
"Lho sayang," Venus terkejut ketika ia memasuki mobil untuk pergi ke tempat pemotretan namun suaminya juga ikut masuk ke mobil.
"Aku akan ikut denganmu," ucap Danang membuat Venus melototkan matanya.
"Kau,, kau mau ikut denganku? Apakah tidak apa-apa?" Tanya Venus yang merasa cemas bahwa mungkin akan ada konflik kalau sampai orang-orang melihat Danang ikut bersamanya.
"Tidak ada yang mengenaliku," ucap Danang sambil melemparkan senyum ke arah istrinya dengan tangannya terulur memegang tangan istrinya.
"Bahkan di negaramu juga tidak ada yang mengenalmu?" Tanya Venus merasa heran.
"Hm,, Sebenarnya aku bukan anak yang dibanggakan dari keluargaku, hanya saja banyak orang yang mengenalku dan mengira aku sebagai pewaris utama, padahal sesungguhnya mereka tidak tahu kalau apa yang mereka pikirkan itu salah," ucap Danang membuat Venus semakin tercengang, karena awalnya dia juga pikir bahwa Danang adalah seorang pewaris utama dari keluarganya.
Oleh sebab itu, Venus kemudian berkata, "bukankah kau anak pertama di keluargamu?"
__ADS_1
"Ya, aku memang anak pertama, tapi namaku tidak seharusnya tercatat dalam penerima warisan keluarga," ucap Danang lebih-lebih mengejutkan Venus.
"Kenapa?" Tanya Venus.
"Karena ibuku dan ibu dari saudara-saudaraku yang lain berbeda. Yang kurus kemarin ketika aku berada di negara jaya sangat lama adalah mengenai warisan itu, aku berbicara dengan ayahku untuk tidak mendapatkan sepeserpun warisannya karena aku sudah memiliki lebih dari cukup untuk menghidupi istri dan anak-anakku kelak," ucap Danang yang tidak mau membayarhayakan keselamatan istrinya kalau sampai saudaranya mungkin akan melakukan sesuatu bila saja tahu isi surat wasiat yang sebelumnya dibuat oleh ayahnya.
Bagaimana tidak, 50% dari harta kekayaan keluarga mereka akan diberikan padanya, sementara 50% yang lain akan dibagikan pada saudara-saudara Danang yang lain.
"Ah begitu," Venus memeluk suaminya sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya, "aku selalu mendukung apapun keputusan suamiku. Lagi pula kalau nanti kau tidak punya uang, aku yang akan bekerja keras menghidupimu dan anak-anak kita!! Aku bisa menghasilkan beberapa ratus miliar dalam satu bulan!" Kata venus dengan nada suara yang begitu bangga hingga membuat Danang tidak bisa menahan tawanya.
"Kau terlalu serakah!" Gerutu Venus.
"Ha ha ha... Aku hanya bercanda," kata Danang mencubit pelan pipi istrinya.
__ADS_1
Venus yang mendengarkan ucapan suaminya hendak menggoda balik suaminya ketika tiba-tiba saja pintu yang ada di samping suaminya dibuka oleh seseorang hingga membuat Venus dan Danang langsung menoleh ke arah orang yang membuka pintu.
Saat itu, Indri yang membuka pintu juga terdiam di tempatnya menatap dua orang pria yang melihatnya.
'Suami Venus?' ucap Indri dalam hati sambil terpaku melinatap Danang, Sebab Dia bisa melihat penampilan pria itu sangat berkelas dan wajah yang tampan serta tubuh yang begitu bagus, dia tidak pernah melihat siapapun dengan penampilan yang begitu sempurna seperti pria yang ada di hadapannya ini.
"Kak Indri, perkenalkan ini suamiku," kata venus memperkenalkan Dadang ketika sudah cukup lama ia melihat Indri dalam raut wajah yang begitu terkejut menatap Danang.
"Ah,, halo," ucap Indri langsung membungkuk pada Danang tanpa ada keinginan untuk mengulurkan tangannya berkenalan dengan pria itu.
Bagaimanapun, dia tahu bahwa pria di depannya bukanlah pria biasa-biasa saja, dan biasanya orang yang luar biasa tidak akan selera bersalaman dengan orang biasa seperti dirinya.
Tetapi Indri sangat terkejut ketika Danang malam mengulurkan tangan padanya, "perkenalkan namaku Danang, suami Venus," ucap Danang.
__ADS_1
"Ah,, ya, saya Indri, Manager Venus," kata Indri menyambut jabatan tangan Danang dengan rasa tak percayanya.