
Bab 158. Istri hot tuan Danang
'Kenapa semuanya jadi berantakan seperti ini?!!" Ucap sara dalam hati yang tak pernah membayangkan bahwa suatu saat akan terjadi hal seperti ini padanya dan pada putrinya.
🌊🌊🌊
Tetapi ketika perempuan itu sedang berada dalam perasaan yang begitu berat, bel apartemennya tiba-tiba saja berbunyi.
Ding dong!
Ding dong!
Sara yang sedang memijat keningnya langsung menoleh ke arah pintu, dan entah kenapa dia merasa bahwa ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi ketika dia membuka pintu itu.
Meski begitu, Sara tetap berjalan ke arah layar monitor di apartemen tersebut Lalu melihat yang ada di depan ternyata beberapa orang polisi yang bersama dengan salah seorang petugas dari perusahaan yang biasanya menangani kasus korupsi.
'Ini,, apa ini??' ucap Sarah dalam hati yang kini semakin merasa tertekan melihat kedatangan para polisi-polisi itu.
Ding dong!
Ding dong!
__ADS_1
Bel apartemen kembali lagi berbunyi, hingga membuat Sara semakin pusing apa yang harus ia lakukan.
Dia tidak mau dipenjara, dia tidak mau segala sesuatu yang ia miliki saat ini berakhir di tangan anak tirinya.
Maka sambil mundur beberapa langkah, perempuan itu merasakan kepalanya sangat pusing dan tubuh yang gemeter.
Pikirannya melayang melayang dan dia menggelengkan kepalanya dengan sangat keras serta tangannya meramas rambutnya dengan brutal.
Tapi tiba-tiba saja ia menabrak seseorang yang membuat sara semakin terkejut sehingga dia pun berbalik dan sangat terkejut mendapati bahwa ternyata putrinya ada di sana.
"Kau,,, kau,,, Kenapa kau ada di sini?!" Tanya sara pada perempuan yang ada di hadapannya.
Bibir Sarah gemetar sambil melangkahkan kakinya mundur menjauhi perempuan yang berdiri di hadapannya.
"Ibu, Ayo ikut denganku ke tempat yang lebih bahagia," ucap Haruka dengan nada suara yang begitu bahagia dan wajah berseri-seri hingga membuat para kebingungan.
"kau! Kau sudah mati!" Teriak Sara dalam kebingungannya, karena dia tidak mengerti mengapa orang yang sudah mati tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan terlihat begitu nyata.
Tetapi Haruka yang ada di hadapan sara malah kembali berkata, "aku tidak mati Ibu, aku masih hidup, kau lihat Aku disini,, aku baik-baik saja! Sekarang pegang tanganku dan ikut bersamaku ke tempat yang lebih baik."
"Apa? Ke tempat yang lebih baik? Jauh dari para polisi-polisi itu?" Tanya Sarah dengan pikiran yang begitu kacau, dia sekarang begitu tidak fokus dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ya, ayo Bu," ucap Haruka membuat sara akhirnya perlahan-lahan mendekati putrinya lalu menggenggam tangan perempuan itu.
Dia sudah melupakan bahwa putrinya telah meninggal, dan saat ini dia hanya tertuju pada sebuah pikiran bahwa dia harus mendapatkan tempat yang tenang jauh dari segala masalah yang sedang dihadapkan padanya.
Makasih telah menggenggam erat tangan putrinya, dan merasakan tangan itu begitu nyata, sara kemudian mengikuti putrinya menuju balkon apartemen, "kenapa,, Kenapa kita di sini?" Tanya Sarah yang tidak mengerti.
"Karena inilah tempat kebahagiaan itu Bu," kata Haruka bersamaan dengan tempat di mana mereka berada kini langsung berubah dengan tempat yang terlihat begitu indah, yaitu sebuah taman bunga yang begitu luas namun di depannya ada pagar setinggi 1 M yang menghalangi mereka untuk menyentuh bunga-bunga yang begitu indah di taman tersebut.
Beberapa saat kemudian, Sarah melihat putrinya melepaskan genggaman tangannya padanya lalu perempuan itu pergi memanjat pagar tersebut dan masuk ke dalam ladang bunga memetik beberapa bunga-bunga.
"Kemarilah bu, bunga-bunga ini untuk ibu, dan di sana juga masih ada sesuatu yang lain yang hendak kutunjukkan pada ibu," ucap Haruka membuat sara akhirnya mendekat ke arah pagar pembatas itu lalu dia mencium aroma bunga yang begitu segar dan melihat kupu-kupu beterbangan dengan begitu indah.
"Kalau ibu ke situ, Apakah para polisi itu tidak akan menemukan ibu?" Tanya Sarah dengan perasaan yang kini mulai menjadi tenang.
"Tentu! Ibu akan menjadi lebih tenang dan tidak ada lagi kesulitan, yang ada hanya kebahagiaan saja," ucap Haruka.
Melihat putrinya yang sangat bahagia di taman bunga, maka Sarah pun memutuskan untuk memanjat pagar tersebut sebelum dia melangkahkan kakinya menuju putrinya.
Tetapi ketika dia berpikir dia akan menginjak rumput yang begitu segar dan kakinya akan menyentuh kelopak kelopak bunga yang terlihat begitu indah, tiba-tiba saja ia malah terjatuh ke bawah.
"Ini,," saat itulah Sarah kembali ke kenyataan, dan dia menyadari bahwa apa yang ia lihat Ternyata saya hanya sebuah khayalan belaka saja, dan saat ini ia melihat apartemennya semakin menjauh dari matanya dan tubuhnya serasa melayang ringan di atas udara terus terjatuh ke bawah.
__ADS_1
'anak sialan, sampai mati pun kau tidak melepaskan aku?' kata Sarah dalam hati sebelum tubuhnya melimpah lantai yang keras dan kehilangan kesadarannya untuk selama-lamanya.