
BAB 175. Istri Hot Tuan Danang
Acara penandatanganan untuk kontrak dengan LSM akan dilaksanakan pada malam hari tepatnya pada pukul 07.00 sekaligus acara makan malam untuk berbincang-bincang dengan pihak LSM.
Oleh sebab itu, setelah makan siang di hotel, Venus memutuskan untuk berjalan-jalan bersama suaminya dan tentunya tanpa mengajak siapapun.
Saat dalam perjalanan untuk pergi ke sebuah museum yang sangat ingin didatangi oleh Venus, Venus yang duduk bersandar di bahu suaminya mengeluarkan ponselnya untuk melihat berita terkini.
"Ternyata ada berita baru," ucap Venus sambil menekan layar ponselnya untuk melihat sebuah berita baru yang mana berita tersebut diberi tajuk cara agensi m memperlakukan model mereka.
Danang yang mendengarkan ucapan istrinya juga ikut menoleh ke arah layar ponsel istrinya karena dia penasaran Apa yang dibaca oleh istrinya.
Pria itu tersenyum ketika ia melihat isi dari artikel tersebut, terutama Venus yang merasa begitu senang membaca artikelnya sebelum dia meletakkan ponselnya dan berbalik memeluk suaminya.
"Sayangku, terima kasih untuk semua yang kau berikan untukku, Aku merasa sangat senang," kata venus sambil mendongak menatap suaminya.
Danang menundukkan kepalanya lalu mendaratkan sebuah ciuman di hidung mancung istrinya.
__ADS_1
Cup!
"Apapun untuk istriku," kata Danang yang merasa gemas melihat wajah istrinya yang tampak sangat bahagia hanya karena sebuah perlakuan kecil yang ia berikan untuk perempuan itu.
Pada saat kedua orang itu sudah tiba di museum, saat itu juga di hotel xx Indri sedang berdiri di depan kamar Venus sambil menekan bel kamar tersebut.
Ding dong!
Ding dong!
Sudah berkali-kali perempuan itu menekan belnya, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar hingga membuat Indri merasa cemas bahwa mungkin saja terjadi apa-apa pada Venus.
"Apakah tadi dia keluar dari kamarnya?" Tanya Indri.
Pengawal yang ditatap langsung berkata, "Nyonya Venus tidak pernah keluar dari kamarnya."
Indri mengerutkan keningnya selama beberapa saat sebelum perempuan itu memilih kembali ke kamarnya untuk meminta bantuan pada pihak hotel.
__ADS_1
Tetapi ketika dia sedang duduk di depan telepon hotel, perempuan itu mengerutkan keningnya saat lampu ponselnya terus berkedip sehingga Indri mengambil ponselnya.
Karena dia memasang pemberitahuan untuk sebuah aplikasi di ponselnya yang memberitakan banyak berita tentang selebriti, maka Indri langsung melihat berita yang baru saja muncul di internet.
Itu adalah berita tentang perbedaan cara agensi memperlakukan Venus dan Haruka.
*Venus yang datang di bandara dikawal oleh banyak sekali pengawal dan juga beberapa orang yang membawakan barangnya, tetapi sangat berbeda dengan Haruka yang datang bersama dengan CEO dan juga manajernya, ketika memasuki bandara, Haruka hanya dikawal oleh empat orang pengawal, dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata pengawal yang disediakan untuk mereka berdua amatlah berbeda!
*Pada pengawal yang mengawal Venus, semuanya menggunakan pakaian-pakaian yang ternyata di desain secara khusus bahkan kacamata yang mereka gunakan ialah keluaran brand C! Kacamata itu seharga 14 juta per buah!
*Dengan 8 orang pengawal, maka budget yang dikeluarkan untuk semua pengawal itu tidaklah main-main! tapi, dari semua hal itu, Mengapa Haruka yang datang bersama ceo-nya malah dikawal hanya oleh dua orang dan terlebih, pakaian mereka tidak semewah yang dikenakan oleh pengawal milik Venus!*
Indri langsung menutup mulutnya dengan satu tangan kala ia membaca berita tersebut, karena awalnya dia tidak menyadari semua itu sebab dia terlalu fokus akan kecemasannya bahwa Bimo akan melakukan sesuatu terhadap mereka hingga membatalkan Venus bekerja untuk LSM.
Maka Indri pun kembali melihat berita-berita yang lainnya, yang mana outfit yang dikenakan Haruka dan Venus juga dibandingkan yang mana outfit milik Venus jelas jauh lebih mahal dan memiliki harga fantastis dibanding yang dikenakan oleh Haruka.
"Astaga, orang-orang ini benar-benar!" Indri melemparkan ponselnya ke atas ranjang sebelum dia mengambil gagang ponselnya lalu menghubungi pihak hotel untuk mendapatkan keterangan mengenai Venus.
__ADS_1
Tetapi ketika dia mendengar suara dari seberang telepon, Indri hanya terdiam di tempatnya sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
"Venus baik-baik saja di dalam kamarnya?" ucap Indri yang kini mengingat bahwa dia harus menelepon Venus, sehingga perempuan itu mengambil ponselnya untuk menghubungi Venus.