
Setelah perjalanan selama kurang lebih 15 menit, akhirnya Bimo dan Haruka kini tiba di restoran yang dimaksud oleh Dimas.
Begitu keduanya memasuki restoran, para pelayan restoran langsung memperhatikan mereka dengan tatapan tidak senangnya karena saat itu mereka semua telah mengetahui berita yang baru viral belasan menit yang lalu.
"Selamat datang, silakan ikuti saya," ucap salah seorang pelayan dengan suara yang begitu ketus dan tidak bersahabat sambil menunjukkan jalan pada Bimo dan Haruka.
Haruka yang melihat itu merasa sangat kesal, dia sangat ingin memarahi pelayan tersebut, tetapi dia tahu bahwa Saat ini, apapun yang mereka lakukan pasti akan terlihat salah di depan semua orang bahkan ketika mereka hanya membela diri saja untuk mendapatkan perlakuan baik dari orang lain.
Oleh sebab itu, Haruka hanya bisa menggigit bibir bawahnya dengan tangan terkebal kuat mengikuti sang pelayan sampai mereka tiba di sebuah ruangan private di restoran tersebut.
"Tuan Dimas sudah menunggu kalian di dalam," ucap pelayan sebelum dia berjalan pergi tanpa membukakan pintu untuk Bimo dan Haruka.
"Ck! Hanya pelayan rendahan tetapi berani memperlakukan kita seperti ini, lihat saja nanti, aku akan membalasnya!" Ucap Haruka sambil menggertakan giginya.
__ADS_1
Bimo yang mendengarkan ucapan istrinya hanya bisa menghela nafas sambil membuka pintu yang ada di hadapan mereka lalu keduanya segera memasuki ruangan private tersebut.
Begitu masuk ke dalam ruangan private, Bimo dan Haruka langsung melihat Dimas yang sudah duduk menunggu mereka sambil menikmati makanan.
"Akhirnya kalian datang juga, cepat duduk!" Perintah Dimas langsung membuat Bimo dan Haruka cepat-cepat duduk di hadapan Dimas.
Saat itu, tatapan Bimo tertuju pada sebuah dokumen yang terletak di atas meja, lalu tanpa menunggu lama, dokumen tersebut disodorkan Dimas pada mereka.
Haruka juga mengambil salah satu surat kontrak yang tertulis atas namanya, dan saat itu wajah Haruka menggelap ketika ia melihat nominal yang harus ia bayar sebagai denda.
"Apa ini?!! Tidak salah kau menulis nominal 50 miliar?!" Ucap Haruka dengan tangan gemetar memegang berkas di tangannya.
Bimo pun tak kalah terkejutnya, karena nominal yang dibebankan padanya 2 kali lipat daripada nominal yang dibebankan pada Haruka.
__ADS_1
Dimas yang sementara makan langsung meletakkan sendok dan garpunya, lalu dia meraih sapu tangan dan mengelap bibirnya dengan cara yang sangat elegan.
"Sepertinya kalian tidak ingat isi kontrak, bahkan Hana juga akan membayar denda senilai 50 miliar atas apa yang telah ia lakukan karena sudah mencoreng nama baik agensi!! Jadi apa bedanya dengan kalian?!" Tegas Dimas membuat Bimo mengepal kuat tangannya.
"Ini terlalu banyak, tidak Bisakah kau memberikan kami sedikit keringanan?" Tanya Bimo yang jelas tahu bahwa uang senilai rp150 miliar untuk mereka berdua akan sulit untuk mereka dapatkan.
"Hah,," Dimas menghela nafas, "justru sekarang Aku sudah memberikan kalian keringanan, dengan tidak menuntut kalian lewat jalur hukum. Seandainya ini dibawa ke jalur hukum, maka denda yang harus kalian bayar masih jauh lebih banyak daripada ini, Karena perusahaan telah memberikan kalian fasilitas yang begitu layak selama bekerja, dan terlebih biaya yang kami habiskan untuk melati Haruka menjadi model terbaik tidaklah main-main!
"Juga untukmu, CEO yang diangkat dari sebuah perusahaan kecil, sepertinya otakmu sudah tergeser karena menikah dengan perempuan ini sampai-sampai kau lupa isi kontrak?!! Seandainya dari awal kau mengingat dengan hati-hati isi kontrak yang kau tanda tangani sebelum masuk ke perusahaan kami, maka kau akan jauh lebih berhati-hati dalam bertindak!!
"Bahkan kalian membuat agensi menjadi sangat malu dengan memberikan surat pemeriksaan dokter yang palsu!! Sangat memalukan untuk kalian berdua!" Ucap Dimas yang sebenarnya tak habis pikir dengan kelakuan dua orang di depannya.
Bisa-bisanya membuat masalah untuk agensi hanya untuk menyelamatkan pribadi mereka masing-masing.
__ADS_1