
"Perempuan gila! Perempuan picik! Sialan! Jallang gila! Keluarga Dell Sialan! Orang tak tahu diri, jallang, sial, bangsat!" Gumam seorang perempuan yang saat ini sedang meringkuk di sudut ruangan sambil memeluk lututnya dengan tubuh gemetar.
"Ada apa dengannya?" Tanya Venus pada suaminya memperhatikan Amanda yang tampak seperti orang gila.
"Dia mengalami gangguan kejiwaan setelah dikurung di sini," ucap Danang membuat Venus mengerutkan keningnya.
"Itu pantas untuk ia dapatkan, tapi apakah tidak masalah kalau dia terus berada di sini?" Tanya Venus pada suaminya yang merasa bahwa publik akan berpikir macam-macam kalau Amanda tak pernah pergi meninggalkan Pulau keluarga Dell.
"Aku sudah mengurus kepulangannya untuk kembali ke negara J, ia akan tiba di rumah sakit jiwa dan dikurung di sana. Tapi, apakah kau masih mau melakukan sesuatu padanya?" Tanya Danang pada istrinya yang berpikir bahwa istrinya mungkin masih belum puas dengan apa yang terjadi pada perempuan itu, sebab bagaimanapun nyawa anak mereka telah dirampas oleh perempuan itu.
Tetapi Venus menggelengkan kepalanya, "tidak, dia sudah cukup mendapatkan ganjaran atas perbuatannya," kata venus sambil menarik suaminya untuk meninggalkan tempat itu.
Danang pun mengarangkul istrinya lalu mereka kembali ke lantai atas.
Begitu tiba di kamar, Venus berlangsung mendapatkan sebuah telepon dari Indri.
Telepon yang datang malam-malam seperti itu membuat Venus mengerutkan keningnya karena merasa cemas terjadi sesuatu.
Maka, Venus dengan cepat mengangkat panggilan telepon itu, "halo Kak Indri," jawab Venus pada perempuan di seberang telepon.
"Maaf menghubungi mu malam-malam, ini hal yang sangat darurat, baru saja satu jam yang lalu pihak LSM hubungi ku bahwa mereka akan menjadikanmu sebagai model ambassador mereka, tapi mereka meminta untuk penandatanganan kontrak besok pagi di kota p," ucap perempuan dari seberang telepon langsung membuat Venus mengukir sebuah senyuman indah di wajahnya.
__ADS_1
"Be,, benarkah?" Tanya Venus dengan penuh semangat sambil menatap ke arah suaminya yang kini mengangkat alisnya.
"Iya," jawab perempuan dari seberang telepon.
"Baiklah, kalau begitu kirimkan saja alamatnya padaku, dan aku akan pergi ke sana Besok pagi," ucap Venus pada perempuan di seberang telepon.
"Baik!" Jawab Indri sebelum panggilan telepon itu diakhiri lalu Venus langsung berlari memeluk suaminya dengan erat.
Danang pun menyambut pelukan dari istrinya, "ada kabar bahagia apa?" Tanya Danang yang tidak sabar mengetahui kabar bahagia yang didapatkan oleh istrinya.
"Besok aku akan menandatangani kontrak dengan pihak LSM untuk menjadi ambassador mereka," kata venus sambil mendongak menangkap suaminya dengan senyuman merekah indah di wajahnya.
"Aku harap ke depannya ada masa depan yang cerah, supaya aku bisa membiayai suamiku yang pemboros ini. Juga cepat-cepat memiliki seorang anak," kata venus dengan perasaan penuh bahagia.
"Aku akan mendukung istriku dengan sepenuh hati," ucap Danang kembali lagi tertunduk lalu dia mencium istrinya dengan penuh cinta.
Venus pun membalas ciuman istrinya.
Venus mengangkat kakinya lalu dilingkarkan di paha suaminya hingga membuat Danang dengan cepat menarik tubuh istrinya lalu membawa perempuan itu menuju ranjang.
Danang membaringkan Venus dengan hati-hati di atas ranjang, lalu kembali mencium bibir perempuan itu dengan tangannya menyelinap ke dalam pakaian istrinya.
__ADS_1
Cup cup cup...
"Aku mencintaimu," ucap Danang di sela-sela ciuman mereka.
Venus mempererat lingkaran tangan dan kakinya pada tubuh suaminya sambil berkata, "aku juga sangat mencintaimu."
...TAMAT...
Terima kasih telah mengikuti novel ini sampai tamat. Jangan lupa juga mampir di novel otor di bawah ini ya,,
Kebangkitan Menantu Terhina
Satu malam dengan pria asing
__ADS_1