Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
131


__ADS_3

Venus sedang duduk dalam mobil yang menuju ke perusahaan ayah dan ibunya ketika ponselnya yang diletakkan di dalam tas tiba-tiba saja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Venus pun langsung mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon yang berasal dari Nayla.


"Halo Kak Nayla," ucap Venus pada perempuan di seberang telepon yang mana Dia memang terbiasa memanggil Nayla dengan sebutan kakak karena dulunya ketika dia masih kecil Nayla terlihat seperti kakaknya yang terus menjaganya dan perhatian padanya.


Bahkan saat Venus masih kecil, perempuan itu tidak malu untuk bermain anak kecil sehingga membuat Venus terus memanggil Nayla dengan sebutan kakak.


"Kau sudah di mana?" Tanya perempuan dari seberang telepon membuat Venus melihat ke arah luar jendela.


"Sedang dalam perjalanan, sebentar lagi tiba. Mungkin sekitar 2 menit lagi," jawab Venus.

__ADS_1


"Baiklah, rapatnya akan dimulai dalam 15 menit lagi, aku akan menunggumu di lobby," ucap Nayla.


"Baik Kak Nayla, sampai ketemu di perusahaan," kata venus pada orang di seberang telepon sebelum dia mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Maka, Venus menunggu sekitar 1 menit lebih di dalam mobil sampai mereka akhirnya tiba di perusahaan.


Begitu turun dari mobil, Venus langsung disambut oleh Nayla hingga kedua perempuan itu saling berpelukan dan cipika-cipiki sebelum mereka memasuki perusahaan.


"Rapatnya ada di lantai 20, tapi kita ke ruanganku terlebih dahulu. Ah,, aku beritahu padamu kalau Bimo dan Haruka juga datang, aku rasa rapat ini akan digunakan oleh ibu tirimu untuk memindahkan posisi CEO," ucap Nayla.


"Hah,, aku rasa seperti itulah pikirannya, tapi kau tidak perlu khawatir, tentu saja mereka berdua tidak bisa menjadi CEO karena reputasi mereka di depan semua orang sudah sangat buruk, dan terlebih Gabriel, dia tidak akan pernah memberikan posisi CEO pada siapapun!" Kata Nayla sambil memasuki lift bersama-sama dengan keponakannya.


Begitu berdiri di dalam lift, Venus kembali berkata, "aku mendapat informasi kalau mereka harus membayar denda ke agensi senilai 150 miliar atas kekacauan yang telah mereka lakukan. Jadi aku rasa mereka berusaha keras untuk mendapatkan uang membayar denda itu, karena mereka hanya memiliki waktu satu bulan untuk membayarnya."

__ADS_1


"Apa?! Itu jumlah yang sangat banyak," ucap Nayla yang tidak menyangka bahwa denda untuk kedua orang itu sangatlah banyak.


"Tentu saja itu sangat banyak, karena saat mereka memasuki agensi mereka berdua terlalu buru-buru dan tidak mendiskusikan kontrak mereka dengan baik," ucap Venus sambil tersenyum menghina.


"Baguslah, biarkan mereka pusing dengan masalah," kata Nayla berbarengan dengan lift yang telah berhenti di lantai tempat ruangan lainnya berada.


Kedua perempuan itu pun keluar dari ruangan lalu mereka pergi ke ruangan Nayla dengan Nayla yang langsung memberikan berkas pada Venus, "ini tambahan berkas yang telah aku kirimkan padamu beberapa hari yang lalu, kau bisa membacanya selama 10 menit sebelum kita pergi ke ruang rapat," ucap Nayla dijawab anggukan Venus.


Venus pun membaca berkas itu, Dan Dia agak tidak mengerti sehingga Venus berkata "Aku tidak terlalu ahli dengan masalah ini, jadi aku tidak terlalu mengerti dengan isi dokumen ini."


"Ah, begitu, kalau begitu, nanti biar aku saja yang berbicara," ucap Nayla.


"Aku percaya pada Kak nayla," kata venus membuat Nayla tersenyum sambil mengambil berkas di atas meja.

__ADS_1


"Terima kasih sudah mempercayaiku, sekarang kita harus pergi ke ruang rapat," ucap Nayla dijawab anggukkan Venus hingga kedua perempuan itu pun pergi ke lantai 20.


__ADS_2