Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
114


__ADS_3

"Selamat pagi."


"Selamat pagi."


Para model yang baru saja datang di agensi saling sapa satu sama lain sebelum mereka memasuki lift.


Begitu masuk ke dalam lift, sara yang ada di antara para model itu langsung berkata, "hari ini semua orang terlihat sangat sibuk."


Seorang model lain menganggukkan kepalanya, "Ah, ya, Kak Venus mengoper beberapa pekerjaan pada semua model, jadi semuanya sedang sibuk, CEO juga sudah menyetujui semuanya, jadi kita harus mempersiapkan diri dengan dengan baik dan harus melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin supaya tidak mengecewakan Kak Venus yang sudah memberikan kesempatan untuk kita.


"Kak Venus bahkan secara pribadi berbicara dengan penanggung jawab dari masing-masing proyeknya jadi kita tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh kak Venus," ucap salah seorang model yang merasa sangat senang karena berkat Venus ia berkesempatan tampil di sebuah majalah yang cukup terkenal di negara mereka


Padahal sebelumnya, dia tak pernah mendapat undangan dari majalah itu, tetapi karena Venus merekomendasikannya maka dia pun bisa tampil di sana.


"Benar sekali," kata Sarah diikuti oleh para model yang lain yang ada dalam lift karena mereka sangat senang atas bantuan yang diberikan Venus pada mereka.


Tetapi febriani yang saat itu juga berdiri disebut lift, dia mengepal kuat tangannya sambil mengatur giginya karena merasa kesal Sebab dalam satu bulan ke depan ia tidak mendapatkan pekerjaan apapun.


'Sial! Seharusnya dulu aku tidak merendahkan Venus, seharusnya aku terus menempel pada Indri dan menjilat Venus.' gerutu febriani dalam hati yang merasa sangat kesal bahwa keputusan yang ia ambil untuk menjauhi Indri dan menjilat Bimo serta Haruka ternyata adalah keputusan yang salah.

__ADS_1


Tapi Febriani tidak bisa melakukan protes apapun sehingga dia hanya berdiri di tempatnya sampai lift akhirnya berhenti di sebuah lantai.


Ting!


Beberapa model keluar dari Lift, sementara febriani terus naik ke lantai atas karena dia hendak pergi ke ruangan pemotretan.


Saat tiba di ruang pemotretan, febriani mengerutkan keningnya ketika ia melihat ada banyak model yang sedang menggunakan ruang pemotretan, dan begitu masuk ia langsung dicegat oleh dua orang model.


"Bukankah ini model yang dulunya mengusir Kak Venus dari tempat ini? Model pemula yang bersikap songong terhadap model senior!" Ucap salah seorang model yang berambut pirang.


"Benar sekali, Sepertinya kita harus memberinya sedikit pelajaran supaya dia sadar diri tentang posisinya!" Ucap model yang lain membuat febriani menelan air liurnya yang terasa pahit.


"Apa?! Kau mau mengelak! Jelas-jelas saat itu aku melihatmu dengan mata kepalaku sendiri, kau mengusir Kak Venus dari sini!" Tegas perempuan berambut pirang sambil melototi febriani.


"Ah,, tidak perlu banyak bicara lagi, ayo kita beri dia pelajaran!" Ucap perempuan berambut hitam sambil menarik febriani keluar dari sana.


Febriani yang ditarik pun langsung merenta-rontah dan dia berusaha melihat ke arah semua orang untuk mencari pertolongan, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang menolongnya.


Febriani berakhir di sebuah toilet dengan tubuh yang membentur lantai karena didorong keras oleh dua perempuan yang menyeretnya ke sana.

__ADS_1


Saat itu juga, ada dua orang model yang keluar dari bilik toilet dan mereka mengerutkan kening mereka melihat febriani, "Ada apa ini?" Tanya salah seorang model.


"Kami mau memberinya sedikit pelajaran sebagai akibat karena dulunya dia telah bersikap tidak sopan pada Kak Venus," ucap perempuan berambut pirang sambil memperhatikan febriani yang kini meringis kesakitan sambil berusaha untuk berdiri.


"Ah,, saat itu aku juga melihatnya, tapi aku tidak bisa bertindak apa-apa karena takut aku juga akan dilarang untuk mengikuti pemotretan kalau membela Kak Venus. Kalau mengingatnya sekarang, aku jadi merasa bersalah pada Kak Venus, jadi aku juga tidak akan tinggal diam sekarang!" Ucap sala satu model yang baru saja keluar dari bilik toilet sambil dia pergi menyalakan keran air dan menampungnya di wastafel yang terdapat di sana.


"Kita harus menyegarkan nya dengan air dingin terlebih dahulu supaya dia sadar apa yang telah ia lakukan!" Ucap sang model langsung membuat febriani melototkan matanya.


Febriani langsung menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak!! Jangan akhhhh!!--"


"Jangan banyak berisik!" Tega salah seorang model yang ada di sana sambil menarik rambut febriani dan mendorong febriani ke arah wastafel yang telah dipenuhi air dingin.


Setelah tiba di wastafel, maka Sang Perempuan langsung mendorong kepala febriani ke arah wastafel dan mencelupkan seluruh kepalanya di air dingin tersebut hingga membuat febriani berusaha meronta-ronta.


Tetapi karena ada lebih banyak model yang berjaga di sana, maka febriani tidak bisa melawan banyak dan hanya bisa berpasrah sambil menahan nafasnya di dalam air dan menahan rasa sakitnya karena kepalanya ikut dibenturkan ke dasar wastafel.


"Ini pelajaran untuk model pemula yang berani menghina seniornya!"


"Benar sekali, tidak ada apa-apanya tetapi berani menghina Kak Venus!"

__ADS_1


__ADS_2