
Acara ulang tahun Amora terus berlangsung, sampai beberapa jam kemudian acara untuk hari pertama telah selesai dan saat ini semua tamu masuk ke dalam acara bebas yaitu acara terakhir di mana orang-orang sudah bisa pulang atau masih tetap tinggal.
Sebab bagaimanapun, meski serangkaian acara telah selesai, tetapi masih banyak hiburan yang tersedia di tempat itu seperti orang yang menyanyi, orang yang menari, dance dan juga makanan yang masih tersedia.
Serta yang paling penting, karena yang datang di tempat itu semuanya anak muda, maka mereka semua mulai berkenalan satu sama lain, setidaknya Jika mereka bisa menambah teman atau mungkin mendapatkan jodoh.
Saat ini, Amora menghampiri Venus yang sedang berjalan bersama suaminya karena keduanya hendak kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.
"Kakak ipar, Bagaimana kalau kakak ipar tinggal sebentar lagi? Kakak perempuanku bilang dia akan datang sebentar lagi, dan ada acara seru yang hendak ia jadikan kejutan untuk kita semua," ucap Amora.
"Ah,," Venus teringat akan anak ketiga keluarga Del, dan ucapan suaminya yang mengatakan bahwa dia akan terkejut jika mengetahui identitas orang tersebut sehingga Venus pun menatap ke arah suaminya untuk mendapatkan izin dari pria itu, "sayangku kemarin kalau kau tidak keberatan, aku akan tinggal sebentar," ucap Venus.
__ADS_1
Meski Dadang sebenarnya sangat ingin supaya istrinya tetap ikut bersamanya agar mereka kembali ke kamar, tetapi melihat raut wajah istrinya yang saat ini memohon padanya, maka mau tidak mau Danang akhirnya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, Kau boleh tinggal, Tapi sebentar saja. Juga, temani aku pergi ke sana sebentar, hanya 5 menit saja," ucap Danang langsung dijawab anggukan Venus.
Amora yang ada di sana mengerutkan keningnya menatap kakaknya, Tetapi dia tidak mengatakan apapun saat pria itu dengan terburu-buru sudah merangkul istrinya meninggalkannya.
Venus masih berbalik menatapnya sambil melambaikan tangannya sebagai pertanda bahwa dia akan kembali sebentar lagi hingga di jawab senyuman Amora.
"Kakak ini, Sekarang aku merasa bahwa kakak ipar sangat menderita karena sudah memilih suami yang salah!" Gerutu Amora yang mana Amora adalah perempuan yang tidak suka diatur.
"Ya," jawab Danang dengan singkat sambil menarik istrinya ke dalam sela-sela bunga yang ditata secara rapi sehingga menyembunyikan tubuh mereka berdua dari kerumunan orang-orang yang ada di sana.
Venus sangat terkejut dengan tarikan itu sehingga kakinya salah melangkah Dan hampir saja terjatuh, tapi untungnya suaminya ada di sana menahan tubuhnya sehingga Venus bernafas lega ketika tubuhnya terjatuh ke pelukan suaminya.
__ADS_1
"Ah,, kau mau melukaiku sampai menarikku begitu keras?" Geeutu Venus pada suaminya sambil mendongakkan kepalanya menatap suaminya dengan tatapan tak sukanya.
"Maaf sayangku aku tidak sabar untuk segera memeluk mu," kata Danang sebelum dia menundukkan kepalanya lalu mendaratkan ciuman di bibir istrinya dengan tangannya menarik erat tubuh istrinya ke arahnya supaya mereka lebih dekat lagi.
Venus melambelalakkan matanya dengan kelakuan suaminya, dan saat ini dia langsung tahu alasan suaminya menariknya dari pesta tersebut.
Meski begitu, Venus tidak berusaha menolak ciuman dari suaminya, dia malah memejamkan matanya dan menikmati ciuman tersebut.
Keduanya berciuman untuk melepaskan rasa rindu mereka satu sama lain, namun tak jauh dari mereka, saat itu juga Amanda yang tadi terus memperhatikan Venus dan mengikuti Venus dan Danang, ia kini berdiri sambil mengepal kuat tangannya.
'Venus, aku tidak bisa membiarkanmu bahagia!!!' ucap Amanda dalam hati sebelum dia berbalik pergi dari tempat itu untuk melakukan sesuatu yang bisa membalaskan dendamnya pada Venus karena perempuan itu sudah dua kali mempermalukannya.
__ADS_1