggertakkan giginya dengan kesal.
"Sepertinya mereka berencana untuk membuatku sakit agar tidak bisa hadir di pemotretan LSM agar Haruka bisa menggantikanku. Padahal, aku pikir niat mereka telah hilang karena seharusnya mereka tahu bahwa reputasi Haruka saat ini tidaklah baik, jadi tidak mungkin perempuan itu menjadi model untuk LSM," kata Haruka meletakkan berkas tersebut di atas meja lalu dia pun menatap suaminya lewat cermin besar yang ada di hadapannya.
Danang yang menyadari tatapan yang diberikan oleh istrinya langsung tersenyum, "Kenapa kau tidak mengabulkan keinginannya?" Ucap Danang.
Venus mengerutkan keningnya selama beberapa saat, Ia berpikir tentang apa yang dikatakan oleh suaminya sampai akhirnya ia menganggukkan kepalanya, "aku rasa aku punya ide," ucap Venus sambil mengambil ponselnya lalu dia mengirim pesan pada Indri agar perempuan itu bekerja sama dengannya.
Setelah selesai, Venus pun menatap sang manajer yang ada bersama-sama dengan mereka "Tolong bantu saya untuk melakukan sesuatu," ucap Venus.
"Karena perempuan itu berani membawa sebuah racun ke hotel ini, maka aku tidak percaya bahwa hanya ada satu racun yang mereka siapkan, jadi tolong cari sesuatu agar bisa memeriksa setiap ruangan yang ada di hotel dan temukan racun yang mereka bawa ke hotel ini. Lakukan itu saat mereka telah meninggalkan hotel, dan siapkan juga penyamaran mereka untuk meninggalkan hotel supaya tidak ketahuan oleh para wartawan. Ah,,, juga, aku membutuhkan seorang dokter untuk datang ke kamarku," ucap Venus langsung membuat tang Manager hotel menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja, kalau begitu akan saya siapkan semuanya," kata Sang Manager sambil membungkukkan badannya lalu pria itu keluar dari kamar tersebut bersama dengan dua pelayan yang sudah selesai menata sarapan Venus dan Danang di atas meja.
Saat itu, Danang juga selesai mengeringkan rambut istrinya, sehingga keduanya berpindah ke meja makan dan mulai menikmati sarapan mereka.
Sementara keduanya sarapan, Danang kemudian berkata, "setelah pemotretanmu hari ini selesai, Apakah kau punya rencana lain?"
__ADS_1
Venus menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak, belum ada jadwal untukku sampai tiga hari ke depan," jawab Venus.
"Kalau begitu Bisakah kau meluangkan 3 hari itu untukku?" Tanya Danang langsung membuat Venus menghentikan gerakan tangannya yang sedang memotong roti di piringnya.
Perempuan itu menatap suaminya dengan tatapan datarnya karena tak menyangka bahwa ia akan mendengar suaminya meminta waktunya.
Padahal, inilah yang ia tunggu-tunggu, dia ingin menghabiskan waktu bersama pria itu, tetapi dia selalu cemas bahwa jika dia meminta waktu pria itu untuk bersama-sama dengannya selama satu hari saja, maka akan membuat pekerjaan pria itu menjadi terhambat.
Tapi sekarang, Danang sendiri yang mengatakannya, jadi Venus merasa bahwa dia tidak perlu bersikap sungkan lagi.
Oleh sebab itu Venus berkata, "tentu saja! Aku bisa meluangkan satu minggu untukmu Kalau kau mau, bahkan 1 bulan juga bisa."
Mendengar ucapan istrinya, maka Danang menahan tawanya, "lain kali aku akan meminta waktumu satu bulan, tapi saat ini aku hanya meminta tiga hari saja, karena setelah 3 hari aku ada perjalanan dinas ke negara lain. Jadi tidak akan bisa menemanimu kembali ke ibukota." Ucap Danang langsung membuat Venus menganggukkan kepalanya, dan meski tadi dia sangat senang bisa bersama-sama dengan suaminya sepanjang 3 hari full, tetapi kali ini entah kenapa dia merasa agak sedih bahwa setelah 3 hari itu, dia mungkin berpisah agak lama dengan suaminya.
Meski begitu, Venus tidak terlalu menunjukkan kesedihannya karena tidak mau suaminya mempertanyakan tentang kesedihannya.
Kalau suaminya tahu apa yang ia pikirkan, maka bisa jadi pria itu akan membatalkan perjalanannya mengurus bisnisnya.
__ADS_1