
Bab 164. Istri hot tuan Danang
Saat pesawat jet yang membawa Indri dan Venus sudah berhenti, Indri menatap keluar jendela dan melihat ada berbagai pesawat jet lain yang mendarat di bandara yang luas itu, lalu dari pesawat itu ada banyak orang yang keluar dari masing-masing pesawat.
"Sepertinya hanya pesawat jet ini yang hanya kita berdua saja yang menjadi penumpangnya, pesawat Lain terlihat ada banyak orang yang memakainya," ucap Indri yang sebenarnya merasa bahwa hal itu hal yang wajar saja, Sebab Dia sedang bersama-sama istri dari salah satu pewaris keluarga Dell tetapi tetap saja, ini benar-benar membuatnya terkejut luar biasa.
Melihat keterkejutan Indri, maka Venus tidak mengatakan apapun, ia malah melihat ke arah seorang pramugari yang datang menghampiri mereka, "kalian sudah bisa turun sekarang," ucap pramugari tersebut dijawab anggukan Venus.
"Hah,, Ayo kita turun, kita perlihatkan pada mereka bahwa hanya ada kita berdua yang ada di pesawat ini. Ah,, tapi perempuan yang tadi bersama-sama dengan kita, di mana dia?" Ucap Indri yang tidak terlalu ingat tentang Gisel, karena dia terlalu bersemangat menaiki pesawat jet sehingga dia tidak sempat memperhatikan Gisel yang datang mengantar mereka.
"Sepertinya kau tidak dengar ketika kita baru berangkat, Gisel bilang hanya akan mengantar kita sampai naik pesawat, dan ada orang lain yang akan menjemput kita Begitu tiba di Pulau ini." Kata venus sambil melepaskan sabuk pengamannya.
"Ah," Indri tersenyum konyol sambil menggaruk belakang telinganya yang tidak gatal, "sepertinya aku terlalu bersemangat sampai-sampai tidak mendengarkan Gisel berbicara. Kalau begitu Apakah kita pergi sekarang?" Tanya Indri dengan tangan yang beralih membuka sabuk pengamannya lalu mengambil tas miliknya yang diletakkan di kursi kosong di samping kirinya.
"Ya, lagi pula kita masih harus beristirahat beberapa jam sebelum bersiap untuk menghadiri pestanya yang digelar pada pukul 19.00." ucap Venus juga mengambil tasnya lalu dia mendapatkan beberapa barang-barangnya yang masih di atas meja sebelum kedua orang itu akhirnya turun dari pesawat jet.
__ADS_1
Sesuai yang diperkirakan oleh Indri, orang-orang melihat mereka karena hanya mereka berdua saja yang turun dari pesawat jet yang mereka tumpangi lalu keduanya langsung disambut oleh seorang pria yang memiliki tubuh tinggi besar dengan kulit berwarna hitam gelap.
Pria itu membawa karangan bunga yang langsung dilingkarkan ke leher Venus dan Indri.
"Selamat datang Nyonya Muda, biarkan saya membawakan tas anda," ucap sang pria langsung membuat Venus memberikan salah satu tasnya yang agak berat sebelum mereka kemudian pergi dari sana.
Orang-orang memperhatikan mereka berdua, sehingga membuat Indri begitu bersemangat dengan jantung meledak-ledak, sebab Ini pertama kalinya dalam hidupnya dia diperlakukan dengan sangat istimewa.
Bagaimanapun, selama karirnya sebelum ia bersama-sama dengan Venus, ia bukanlah orang yang istimewa, bahkan dia tidak pernah menjadi manajer dari seorang model besar.
Begitu pintu mobil dibukakan, maka Venus dan Indri segera naik ke mobil mewah tersebut dan Indri menutup mulutnya dengan satu tangannya saat ia melihat di dalam mobil tersebut sudah tersedia satu botol anggur merah yang membuat Indri langsung terfokus pada tanggal pembuatan anggur itu.
"Ini,, Apakah kami boleh meminum anggur ini?" Tanya Indri pada pria yang tadi menjemput mereka.
"Tentu saja, anggur Itu disediakan untuk kalian berdua," ucap sang pria langsung membuat Indri menganggukkan kepalanya mengambil botol anggur tersebut dan menatapnya dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
"Anggur ini sudah berusia 50 tahun!!" Ucap Indri dengan penuh semangat sambil mengeluarkan ponsel dari tas kecil miliknya lalu berselfie menggunakan anggur tersebut.
Dia mengambil beberapa foto untuk Ia kirim ke media sosialnya.
Hal itu membuat Venus tertawa kecil dengan tingkah Indri hingga membuat Indri mengeryit menatap Venus yang menertawakannya.
"Apa kau pernah mencoba anggur berusia 50 tahun?" Tanya Indri.
Venus menganggap dengan pelan, "ya, berapa kali," ucap Venus membuat Indri tertegun di tempatnya menatap Venus.
"Wohh,,, seharusnya aku tidak menanyakan itu, anggur ini disediakan oleh orang-orang yang berasal dari keluarga suami mu, jadi tentunya kau sendiri pasti sudah pernah mencobanya dan bahkan mungkin pernah mencoba anggur yang usianya jauh lebih lama," kata Indri sambil meletakkan ponselnya dan dia sedikit menyesal bertanya pada perempuan di sampingnya.
Meski begitu, Indri masih dengan begitu bersemangat cepat-cepat membuka botol anggur di depannya menggunakan sebuah alat pembuka botol.
Sang pria yang duduk di depan hendak menawarkan diri untuk membukanya, namun dia menghentikan niatnya ketika ia melihat Indri telah selesai membuka anggur tersebut.
__ADS_1
Maka, Venus bersama dengan Indri menikmati anggur berusia 50 tahun itu dengan Indri yang tak berhenti-hentinya memperlihatkan wajah yang penuh kebahagiaan karena ini pertama kali dalam hidupnya ia mencoba anggur terbaik.