Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
128


__ADS_3

"Bahkan kalian membuat agensi menjadi sangat malu dengan memberikan surat pemeriksaan dokter yang palsu!! Sangat memalukan untuk kalian berdua!" Ucap Dimas yang sebenarnya tak habis pikir dengan kelakuan dua orang di depannya.


🔥🔥🔥


Sudah begitu bodoh melanggar kontrak yang mereka sepakati sendiri, dan sekarang meminta keringanan?


Lucu sekali!


Tetapi Haruka tidak mau kalah, Dia berkata, "Tapi,, di kontrak juga tertulis tentang kewajiban agensi untuk melindungi para modelnya, seharusnya apa yang terjadi di kota P menjadi tanggung jawab agensi dan aku beserta suamiku hanya menyerahkan surat keterangan pada kalian, dan kalian mengambil surat itu untuk menjadi bukti pembelaan terhadap kami atau tidak, itu adalah keputusan kalian! Jadi masalah ini bukanlah sepenuhnya salah kami, karena-"


"Ha ha ha..." Tawa keras Dimas membuat Haruka menghentikan ucapannya dan dia tak mengerti mengapa pria di depannya tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kau malah tertawa?" Tanya Haruka dengan menahan rasa kesalnya supaya dia tidak membentak pria di depannya.


Namun Dimas malah tersenyum konyol, "heh,, kalian ini benar-benar lucu, Apa kau tidak tahu kalau apa yang kau lakukan itu adalah sebuah penipuan dengan membuat surat keterangan palsu? Aku bahkan bisa menggunakan hal tersebut untuk menuntut kalian atas penipuan terhadap agensi!! Jadi jangan berdebat lagi dan cepat tanda tangani surat itu sebelum aku berubah pikiran dan memilih membawa masalah ini ke jalur hukum!!" Tegas Dimas yang sudah hilang sabar menghadapi dua orang di depannya.

__ADS_1


Ucapan pria itu membuat Haruka menjadi kalang kabut, Dia tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar agensi, karena semua penghasilannya selama ini digunakan untuk berfoya-foya dengan membeli barang-barang berkelas.


Tetapi Bimo, dia menyadari bahwa mereka tidak bisa berbicara dengan Dimas sehingga dia dengan cepat menandatangani surat di depannya.


Melihat suaminya Sudah menandatangani surat itu, maka Haruka berkata, "Kenapa kau menandatanganinya?! Dari mana kita akan mendapatkan uang untuk membayar denda yang sebanyak ini?!"


Bimo menatap istrinya lalu dia pun meletakkan pena di tangan perempuan itu, "kalau kau tidak mau menandatanganinya, maka tidak usah menandatanganinya!" Tugas Bimo sambil berdiri merapikan jasnya, lalu dia pun menatap Dimas.


"Sesuai kesepakatan kontrak, Kami punya 1 bulan untuk menyiapkan uang itu!" Ucap Bimo membuat dimas mengangguk puas.


Haruka yang melihat itu kini menggerakkan giginya dan mau tak mau dia akhirnya menorehkan tanda tangannya pada berkas yang ada di hadapannya sebelum dia meletakkan penanya dengan wajah yang pucat.


Sekarang dia tak tahu lagi harus berkata apa, uang senilai 50 miliar itu jika dia bekerja bisa didapatkannya hanya dalam waktu 1 bulan saja namun sekarang sangat mustahil untuk mendapatkan uang sebanyak itu.


"Ayo pergi!" Kata Bimo menarik tangan Haruka meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


Begitu Haruka dan Bimo tiba di lahan parkir, mobil yang awalnya dipesan Bimo untuk menjemput mereka di tempat itu sudah datang sehingga Bimo dan Haruka langsung masuk ke dalam mobil dengan Haruka yang masih bungkam.


Sementara Bimo, Dia berkata, "sekarang semuanya sudah berakhir, kita akan jatuh miskin!!"


Bimo merasa kesulitan untuk bernafas, saat ini yang ada dalam pikirannya benar-benar kosong, tak bisa lagi berpikir jernih.


"Kau benar, kau sudah berakhir," ucap Haruka sambil menganggukkan kepalanya hingga membuat Bimo yang mendengarkan ucapan istrinya kini menatap perempuan itu.


"Apa maksudmu aku berakhir?! Kita berdua yang berakhir!" Tegas Bimo.


Tetapi Haruka menatap suaminya sambil tersenyum, "aku masih punya warisan Ayah tiriku untukku gunakan, Kami punya saham di sebuah perusahaan, jadi aku tidak akan jatuh terpuruk seperti yang kau alami!!" Tegas Haruka membuat Bimo mengerutkan keningnya.


Dia lupa kalau istrinya memiliki warisan dari ayah tirinya, sehingga pria itu dengan cepat berkata, "kau benar, kalau begitu aku bisa menjadi CEO di perusahaan itu dan kita bisa membayar denda tersebut!"


Bimo merasa sangat legah, tetapi pria itu langsung ditarik dari rasa bahagianya ketika Haruka berkata, "Jangan katakan kau akan menjadi CEO, Aku tidak membutuhkan pria sepertimu lagi, pria miskin yang tidak memiliki pekerjaan, buat apa ku pelihara?!"

__ADS_1


__ADS_2