
Setelah cukup lama berada dalam rasa tak percayanya bahwa semua warisan yang harusnya menjadi miliknya kini telah diambil oleh Venus, maka Sarah akhirnya sadar lalu perempuan itu pun segera menelpon anak perempuannya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya Bu?" Jawab Haruka dari seberang telepon.
"Cepat kembali ke rumah sekarang!" Ucap Sarah dengan suara yang tegas.
"Ibu? Aku masih bekerja, pekerjaannya belum selesai, masih ada 2 jam lagi," jawab Haruka yang saat itu sementara berada di sebuah lokasi pemotretan dengan Bimo juga ikut menemaninya.
"Kau harus kurang segera, saat ini Venus ada di rumah bersama para polisi dan hendak mengambil rumah kita! Jadi cepat pulang!" Tegas Sarah yang saat itu merasa bingung harus melakukan apa, karena pengacara sudah membenarkan adanya surat yang dibawa oleh Venus.
__ADS_1
"Apa Bu?! Bagaimana bisa perempuan itu datang untuk mengambil rumah kita?!! Jelas-jelas rumah itu sudah menjadi rumah kita karena dia tidak bisa menikah sebelum umur 23 tahun!!" Tegas Haruka sambil menoleh ke arah suaminya yang sedang memperhatikannya.
Terlihat jelas Bimo kebingungan dengan apa yang dibicarakan Haruka dengan orang yang berteleponan dengan perempuan itu.
"Pokoknya itulah yang terjadi, cepat kembali ke rumah!!" Tegas Sarah dari seberang telepon sebelum Haruka mendengar nada panggilan yang diputuskan secara sepihak.
Tut tut tut...
Begitu Haruka melepaskan ponselnya dari telinganya, maka Bimo langsung menatap istrinya sambil berkata, "ada apa?"
Oleh sebab itu, Haruka memaksakan untuk tidak berbicara tentang hal tersebut sehingga perempuan itu hanya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "hanya ada masalah kecil di rumah dan ibu meminta untuk pulang."
"Masalah? Kalau begitu Aku akan coba berbicara dengan mereka supaya mengizinkan kita untuk pulang lebih dulu," ucap Bimo sebelum dia berbalik meninggalkan Haruka untuk berbicara dengan penanggung jawab di tempat itu.
__ADS_1
Haruka pun menatap suaminya, dan saat ini ia menggigit ibu jarinya dengan perasaan yang begitu cemas.
Perempuan itu menunggu selama beberapa menit sampai akhirnya Bimo menghampirinya, "Ayo pergi sekarang," ucap Bimo mengambil tas milik mereka lalu merangkul Haruka keluar dari tempat itu.
Saat kedua orang itu sudah berada dalam mobil, Haruka menatap suaminya dengan tatapan cermasnya, "sayang, Bagaimana kalau kau kembali saja ke agensi dan melanjutkan pekerjaanmu yang sempat tertunda? Aku bisa kembali sendirian ke rumah untuk membantu ibu," ucap Haruka yang tidak mau kalau pria di sampingnya mengetahui bahwa seluruh warisan yang mereka dapatkan ternyata kembali diambil oleh Venus.
Ucapan istrinya langsung membuat Bimo mengerutkan keningnya, "kau terlihat aneh, tapi aku tidak apa-apa, aku bisa menyelesaikan masalah itu besok. Aku akan tetap mengantarmu sampai ke rumah," ucap Bimo yang penasaran dengan masalah apa yang membuat istrinya jadi bersikap aneh.
Ucap Bimo langsung membuat Haruka menggigit bibir bawahnya.
Perempuan itu juga mengepal kuat tangannya sembari berpikir dalam hati sebelum dia berbalik lagi menatap suaminya, "pekerjaan di agensi jauh lebih mendesak, sedangkan--"
"Jangan mengelak lagi, lagi pula aku bisa menyuruh seseorang mengantarkan pekerjaan itu ke rumah, yang penting Sekarang aku akan mengantarmu pulang," ucap Bimo yang jelas merasa ada keanehan pada istrinya sehingga perempuan itu tidak mau memberitahunya dan bahkan mencegahnya untuk kembali ke rumah.
__ADS_1
Rasa penasaran itu langsung membuat Bimo menancap gasnya hingga mobil melaju dengan cepat di jalanan.
Haruka pun tidak berusaha lagi mencegah suaminya, karena ia melihat suaminya sangat berkeras kepala sehingga perempuan itu hanya bisa merasa gugup di tempatnya menunggu mobil mereka tiba di rumah.