Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
50


__ADS_3

Saat Venus tiba di parkiran mobil dan hendak pergi ke mobilnya, Venus menghentikan langkahnya saat ia melihat Haruka dan Bimo sedang bertengkar di salah satu sudut parkiran.


Maka Venus yang sangat penasaran apa yang dibicarakan kedua orang itu akhirnya mengendap-ngendap mendekati mereka dan bersembunyi di balik sebuah mobil.


Dilihatnya Haruka sedang menatap Bimo dengan tatapan tajamnya, "kau gila?!! Bisa-bisanya kau membicarakan perceraian di saat seperti ini?!! Memangnya Apa yang membuatmu ingin bercerai?! Apakah karena perempuan itu?! Kau pikir kalau kita bercerai maka perempuan itu mau kembali bersama-sama denganmu ketika dia sudah memiliki suami ?!" Bentak Haruka pada suaminya.


"Apa katamu? Kau pikir aku sepertimu? Tentu saja dia akan kembali ke pelukanku! Jadi mulai sekarang jangan terlalu dekat denganku apalagi di depan Venus!!" Ucap Bimo hendak berjalan pergi meninggalkan Haruka ketika Haruka dengan cepat menahan lengan pria itu.


"Tidak! Kau tidak boleh menceraikanku! Kalau kau menceraikanku, maka aku akan membongkar apa yang sudah terjadi bahwa kau dan aku berselingkuh di belakang Venus! Dengan begitu, Bukan hanya aku yang akan jatuh, tapi kau juga akan jatuh dan aku akan membuat semua orang memasukkan petisi agar kau dikeluarkan dari posisimu sebagai seorang CEO!!" Bentak Haruka langsung membuat Bimo berbalik menatap perempuan itu dengan tatapan tajamnya.


Bima pun mendorong Haruka ke arah sebuah mobil yang berada di dekat mereka lalu mencekik leher perempuan itu sambil berkata, "jaga ucapanmu, aku bisa membuatmu kehilangan karirmu hanya dalam waktu satu malam saja!!!"

__ADS_1


"Benarkah?! Kalau begitu, cobalah lakukan itu dan aku lihat seberapa kuat kau akan bertahan! Kalau aku keluar dari agensi, aku masih bisa menduduki posisi CEO di perusahaan milik ayah tiriku, tapi kau? Tidak akan ada orang yang akan menolongmu kalau kau berhenti dari jabatanmu sebagai CEO di agensi ini!!!" Bentak Haruka.


Bimo menyipitkan matanya menatap perempuan di depannya, Ia berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Haruka memang sebuah kebenaran hingga dia pun menggertakan giginya dan melepaskan cekikannya pada leher Haruka sebelum pergi meninggalkan Haruka.


Venus langsung berpindah tempat untuk bersembunyi saat Bimo lewat di depan mobil yang ia tempati, lalu perempuan itu pun kembali menatap Haruka yang saat ini sedang mengurusi lehernya yang kesakitan.


"Sial!! Lihat saja, aku akan membuat Venus membalas semua ini!!! Dan kau Bimo, Jangan pernah panggil aku Haruka kalau aku tidak bisa mendapatkan hatimu!!" Ucap Haruka sambil menggerakkan giginya sebelum perempuan itu pergi dari tempat tersebut.


'jadi hubungan mereka memang tidak baik-baik saja, kalau begitu, aku bisa memanfaatkan ini,' ucap Venus dalam hati sembari tersenyum lalu dia pun pergi ke mobilnya dan menyuruh supir untuk mengendarai mobilnya kembali ke rumah.


Dalam perjalanan ke rumah, Venus memikirkan tentang perusahaan keluarganya, itu adalah perusahaan yang dibangun ayahnya dari nol dan sudah menjadi perusahaan yang cukup besar serta memiliki nama yang lumayan dikenal banyak orang.

__ADS_1


'Apa yang akan kulakukan dengan perusahaan itu? Saham ayah dan ibu seimbang di sana, itu artinya sahamku dan saham Haruka juga seimbang di sana, tapi aku tidak berniat untuk menjadi seorang CEO,' ucap Venus dalam hati sembari mengambil ponselnya, lalu dia pun menghubungi seseorang yang bekerja di perusahaan milik keluarganya.


Drrtt... Drrtt... Drrt...


"Halo nona muda," jawab seorang perempuan dari seberang telepon dengan suara yang begitu ramah.


"Aku ingin bertemu denganmu, Bisakah sekarang kita bertemu?" Tanya Venus pada orang di seberang telepon.


"Ah ya, tentu saja, di mana kita akan bertemu?" Tanya perempuan dari seberang telepon.


"Aku akan mengirimkan alamatnya," ucap Venus sebelum dia mengakhiri panggilan telepon tersebut Lalu mencari sebuah kafe terdekat dan mengirimkan alamat itu pada orang yang baru saja berteleponan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2