
Di rumah Venus.
Perempuan itu mendapat telepon dari seseorang yang ia suruh untuk menyelidiki kasus Hana, sehingga Venus yang tadinya hendak makan malam kini mengurungkan niatnya dan dia malah duduk di sofa ruang keluarga untuk mendengarkan penjelasan dari pria yang menelponnya.
"Katakanlah," kata venus ketika ia sudah mendapatkan tempat yang nyaman untuk mendengarkan pembicaraan seorang pria dari seberang telepon.
"Saya sudah menyelidiki tentang Hana, dan persidangannya akan segera dilaksanakan dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum ialah 1 tahun penjara. Saat ini sudah ada dua pengacara yang membelanya, yaitu pengacara yang disiapkan oleh Bimo dan istrinya." Ucap sang pria dari seberang telepon membuat Venus mengerutkan keningnya.
"Lalu bagaimana prediksi hasil persidangannya?" Tanya Venus merasa penasaran.
"Sejauh ini pengacara Hana terlihat yakin bahwa mereka bisa menurunkan tuntutan yang diberikan oleh jaksa penuntut umum hanya menjadi setengah tahun penjara. Meski begitu, saya melihat bahwa Hana tidak puas dengan apa yang dijanjikan oleh pengacara sehingga dia berusaha mencari cara untuk menghubungi Bimo dan Haruka, Namun kedua orang itu mengabaikan teleponnya," ucap seorang pria dari seberang telepon.
"Kalau begitu, pergi temui dia dan berikan nomor ponselku padanya katakan padanya untuk menghubungiku," ucap Venus pada pria di seberang telepon sebelum dia mengakhiri panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
'Tunggulah giliran kalian berdua, aku akan membuat kalian berada pada titik yang sangat memalukan untuk ditatap oleh siapapun!' ucap Venus dalam hati sambil berdiri lalu dia pun pergi ke meja makan untuk menikmati makan malamnya.
Baru saja tiba di meja makan, Venus terkejut Ketika sang kepala pelayan memberikan sebuket bunga mawar merah padanya.
"Tuan muda menyuruh kami menyiapkan ini untuk nyonya," ucap para pelayan membuat Venus tersenyum mengambil bunga mawar merah itu lalu dia pun duduk di salah satu kursi di meja makan.
'Dia punya waktu untuk menyiapkan bunga mawar merah padaku, tapi kenapa dia tidak pernah menelepon?' ucap Venus dalam hati yang merasa kesal karena suaminya telah berjanji untuk terus meneleponnya, tetapi selama pria itu pergi, pria tersebut tak pernah lagi menelponnya.
Baru saja Venus meletakkan bunga mawar merahnya untuk lanjut makan, tiba-tiba saja ponsel Venus kembali lagi berdering yang mana Venus terkejut ketika ia melihat bahwa penelponnya ialah Nayla.
"Halo Kak Nayla," ucap Venus menjawab panggilan telepon tersebut.
"Kau sedang apa? Apakah kau sudah makan malam?" Tanya Nayla dari seberang telepon langsung membuat Venus memperhatikan makanan yang tersedia di atas meja makan.
__ADS_1
"Ah,, belum, Aku belum tiba di rumah jadi saat ini masih dalam perjalanan untuk kembali," ucap Venus berbohong karena dia berharap Nayla akan mengajaknya untuk makan malam bersama supaya dia bisa bertemu dengan keponakannya.
Bagaimanapun, dia belum mendengar masalah perusahaan selama ia memberikan dokumen pemindahan sahamnya pada Nayla.
Padahal, kabar itulah yang ia tunggu-tunggu di mana ibu tirinya akan terdesak Karena posisinya akan dilengserkan oleh Nayla.
"Kalau Kau ada waktu, datanglah ke rumah, aku menyiapkan makan malam untukmu," ucap perempuan dari seberang telepon membuat Venus merasa sangat senang.
"Tentu saja, kalau begitu aku akan pergi ke rumah Kak Nayla, akan tiba dalam waktu 10 menit!" Ucapin bersemangat sembari perempuan itu berdiri dari kursinya dan mengambil buket bunga mawar.
"Baiklah, akan ku tunggu kedatanganmu," kata perempuan dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri hingga Venus pun menatap kepala pelayan yang berdiri tak jauh darinya.
"Makanan di atas meja boleh kalian makan, Aku harus pergi sekarang," ucap Venus sebelum dia berjalan meninggalkan kepala pelayan lalu perempuan itu segera mengambil tasnya dan memasuki mobil untuk pergi ke kediaman Nayla.
__ADS_1