
Pada sore hari, Venus yang sedang melakukan packing terhadap barang-barangnya, ia begitu terkejut ketika suaminya tiba-tiba saja pulang lebih awal.
"Lho, sayang," ucap Venus menatap ke arah suaminya yang berjalan ke arahnya sambil melemparkan sebuah senyuman.
"Aku akan membantumu berberes-beres," kata Danang langsung membuat Venus menggelengkan kepalanya sambil mengulurkan tangannya melepaskan dasi suaminya.
"Aku sudah hampir selesai, ini hanya tinggal alat make up saja yang perlu kusiapkan." Kata venus langsung membuat Danang menatap ke arah barang bawaan istrinya, dan memang semuanya sudah di packing rapi dalam koper sehingga dia tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan istrinya membantunya untuk mendapatkan pakaiannya.
"Aku akan menyiapkan air hangat untuk mu, duduklah lebih dulu," kata venus hendak pergi meninggalkan Danang untuk menyiapkan air mandi bagi pria itu ketika Danang malah menghentikannya.
"Aku bisa sendiri, kau siapkanlah keperluanmu untuk pergi ke luar negeri," kata Danang sebelum ia berjalan pergi ke kamar mandi meninggalkan istrinya yang kini terdiam di tempatnya.
Melihat suaminya yang masuk ke kamar mandi, maka Venus pun dengan cepat melanjutkan packingannya sebelum dia masuk ke ruang ganti menyimpan baju untuk suaminya.
Setelah menyiapkan baju, Venus secara pribadi turun ke lantai bawah untuk mengecek makan malam mereka dan ternyata para pelayan telah menyiapkannya di atas meja.
"Kenapa menyiapkan banyak sekali makanan? Bukankah tadi aku pesan untuk menyiapkan makanan kesukaan suamiku saja?" Tanya Venus ketika ia melihat di atas meja ada banyak makanan yang mana Di sana juga ada banyak makanan kesukaannya.
Kepala pelayan yang ditanya oleh Venus langsung menjawab, katanya, "beberapa jam yang lalu Tuan juga menyuruh kami untuk menyiapkan makanan kesukaan Nyonya, Jadi kami menyiapkan semuanya."
Venus mengangkat segala alisnya, "Ah begitu,," jawab Venus yang merasa terharu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.
__ADS_1
"Iya Nyonya," jawab kepala pelayan.
Venus hanya mengganggukkan kepalanya, lalu perempuan itu meninggalkan dapur untuk kembali melihat suaminya di kamar, namun ketika dia tiba di sana, suaminya sudah keluar dari kamar sambil melemparkan senyum padanya.
Pria itu langsung mengulurkan tangannya membawa Venus ke pelukannya dan tak lupa pula memberikan sebuah ciuman singkat di bibir istrinya.
Cup!
"Ayo kita makan, kau harus berangkat lebih awal ke bandara supaya nanti tidak terlambat," kata Danang langsung dijawab anggukan Venus hingga kedua orang itu pun kembali lagi ke meja makan.
Setelah selesai makan malam, maka Venus cepat-cepat bersiap ke bandara lalu dia pun berangkat ke bandara diantar oleh suaminya.
Sementara Danang yang saat itu memakai pakaian santai, pria itu mengelus tangan istrinya sambil berkata, "Apakah managermu sudah berangkat ke bandara?"
"Ya, dia berangkat lebih awal dari kita, karena katanya ada hal yang harus ia urus. Tapi, aku merasa tidak tega untuk berpisah denganmu!" Ucap Venus sambil mengangkat wajahnya menatap suaminya dengan wajah yang begitu kecewa.
Melihat wajah istrinya, maka Danang pun tersenyum menundukkan kepalanya lalu menggesekkan hidungnya dengan hidung istrinya, "Jangan khawatir, aku akan berusaha menyelesaikan urusan pekerjaanku lalu ikut bersamamu," kata Danang.
"Terima kasih sayang," ucap Venus berusaha mengukir senyumnya meski saat itu dia masih tidak rela berpisah cukup lama dengan suaminya meskipun itu hanyalah satu malam saja.
Dia tahu bahwa suaminya berusaha untuk menemaninya sehingga dia tidak mau memperlihatkan wajah sedihnya lagi dan mempercayakan semuanya pada suaminya.
__ADS_1
Setelah cukup lama dalam mobil, akhirnya mereka tiba di bandara lalu Venus langsung disambut oleh Indri di depan bandara.
Saat itu juga, pengawal yang disediakan Danang untuk Venus sudah mengelilingi Venus sehingga Venus merasa lega saat ia berjalan masuk ke bandara dan saat itu semua penggemarnya yang menunggu di bandara karena mengetahui jadwal kedatangannya kini memberi sorakan untuk Venus.
Venus yang awalnya menggunakan masker langsung melepaskan maskernya lalu melambaikan tangan ke arah semua penggemarnya.
"Dewi Venus!!"
"Venus!!"
Teriakan teriakan penggemar membuat Venus merasa begitu terharu karena ia sudah tidak mendengar teriakan itu selama 2 tahun terakhir, tetapi sekarang ia kembali mendengarnya sehingga Venus yang mengetahui bahwa jadwal keberangkatan mereka masih ada beberapa jam, ia langsung menghentikan langkahnya.
Dia pun mengambil beberapa hadiah dari penggemar dan juga memberikan tanda tangan serta berfoto bersama dengan para penggemar.
Pengawal yang disiapkan Danang berjaga dengan sangat profesional dan tidak terlalu membatasi para penggemar yang ingin melihat Venus dari dekat.
Meski begitu, mereka juga tetap memastikan keselamatan Venus dengan meningkatkan insting mereka untuk melihat kalau-kalau ada penggemar yang ingin menerobos, tetapi untungnya, semua penggemar Venus dengan tertib berdiri dan tidak berdesak-desakan sehingga para pengawal merasa lebih tenang.
"Dewi!! Dewi!!"
Sampai ketika Venus sudah meninggalkan pada penggemarnya, teriakan dari luar masih saja terdengar hingga membuat Venus sesekali berbalik kembali menatap para penggemarnya.
__ADS_1