Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
108


__ADS_3

"Ng!!" Venus terbangun dari tidurnya ketika ia merasakan ciuman bertubi-tubi yang di daratkan suaminya di bibirnya.


Mereka telah menghabiskan waktu selama tiga hari berada di pulau milik ibu danang, dan malam nanti Venus berencana akan pulang ke negaranya.


"Sekarang sudah jam 19.00, kita harus pergi," ucap Danang langsung membuat Venus mengganggukan kepalanya.


"Ya, aku tahu," kata venus bersamaan dengan Danang yang menyibak selimut perempuan itu lalu membawa Venus ke kamar mandi.


Keduanya masuk ke dalam bak berendam lalu duduk di sana sambil menikmati air hangat yang ada di bak berendam.


Sambil bersandar pada suaminya, Venus kemudian berkata, "kau tidak akan ikut denganku?"


Danang mempererat pelukannya pada istrinya lalu mendaratkan ciuman di pipi istrinya, "maaf sayangku, tapi aku harus tinggal dulu di negara ini untuk urusan bisnis. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat supaya bisa menemuimu lagi." Ucap Danang.


Venus berbalik menatap suaminya, "Baiklah, tapi jangan terlalu sibuk bekerja sampai mengabaikan kesehatan mu, karena kalau kau sakit maka aku bisa ikut sakit," kata venus yang merasa cemas akan kesehatan suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, aku janji," ucap Danang sambil menundukkan kepalanya mendaratkan ciuman di bibir istrinya hingga kedua orang itu pun larut dalam kemesraan mereka.


Entah berapa lama dalam kamar mandi, tetapi setelah mereka keluar dari kamar mandi, kedua orang itu langsung bersiap-siap lalu meninggalkan pulau untuk pergi ke bandara.


Saat tiba di bandara, Venus memeluk suaminya dengan erat serta merasakan perasaan enggan untuk meninggalkan suaminya.


"Sayang, kau harus menelponku sering-sering," kata venus yang sedang menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


"Tentu sayang," ucap Danang yang saat itu juga merasa tak tega untuk berpisah lama-lama dengan istrinya, Tetapi dia harus melakukannya karena ada banyak hal yang harus ia urus di negara J termasuk mengenai keluarganya.


"Aku akan pergi sekarang," kata venus meski saat itu raut wajahnya memperlihatkan keengganannya untuk meninggalkan suaminya.


Maka, Danang tidak tahan untuk menundukkan kepalanya lalu dia kembali menciummu perempuan itu dengan lembut sebelum melepaskan pelukan mereka dan membiarkan Venus pergi.


Venus yang pergi bersama dengan beberapa pengawal sesekali menatap ke belakang karena dia merasa bahwa perpisahan ini akan memakan waktu yang sangat lama sehingga Dia benar-benar berat untuk meninggalkan pria itu.

__ADS_1


Venus tetap melangkahkan kakinya sampai akhirnya dia tidak lagi melihat suaminya meski dia berkali-kali menatap ke arah belakang.


Maka, pada akhirnya ketika Venus sudah berada di dalam ruangan VIP pada pesawat yang akan mengantarnya kembali ke negaranya, perempuan itu hanya bisa memegangi cincin pernikahannya dengan suaminya sambil menahan rindunya pada suaminya.


'Aku harap kami bisa bertemu secepat mungkin,' ucap Venus sambil menoleh ke arah jendela melihat kota yang semakin menjauh darinya Dan bangunan-bangunan yang semakin mengecil di matanya.


Setelah beberapa menit, pesawat sudah berada di atas angkasa dan Venus hanya bisa melihat awan-awan indah yang ada di bawah pesawat.


Maka Venus tidak tertarik lagi untuk melihat keluar jendela, dia membaringkan dirinya pada tempat tidur yang ada di ruangannya lalu memejamkan matanya.


Venus tertidur untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya ketika dia terbangun makanan sudah disiapkan di meja yang diletakkan dalam ruangan miliknya.


Saat Venus duduk di meja makan dan melihat makanan itu, dia jadi merindukan suaminya karena makanan yang disajikan di sana ialah makanan yang mereka nikmati saat pergi ke negara j.


Maka, Venus yang hendak makan kini beralih mengambil hpnya lalu melihat-lihat fotonya dengan suaminya.

__ADS_1


'Aku merindukan suamiku,' ucap Venus dalam hati yang merasa tidak tenang karena saat ini ia memikirkan waktu yang lama yang akan ia lalui tanpa suami di sisinya.


__ADS_2