
Saat ini, Venus sedang duduk di atas ranjang sambil bermain game di ponselnya ketika suaminya masuk ke dalam kamar lalu langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk Venus.
Pria itu membawa sebuah berkas di tangannya yang membuat Venus penasaran, "Apa yang kau bawa itu?" Tanya Venus.
"Ini adalah daftar tamu undangan yang akan hadir di ulang tahun adikku, aku memberikannya padamu supaya kau bisa melihatnya jika ada temanmu yang juga datang," ucap Danang yang merasa bahwa istrinya mungkin memerlukan informasi tamu undangan.
"Ah begitu," kata venus langsung berdiri lalu mengambil berkas dari tangan suaminya sambil duduk membacanya dengan suaminya yang memindahkan kepalanya ke pangkuan Venus.
"Ada berapa banyak orang yang datang di sini?" Ucap Venus melihat lembaran terakhir di mana angka yang ada di sana mencapai 1000 orang.
__ADS_1
"Jumlah itu kemungkinan akan bertambah lagi, karena satu undangan bisa saja membawa beberapa anggota keluarga mereka," ucap Danang.
Venus mengganggukan kepalanya, lalu dia pun melihat satu persatu daftar tamu undangan yang ada di sana sampai ia mengerutkan keningnya ketika dia melihat sebuah nama yang tertera di sana ialah Amanda dari negara xx.
'Mengapa perempuan ini datang juga?' ucap Venus dalam hati yang merasa enggan untuk bertemu dengan perempuan itu, sebab terakhir kali mereka telah bersinggungan dan dia cemas perempuan itu mungkin akan melakukan sesuatu yang buruk di acara tersebut
Danang yang melihat kening istrinya berkerut, ia merasa bahwa ada yang salah sehingga Danang berkata, "Apakah ada sesuatu yang membuatmu tidak senang? Apakah ada tamu yang tidak kau sukai di sana? Kalau ada, Kau bisa mengatakannya padaku supaya aku membatalkan dia untuk datang ke acaranya."
"Kau ini,, Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Lagi pula tidak ada orang yang tidak kuinginkan untuk hadir di acara itu, aku hanya terkejut bahwa undangannya benar-benar banyak sekali, ini seperti hendak menggelar sebuah konser," ucap Venus yang baru kali ini akan menghadiri sebuah acara ulang tahun di mana ada lebih dari 1000 orang yang datang ke acara tersebut.
__ADS_1
Danang yang mendengarkan ucapan, ia istrinya langsung memeluk perempuan itu dengan erat sambil menggosokkan wajahnya di perut istrinya, "itu sudah biasa bagi keluarga kami, kami memiliki sebuah pulau keluarga tempat acara besar dilaksanakan. Lagipula, kau tahu sendiri bisnis keluargaku hampir tersebar di seluruh negara, jadi perlu bagi kami untuk tetap menjaga hubungan kami dengan semua partner bisnis kami dari seluruh negara," ucap Danang.
"Aku mengerti, Kalau begitu aku harus tampil sangat baik di acara itu supaya tidak mempermalukan suamiku," kata Venus.
"Kau tidak pernah mempermalukanku, bagaimanapun penampilanmu, kau selalu saja membuatku terpukau." Kata Danang langsung membuat Venus terkekeh.
"Kau tidak akan memuji seperti ini kalau kau tidak menginginkan sesuatu bukan? Katakan padaku, apa yang suamiku inginkan?" Tanya Venus.
Tetapi Danang dengan wajah polosnya menatap istrinya sambil berkata, "Aku tidak menginginkan apa-apa, aku benar-benar tulus mengatakannya. Tapi kalau kau tidak keberatan, mungkin aku bisa mendapatkan ciuman yang mesra dari istriku."
__ADS_1
Sekali lagi, Venus tertawa dengan tingkah suaminya, "ha ha ha.. dasar kau!!" Gerutu Venus sambil menundukkan kepalanya mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya.
Cup cup cup...!