Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
44


__ADS_3

"Tutup mulutmu!!" Bentak Venus, "kukatakan padamu, aku memberimu waktu 15 menit untuk membereskan barang-barangmu beserta barang-barang suami dan ibumu lalu pergi tinggalkan rumah ini, atau kalian akan keluar dari rumah ini tanpa membawa apapun kecuali yang melekat di tubuh kalian saat ini!!!"


🐴🐴🐴


"A,, apa?!!" Sarah sangat marah, ia langsung mendekati Venus untuk menampar perempuan itu ketika para polisi yang ada di sana langsung menghalanginya hingga membuat Sarah menggertakan giginya.


Sarah pun berbalik menatap menantunya, "lakukan sesuatu! Ancam dia atau apapun itu, karena saat ini dia berada di agensimu, dan kau adalah seorang CEO, kau bisa melakukan apapun bukan?!" Ucap Sarah.


Bimo yang dibicarai oleh Sarah masih tidak mengerti, sehingga dia berkata, "Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa Venus datang mengambil rumah ini ketika dia sudah tidak bisa lagi mendapatkan warisan ibunya?"


Pertanyaan itu langsung membuat Venus tersenyum, lalu dia dengan begitu penasaran menatap Sarah karena dia ingin mendengar perempuan itu mengakui semuanya di depan menantunya yang gila harta.


"Itu,," Sarah enggan untuk berbicara, ia menatap ke arah Venus dan dirinya seolah tak mampu untuk berbicara.


Oleh sebab itu, Venus pun membantu Sarah untuk berbicara, katanya, "itu karena sehari sebelum umurku yang ke-23 tahun, aku telah mendaftarkan pernikahanku bersama dengan seorang pria yang kucintai dan mencintaiku. Oleh sebab itu, aku berhak mendapatkan seluruh warisan ibuku dan kalian para tikus-tikus harus keluar dari rumah ini!!"


Bimo sangat terkejut mendengar ucapan Venus hingga pria itu tak mampu berkata apa-apa dan dia hanya berdiri di tempatnya dalam rasa tak percayanya.

__ADS_1


Bukankah artinya bahwa keluarga Haruka tidak sekaya yang sebelumnya?


Bahkan menurut pengetahuannya, sekarang ini Venus jauh lebih kaya dari Haruka!!!


Sarah yang melihat menantunya hanya diam saja kini segera mendekati pria itu dan memegang lengan Bimo dengan erat, "cepat katakan sesuatu!" Perintah Sarah.


Tetapi Bimo, dia menatap Ibu mertuanya sambil berkata, "jadi maksud ibu mertua bahwa rumah ini bukan memiliki kalian lagi dan sekarang sudah menjadi milik Venus?!"


Melihat tatapan Bimo yang tampak tidak senang, maka sarah menjadi enggan untuk berbicara, tetapi Haruka yang ada di sana dengan cepat memeluk pria itu.


Haruka berkata, "Sayangku, kau tidak boleh terpengaruh, meskipun Venus sudah memiliki rumah ini dan segala harta peninggalan ibunya, tetapi perempuan itu sudah menikah dengan seorang pria lain. Kalau dari dulu dia mencintaimu, dia tidak akan pernah melirik pria lain dan akan terus menyendiri selama-lamanya karena--"


"Cinta?!! Apakah menurutmu Aku patut mencintai pria seperti dia?!! Ha ha ha... Jangan salah paham! Kalau dulu aku tergila-gila padanya, tetapi itu adalah dulu ketika aku belum mengetahui sifat buruk Kalian bertiga, Tapi sekarang aku melihat kalian hanya seperti melihat sampah-sampah yang berserakan di jalanan. Tidak penting untuk diperhatikan, malah Jika diperhatikan akan membuat mata menjadi sakit!! Jadi sekarang juga cepat kemasi barang-barang kalian lalu pergi dari sini!! Waktu kalian 2 menit lagi!!" Bentak Venus.


Sarah yang melihat bahwa Bimo tidak bisa berbuat apa-apa, Dia segera berlari ke dalam rumah untuk mendapatkan surat-surat penting yang harus ia selamatkan serta perhiasan-perhiasan mewah miliknya.


Sementara Haruka, dia juga langsung menatap suaminya dan tidak tahu harus berkata apa lagi.

__ADS_1


Tetapi Bimo mengangguk, "Ayo ambil barang-barang kita, nanti kita pikirkan masalah ini lagi." Ucap Bimo yang tentu tidak mau bertindak gegabah di depan Venus.


Kalau di mengancam, maka dia bisa langsung di seret ke kantor polisi dan masuk jebakan Venus.


Haruka hanya bisa menganggukkan kepalanya lalu dia pun pergi bersama-sama dengan Bimo ke dalam rumah untuk mendapatkan barang-barang penting mereka.


Venus merasa puas dengan kepatuhan Ketiga orang itu, tetapi dia juga mengerti bahwa tidak ada alasan bagi Ketiga orang itu untuk tidak menjadi patuh karena saat ini ada empat polisi yang bersama-sama dengannya yang siap menyeret mereka jika mereka melawan.


Maka Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ketika orang itu masing-masing keluar dari rumah sembari menarik koper besar yang membuat Venus tersenyum.


Seorang pelayan yang ada di sana yang melihat bahwa situasi kini berbalik akhirnya langsung bergegas ke arah Venus sambil berkata, "haruskah saya memeriksa barang-barang yang mereka bawa? Jangan-jangan mereka membawa barang-barang yang tidak seharusnya mereka bawa."


Venus menatap pelayan itu, dan dia tersenyum jijik melihat pelayan tersebut karena dulunya ketika dia ditindas, pelayan itu juga ikut menindasnya bersama-sama dengan keluarga tirinya, namun sekarang kini berusaha menjilatnya lagi.


Tetapi meski demikian, Venus tetap menganggukkan kepalanya, "akan bagus juga kalau barang bawaan mereka diperiksa terlebih dahulu," ucap Venus mengejutkan Sarah, Haruka dan juga Bimo yang ada di tempat itu.


"Baik Nona!" Jawab sang pelayan langsung bergegas menghampiri sara dan mengambil koper milik sara lalu membongkarnya.

__ADS_1


Beberapa pelayan yang ada di sana juga berpikiran sama dengan pelayan yang baru saja berbicara dengan Haruka, Oleh sebab itu mereka dengan cepat memeriksa barang bawaan Ketiga orang yang ada di sana.


__ADS_2