
Haruka yang saat ini berada di apartemennya membuka kulkas untuk mendapatkan makanan, Namun ternyata kulkas mereka telah kosong.
"Sial!! Tidak ada makanan!" Geram Haruka sambil berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat suaminya sedang asyik menonton TV.
Terlihat pria itu dalam keadaan yang tampak frustasi dengan TV yang menyala namun Bimo Hanya setengah berbaring sambil menatap ke arah TV dengan tatapan kosongnya.
Hal itu membuat Haruka menjadi kesal sehingga dia mengambil remote TV dan mematikan TV di sana Lalu menatap suaminya yang tampak tidak terpengaruh dengan TV yang ia matikan.
"Tidak ada makanan di kulkas!" Bentak Haruka pada Bimo.
Tetapi sayangnya, Bimo sama sekali tidak menjawab, bahkan menatap istrinya saja tidak dilakukan oleh pria itu sehingga membuat Haruka menjadi sangat kesal dan dia kemudian mengulurkan tangannya menggoyangkan baru suaminya.
"Kubilang tidak ada makanan di kulkas dan semua uangku telah habis!!!" Bentak Haruka dengan suara yang begitu keras.
Tetapi sayangnya, Bimo sama sekali tidak bergeming hingga membuat haruka menjadi sangat kesal lalu perempuan itu pun dengan cepat mengambil ponsel suaminya yang terletak di atas meja lalu mengambil jari suaminya dan menempelkannya pada pendeteksi sidik jari di ponsel Bimo.
Kunci ponsel itu akhirnya terbuka, dan Haruka dengan cepat memeriksa ponsel suaminya, Haruka membuka rekening mobile suaminya dan terkejut mendapati saldo suaminya hanya tinggal rp500.000 saja.
"Apa yang bisa kita lakukan dengan uang segini?" Gerutu Haruka sambil menggertakkan giginya, tetapi ia tetap membuka online shop dan memesan bahan makanan ke rumah mereka.
__ADS_1
Saat sementara melihat-lihat bahan makanan, tiba-tiba sebuah iklan pop up muncul di bagian atas layar ponsel Bimo dan itu adalah iklan sebuah jam tangan mewah yang membuat Haruka menggigit bibir bawahnya.
'Dulu aku punya banyak uang untuk mendapatkan barang-barang ini, tetapi sekarang, hanya satu minggu setelah kami terus terkurung di rumah Sekarang aku tidak punya sepeserpun uang di rekeningku!!' gerutu Haruka yang memang selama ini selalu boros berbelanja sehingga di saat-saat ketika mereka mulai jatuh, dia sama sekali tidak memiliki uang di rekeningnya.
Maka sambil menggertakkan giginya, Haruka hanya bisa melakukan checkout pada bahan makanan dengan sisa saldo milik suaminya.
Setelah memesan bahan makanan, maka Haruka meletakkan ponsel suaminya dan kembali menatap suaminya yang masih tampak terbengong.
"Lihat wajahmu yang terlihat seperti wajah seorang zombie!! Sudah berapa hari kalau tidak mandi?!" Gerutu Haruka sambil berdiri lalu perempuan itu pergi ke kamar.
Saat tiba di kamar, Haruka menggertakan giginya melihat kamar yang berantakan, Tetapi dia tidak memiliki keinginan untuk membereskan kamar tersebut sehingga dia pergi ke meja rias dan melihat wajahnya.
"Sial!! Sekarang hidupku sudah hancur!!" Gerutu Haruka sambil mengulurkan tangannya lalu dia pun menghamburkan semua make up di atas meja rias hingga terjatuh ke lantai.
"Sial! Sial!! Semua ini gara-gara Venus, bahkan untuk keluar dari tempat ini saja aku tidak bisa melakukannya karena para wartawan sialan itu!!!" Geram Haruka yang sangat kesal atas apa yang terjadi.
Sudah beberapa waktu ini ia mengalami stres dan berat badannya sangat berkurang, bahkan sepanjang hari ini dia belum makan sesuap makanan, hanya menghabiskan waktunya menyalahkan Venus atas segala hal yang menimpanya.
Bahkan, sekarang ini Haruka terus menyalahkan Venus dengan berjalan-jalan di dalam rumah seperti orang gila sampai akhirnya apartemennya dibunyikan oleh seseorang.
__ADS_1
Ding dong!
Ding dong!
Haruka merasa sangat senang, ia langsung berlari ke arah pintu apartemen dan membuka pintunya.
Seorang pria menyerahkan pesanan Haruka sambil menatap Haruka dengan seksama.
"Bukankah kau model yang sedang ramai diperbincangkan?" Kata Kurir tersebut membuat Haruka menggertakan giginya sambil mengambil barang-barangnya dari kurir tersebut Lalu menutup pintu dengan keras.
Brak!
"Memangnya kenapa kalau aku adalah model yang ramai diperbincangkan?!!" Gerutu Haruka sambil berjalan ke arah meja dapur lalu dia pun meletakkan barang belanjaannya di atas meja dan membuka barang tersebut karena dia sudah sangat lapar.
"Ahhh!!!!" Teriak Haruka dengan suara yang keras langsung melemparkan kartun tersebut ke lantai sembari Dia berjalan mundur dengan ketakutannya.
"Sial!!" Teriak Haruka yang sudah mepet di dinding sambil memandangi karton yang bukannya berisi bahan makanan yang ia pesan tetapi malah berisi boneka yang telah dilumuri dengan darah.
Bahkan, darah yang digunakan melumuri boneka tersebut bukanlah Darah segar, tetapi darah yang telah busuk sehingga langsung menebarkan bau busuk di dalam apartemen tersebut.
__ADS_1
Hal itu membuat Haruka menjadi ketakutan dengan wajahnya yang tampak sangat buruk dan tubuhnya gemetar tak karuan.